Prediksi IHSG 30 Juni 2026: Bergerak Mendatar di Rentang 5.700-5.900
JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal berjalan mendatar atau sideways lantaran terbatasnya sentimen pendorong pada transaksi hari Selasa (30/6/2026).
Laju indeks hari ini diestimasikan berada pada rentang resistance 6.000, pivot 5.900, serta support 5.700.
IHSG pada akhir transaksi kemarin tercatat turun 1,28 persen menuju level 5.820,79. Secara teknikal, letak indeks yang bertengger di bawah MA5 dan MA20 mengindikasikan bahwa tren jangka pendek masih cenderung tertekan.
“Dengan minimnya katalis positif dalam jangka pendek serta tingginya kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik, IHSG hari ini diprediksi akan bergerak sideways dalam rentang 5.700–5.900,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Phintraco Sekuritas mencatat bahwa kementerian dan lembaga mengajukan usulan tambahan anggaran belanja senilai Rp 984 triliun untuk tahun anggaran 2027.
Badan Anggaran DPR bakal menyerahkan usulan tersebut kepada Menteri Keuangan untuk dipertimbangkan dalam meramu RAPBN 2027.
“Penambahan anggaran belanja ini, jika disetujui, berpotensi membuat pos pengeluaran di APBN mengalami kenaikan signifikan dan berisiko memperlebar defisit APBN,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Pemerintah berencana mendirikan Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN) selaku wadah koordinasi antarinstansi dalam memperkokoh pengelolaan dan pengembangan kawasan industri.
Badan ini bakal dikomandoi oleh presiden selaku ketua serta mengikutsertakan menteri perindustrian selaku ketua harian bersama para pemangku kepentingan terkait.
“Pembentukan DKIN ini, jika diimplementasikan secara baik, diharapkan dapat menyelesaikan hambatan lintas sektoral sehingga dapat meningkatkan daya saing. Di sisi lain, pembentukan lembaga baru dikhawatirkan bertentangan dengan semangat penyederhanaan birokrasi pemerintah,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Terdapat lima saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas lantaran mempunyai prospek untuk memberikan imbal hasil atau cuan. Saham-saham itu mencakup DSSA, HMSP, MTEL, ADRO, dan SUPA.