Harga TBS Sawit Jambi Periode Akhir Juni Naik Tipis Jadi Rp3.708/ Kg

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 29 Juni 2026
Harga TBS Sawit Jambi Periode Akhir Juni Naik Tipis Jadi Rp3.708/ Kg
Pekerja menata kelapa sawit saat panen. (Foto: bisnis.com)

JAMBI – Nilai jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Provinsi Jambi untuk kurun waktu 26 Juni hingga 2 Juli 2026 terpantau konsisten memperlihatkan pergerakan yang cukup stabil. 

Tim penetapan harga TBS Provinsi Jambi memutuskan harga sawit bagi kelompok usia produktif 10–20 tahun berada di angka Rp3.708,55 per kilogram.

Nominal tersebut tercatat hanya mengalami kenaikan senilai Rp1,97 per kilogram jika disandingkan dengan periode terdahulu, sehingga memperlihatkan situasi bursa TBS di Jambi yang cenderung stagnan di tengah dinamika fluktuasi harga minyak sawit pada pasar domestik maupun mancanegara.

Bersandarkan pada data Dinas Perkebunan Provinsi Jambi yang didapatkan Agricom.id, harga TBS bagi tanaman dengan usia tiga tahun dipatok senilai Rp2.891,63 per kilogram. 

Tarif sawit usia empat tahun menyentuh angka Rp3.089,83 per kilogram dan untuk usia lima tahun berada di posisi Rp3.231,81 per kilogram.

Berikutnya, TBS usia enam tahun dipatok senilai Rp3.366,70 per kilogram, usia tujuh tahun sebesar Rp3.451,62 per kilogram, serta usia delapan tahun dipatok senilai Rp3.525,23 per kilogram. 

Di lain pihak, harga TBS untuk tanaman usia sembilan tahun bertengger di angka Rp3.594,51 per kilogram.

Bagi kelompok pohon produktif usia 10 hingga 20 tahun, harga dipatok senilai Rp3.708,55 per kilogram. 

Sementara itu, TBS untuk tanaman berumur 21 hingga 24 tahun dihargai sebesar Rp3.595,81 per kilogram dan pohon berumur 25 tahun dipatok senilai Rp3.432,41 per kilogram.

Pada penentuan di periode kali ini, nilai jual minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan berada di angka Rp14.988,82 per kilogram. 

Sedangkan untuk tarif inti sawit (kernel) ditentukan sebesar Rp12.078,65 per kilogram dibarengi raihan indeks K pada angka 94,64 persen.

Pertumbuhan harga yang terhitung amat terbatas tersebut mengindikasikan bahwa bursa sawit di Jambi masih berjalan dengan penuh kehati-hatian. 

Kendati nilai CPO global mulai memperlihatkan tanda-tanda penguatan dalam kurun beberapa hari ke belakang, imbasnya bagi harga TBS di lini petani terpantau belum memberikan dampak yang begitu signifikan.

Para pelaku industri menaruh harapan agar penerapan mandatori biodiesel B50 yang mulai bergulir per Juli 2026 serta membaiknya nilai CPO di bursa internasional sanggup menghadirkan stimulus positif bagi harga TBS milik petani Jambi untuk kurun waktu periode-periode ke depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua