Ekspansi Gerai Baru, ERAL Siapkan Belanja Modal Rp273 Miliar
JAKARTA – PT Erajaya Active Lifestyle Tbk. (ERAL) menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) menyentuh angka Rp273 miliar sepanjang periode tahun 2026.
Alokasi dana tersebut disediakan demi menyokong taktik perluasan jaringan niaga dengan sasaran mendirikan hingga 60 gerai baru serta memperbanyak kepemilikan merek berskala internasional.
Direktur ERAL Suryawati memaparkan, penyerapan capex perusahaan sampai dengan akhir Maret 2026 telah mencapai kisaran nominal Rp27 miliar, atau mendekati 10% dari keseluruhan pagu anggaran tahun ini.
"Total capex yang sudah kami rencanakan pada tahun ini adalah Rp273 miliar untuk 50-60 toko, termasuk juga untuk penambahan brand baru," ujarnya dalam Paparan Publik secara daring, Selasa (23/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kucuran dana tersebut bakal dialokasikan demi mendorong roda bisnis eceran gaya hidup perseroan, yang meliputi pendirian berkisar 50 hingga 60 gerai gres di sepanjang tahun ini, sekaligus menyertakan beberapa merek baru ke dalam portofolio bisnis ERAL.
Direktur Utama ERAL Djohan Sutanto mengungkapkan bahwa langkah berani dalam memperbanyak jumlah gerai merupakan salah satu pendorong utama bagi peningkatan performa perusahaan di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang dinamis.
Upaya tersebut direalisasikan untuk mengejar sasaran kenaikan angka penjualan mencapai 20% apabila disandingkan dengan perolehan tahun lalu.
Di balik agenda perluasan usaha tersebut, pihak manajemen ERAL tidak menepis bahwa situasi makroekonomi saat ini dipenuhi tantangan.
Melemahnya level daya beli masyarakat digerakkan oleh bermacam-macam faktor, mulai dari perlambatan laju perekonomian, ketidakpastian pergerakan kurs rupiah, hingga situasi geopolitik global yang belum mereda.
"Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi makroekonomi Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan yang tidak mudah. Faktor daya beli, nilai tukar mata uang, hingga situasi geopolitik menjadi faktor yang memengaruhi konsumsi masyarakat," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Meski demikian, emiten berkode saham ERAL ini menegaskan tidak akan pasif dalam menyikapi situasi tersebut.
Bermacam taktik telah dipersiapkan untuk memelihara ketertarikan berbelanja para pelanggan, di antaranya melalui penyediaan program cicilan 0%, penguatan aktivitas promosi, serta penyelarasan portofolio produk agar tetap cocok dengan tren dan daya beli masyarakat.
Bukan hanya itu, perusahaan secara konsisten memantau efektivitas kinerja dari merek-merek lama maupun baru agar selalu selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen.
"Kami terus mereview perkembangan pasar sehingga brand yang ada maupun brand baru tetap relevan dengan tren yang berlaku di masyarakat," imbuhnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Guna memacu gairah belanja, ERAL turut memanfaatkan momentum program promosi bertema. Salah satu langkah andalannya yaitu melalui ajang Mid-Year Sale yang saat ini diselenggarakan secara berkala dan menjadi salah satu masa penting dalam mengatrol penjualan perseroan.
Pihak manajemen menaruh harapan besar bahwa rangkaian program ini dapat menopang stabilitas daya beli masyarakat di tengah impitan ekonomi yang terjadi.
Di sisi lain, Djohan mencermati bahwa masa depan industri ritel lifestyle masih sangat bergantung pada situasi eksternal. Selain persoalan daya beli dan isu geopolitik, regulasi yang dirilis pemerintah serta fluktuasi nilai tukar rupiah bakal ikut menentukan ke mana arah industri ini melangkah.
Pihak manajemen memprediksikan tekanan ekonomi bakal lebih berdampak pada masyarakat segmen menengah ke bawah. Sebaliknya, pangsa pasar menengah ke atas dinilai masih memperlihatkan daya tahan yang solid.
Poin inilah yang mendasari rasa optimistis ERAL, mengingat mayoritas lini bisnis perusahaan saat ini membidik kelompok konsumen menengah ke atas yang mempunyai kekuatan finansial lebih tangguh.
"Segmen menengah ke atas saat ini masih cukup bagus dan cukup kuat. Namun kami tetap berhati-hati dan terus mencermati potensi gejolak pasar pada semester kedua tahun ini," terangnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Hingga periode akhir Maret 2026, ERAL terpantau telah mengoperasikan sebanyak 219 gerai di seluruh wilayah Indonesia, bertambah dari posisi akhir 2025 yang berjumlah 205 gerai.
Penambahan bersih sebanyak 14 toko ini diperoleh dari pembukaan 18 gerai baru yang dikurangi penutupan empat gerai.
Penambahan paling masif bersumber dari sektor olahraga dan gaya hidup yang tengah berkembang pesat, yakni merek Wilson dengan tambahan lima toko, Anta sebanyak tiga toko, dan Garmin dengan dua toko baru.
Perseroan sukses membukukan tren pertumbuhan penjualan serta profitabilitas yang kuat pada kuartal I/2026. Hasil positif ini didukung oleh bertambahnya jumlah jaringan toko, penguatan portofolio merek, dan integrasi di dalam ekosistem Grup Erajaya.
Manajemen ERAL memastikan bahwa arah pertumbuhan ke depan akan terus bertumpu pada ekspansi jaringan ritel serta penguatan portofolio produk.
Perseroan mematok target penambahan sekitar 50 hingga 60 gerai baru setiap tahunnya, yang dibarengi dengan peluncuran lima sampai enam merek baru secara selektif guna meraih peluang pasar yang terus berkembang.
Aksi korporasi tersebut disokong oleh optimalisasi ekosistem bisnis Grup Erajaya yang menjadi salah satu modal kekuatan utama perseroan.
Melalui jalinan kerja sama antar-entitas di dalam grup, kemitraan strategis, hingga penyelarasan dengan platform digital serta pelanggan, ERAL berkomitmen untuk membangun motor pertumbuhan bisnis yang kokoh untuk jangka panjang.
Efektivitas strategi tersebut sudah mulai terlihat pada laporan keuangan kuartal pertama tahun ini. ERAL sukses meraup penjualan bersih senilai Rp1,7 triliun pada kuartal I/2026, atau melonjak sebesar 24,2% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sektor ritel menjadi penyumbang paling dominan dalam menyokong pertumbuhan ini. Penjualan dari lini ritel melesat 18,9% secara tahunan (year-on-year), yang membuat porsi kontribusinya terhadap total pendapatan perusahaan naik menjadi 63%, dibandingkan dengan porsi 53% pada kuartal I/2025.
Dari aspek profitabilitas, pertumbuhan laba kotor tercatat melampaui pertumbuhan nilai penjualan, yaitu melonjak sebesar 42% hingga mencapai Rp319 miIiar. Kenaikan tersebut merefleksikan adanya penyempurnaan bauran produk serta efisiensi operasional yang berhasil diterapkan oleh perusahaan.
Sementara itu, angka laba operasi juga terangkat sebesar 36,2% menjadi Rp79 miliar, yang ditopang oleh penguatan operating leverage seiring dengan skala bisnis perusahaan yang kian membesar.
Walaupun saat ini tengah berada dalam roda ekspansi yang agresif, ERAL terbukti tetap lihai menjaga pertumbuhan laba bersihnya. Perseroan berhasil membukukan keuntungan bersih sebesar Rp44 miliar pada kuartal I/2026, atau mengalami kenaikan 4,4% bila disandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu.