Dongkrak Ekosistem Emas, BSI Serap 60 Persen Lebih Penjualan ANTAM

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 11 Juni 2026
Dongkrak Ekosistem Emas, BSI Serap 60 Persen Lebih Penjualan ANTAM
Ilustasi: Layanan bisnis emas BSI. (Foto: infobanknews.com)

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berhasil menyerap lebih dari 60 persen porsi penjualan emas milik ANTAM untuk kategori pihak berelasi. 

Sementara itu, dari keseluruhan total penjualan emas yang dilakukan oleh ANTAM, porsi yang diserap oleh BSI berada di angka sekitar 11 persen.

Menurut penjelasan Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, dalam rangka memperkuat ekosistem emas, BSI yang kini bertindak sebagai Bank Bulion menjalin kerja sama dengan ANTAM guna menjaga pasokan stok emas.

 Sinergi ini diharapkan tidak sekadar menjadi program kelanjutan biasa, melainkan sebuah langkah ekspansi yang agresif dari kolaborasi yang telah terjalin kuat selama lebih dari 10 tahun.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Langkah ini menjadi bukti keseriusan mendorong Astacita Pemerintah melalui monetisasi emas dan ekosistem emas yang berkelanjutan," tutur dia, Rabu (10/6/2026).

Anton Sukarna memaparkan lebih lanjut bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, emas tetap menjadi pilihan utama investasi karena dinilai memiliki ketahanan yang baik terhadap inflasi. 

Kondisi tersebut terbukti dari minat masyarakat yang terus meningkat untuk memiliki logam mulia melalui sistem cicil emas.

Tren positif ini juga dirasakan oleh Bank Syariah Indonesia yang membukukan pertumbuhan signifikan pada sektor bisnis emasnya. 

Hingga periode April 2026, pembiayaan cicil emas di BSI mencatatkan pertumbuhan yang mencapai 97,90 persen secara year on year dengan nilai menyentuh Rp16,93 triliun.

Penyusunan portofolio investasi melalui emas ini memperlihatkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi instrumen investasi kian membaik. 

Masyarakat menilai emas sebagai alternatif yang aman untuk memenuhi target finansial dalam jangka menengah maupun panjang.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Emas masih memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi syariah di instrumen yang aman dan diyakini tahan terhadap inflasi. Potensi inilah yang kami garap untuk memperluas jangkauan nasabah emas BSI," ujarnya.

Fasilitas cicil emas ini digemari oleh lintas generasi, mulai dari gen Z, milenial, hingga kelompok baby boomers

Tingginya minat ini dipengaruhi oleh opsi jangka waktu yang fleksibel, nilai angsuran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan, serta daya tarik dari produk logam mulia milik ANTAM dan BSI Gold.

Anton Sukarna menambahkan bahwa komoditas emas dapat dialokasikan sebagai aset untuk mempersiapkan kebutuhan mendesak atau rencana jangka panjang, contohnya seperti dana pendidikan anak, biaya ibadah haji, maupun persiapan pernikahan bagi generasi muda.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Untuk itu, kami menyiapkan berbagai ukurang gramase emas logam mulia mulai dari 5 gram emas hingga 100 gram," kata dia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua