Sabtu, 09 Mei 2026

Asing Net Buy Jumbo Lewat Saham MAPI Saat IHSG Turun 2,86 Persen

Asing Net Buy Jumbo Lewat Saham MAPI Saat IHSG Turun 2,86 Persen
Ilustrasi Asing Net Buy Jumbo (Sumber Gambar: Kontan.id)

JAKARTA – Walaupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini mengalami pelemahan mendalam hingga keluar dari level 7.000, para investor asing tetap membukukan aksi beli bersih (net buy) dalam jumlah besar melalui transaksi saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI). 

Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (8/5/2026), IHSG ditutup merosot 2,86% atau terpangkas 204,92 poin menuju posisi 6.969,39. Sepanjang sesi perdagangan, pergerakan indeks berada di rentang 6.969 sampai 7.186. 

Kendati IHSG mengalami penurunan, investor asing justru mencatatkan net buy senilai Rp11,42 triliun pada hari ini. Kondisi tersebut menyebabkan angka jual bersih (net sell) secara tahun berjalan (year to date) menyusut menjadi Rp37,60 triliun.

Baca Juga

Laba Bank Jago Melesat 115 Persen dan Setujui Susunan Direksi Baru

Berdasarkan publikasi IPOT, lima saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing adalah MAPI dengan net buy mencapai Rp11,8 triliun, diikuti oleh BBRI sebesar Rp176,8 miliar, NSSS senilai Rp170,5 miliar, MDKA sejumlah Rp134,4 miliar, dan TLKM sebesar Rp104,7 miliar. 

Sebaliknya, lima saham yang paling banyak dilepas oleh pihak asing adalah BMRI dengan net sell Rp436,4 miliar, BUMI Rp82,9 miliar, TINS Rp76,5 miliar, BREN Rp73,1 miliar, dan ADRO sebesar Rp68,4 miliar.

Sebagaimana diketahui, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) kini telah resmi memiliki pengendali baru setelah perusahaan asal Singapura, Pacific Universal Investments Pte. Ltd., melakukan akuisisi terhadap 51% saham perusahaan dengan nilai mencapai Rp11,81 triliun.

Corporate Secretary MAPI, Eva Andrianie, menyampaikan bahwa proses transaksi tersebut telah tuntas pada Jumat, 8 Mei 2026. Total saham yang diambil alih tersebut merepresentasikan 51% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh oleh perusahaan.

“Pacific Universal Investments Pte. Ltd. telah menyelesaikan pengambilalihan sebanyak 8.466.000.000 saham perseroan, mewakili 51% dari total modal ditempatkan dan disetor dalam perseroan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber melalui keterangan manajemen dalam keterbukaan informasi pada Jumat (8/5/2026).

Saham tersebut dibeli dari PT Satya Mulia Gema Gemilang pada tingkat harga Rp1.395 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp11,81 triliun. Dengan selesainya transaksi ini, Pacific secara resmi menjadi pengendali baru pada emiten ritel gaya hidup tersebut. 

Berkaitan dengan aksi korporasi ini, Pacific bersama afiliasinya, CVC Capital Partners, akan menunjuk Samudra (Investment) Pte. Ltd. dan Ocean Continuum Pte. Ltd. guna menjalankan penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO).

Pihak manajemen menyatakan bahwa harga penawaran tender wajib tersebut dipatok pada angka Rp1.550 per lembar saham MAPI, dengan senantiasa mematuhi regulasi perundang-undangan yang berlaku. 

Eva Andrianie pun menegaskan bahwa adanya pergantian pengendalian ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap operasional, kondisi finansial, maupun keberlanjutan bisnis perusahaan.

Untuk diketahui, PT Mitra Adiperkasa Tbk. merupakan salah satu raksasa ritel di Indonesia yang memegang portofolio lebih dari 150 merek berskala global, mulai dari departemen store, olahraga, busana, perlengkapan anak, makanan dan minuman, hingga gaya hidup. 

Hingga akhir Maret 2026, MAP telah mengoperasikan lebih dari 4.000 gerai ritel yang tersebar di lebih dari 80 kota di seluruh Indonesia. Perusahaan ini mengelola berbagai konsep ritel utama, seperti Sogo, Seibu, Galeries Lafayette, dan The FoodHall. 

Pada lini busana dan kecantikan, MAP menaungi jenama kenamaan seperti Zara, Marks & Spencer, Mango, Massimo Dutti, Swarovski, Zara Home, Boots, dan Sephora.

Sementara itu, pada divisi aktif atau olahraga dan rekreasi, cakupannya meliputi Sports Station, PlanetSports.Asia, Foot Locker, Sports Direct, Skechers, New Balance, Converse, Crocs, Reebok, HOKA, Golf House, Staccato, dan ALDO. 

Untuk kategori anak, MAP mengelola KidzStation, Smiggle, dan Lego. Pada sektor teknologi, perusahaan memiliki Digimap, Digiplus, serta Shark Ninja. 

Sedangkan di sektor makanan dan minuman, MAP merupakan operator untuk Starbucks, Pizza Marzano, Krispy Kreme, Cold Stone Creamery Ice Cream, Godiva, Genki Sushi, Subway, hingga Toast Box. Perusahaan ini juga mengelola konsep ritel lokal yaitu Alun Alun Indonesia.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

OJK Terbitkan POJK Nomor 4 Tahun 2026 Produk Investasi Bank Syariah

OJK Terbitkan POJK Nomor 4 Tahun 2026 Produk Investasi Bank Syariah

10 Saham Paling Boncos Sepekan, PBSA, ELPI hingga INCO Masuk Daftar

10 Saham Paling Boncos Sepekan, PBSA, ELPI hingga INCO Masuk Daftar

Top Gainers Sepekan: Saham MORA Melesat 59%, Disusul ASPR dan MEDS

Top Gainers Sepekan: Saham MORA Melesat 59%, Disusul ASPR dan MEDS

Rincian Harga Jual dan Buyback Emas Antam di Pegadaian 9 Mei 2026

Rincian Harga Jual dan Buyback Emas Antam di Pegadaian 9 Mei 2026

 Harga Emas Perhiasan Sabtu, 9 Mei 2026: Kadar 24K Turun ke Rp2,48 Juta

Harga Emas Perhiasan Sabtu, 9 Mei 2026: Kadar 24K Turun ke Rp2,48 Juta