Zyrex Kantongi Fasilitas Kredit 178,8 Miliar Rupiah Dari Bank Permata Sekarang
- Senin, 13 April 2026
JAKARTA - Emiten produsen laptop lokal PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk resmi mendapatkan suntikan dana segar melalui skema fasilitas kredit perbankan dalam skala besar.
Langkah strategis ini diambil oleh perusahaan dengan kode saham ZYRX tersebut guna memperkuat fondasi keuangan mereka di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat. Kerja sama finansial ini melibatkan PT Bank Permata Tbk sebagai pihak kreditur yang memberikan kepercayaan penuh terhadap rencana jangka panjang yang diusung oleh manajemen Zyrexindo.
Berdasarkan dokumen resmi yang dirilis melalui otoritas bursa, total nilai pendanaan yang berhasil diamankan oleh perusahaan manufaktur perangkat elektronik ini mencapai angka 178,8 miliar rupiah.
Baca JugaBursa Asia Menghijau, Indeks Kospi Cetak Rekor Baru Pagi Ini
Skema Pembiayaan untuk Kebutuhan Operasional Perusahaan
Dana tersebut terbagi ke dalam beberapa skema pembiayaan yang dirancang secara spesifik untuk mendukung berbagai aspek fundamental bisnis yang sedang dikembangkan oleh pihak perseroan saat ini. Fasilitas pertama yang diberikan adalah revolving loan dengan nilai pagu mencapai 60 miliar rupiah yang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja harian perusahaan secara lebih fleksibel.
Sekretaris Perusahaan ZYRX, Evan Jordan, menjelaskan bahwa penandatanganan perjanjian ini merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam menjaga likuiditas serta memastikan kelancaran seluruh rantai pasokan produksi.
Kebutuhan modal kerja menjadi sangat krusial mengingat permintaan pasar terhadap produk laptop merek lokal terus menunjukkan tren positif baik dari sektor ritel maupun pengadaan pemerintah. Dengan adanya fasilitas ini, Zyrex memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk melakukan pengadaan komponen serta bahan baku secara tepat waktu guna memenuhi target produksi bulanan mereka. Evan Jordan juga menegaskan bahwa seluruh proses transaksi ini dilakukan dengan mengikuti prosedur hukum yang berlaku serta telah memenuhi seluruh persyaratan administratif yang ditetapkan oleh pihak perbankan.
Alokasi Dana Terbagi Dalam Tiga Kategori Utama
Selain fasilitas untuk modal kerja, perusahaan juga mengalokasikan dana sebesar 54,4 miliar rupiah melalui skema term financing 1 yang secara khusus diperuntukkan bagi pembelian aset. Aset yang dimaksud dalam kesepakatan ini adalah berupa lahan atau tanah yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam ekosistem manufaktur perusahaan guna mendukung pengembangan infrastruktur fisik di masa depan. Langkah ini dipandang sebagai investasi strategis untuk jangka panjang karena ketersediaan lahan milik sendiri akan mengurangi beban biaya sewa serta memberikan stabilitas operasional bagi perusahaan tersebut.
Selanjutnya, terdapat fasilitas term financing 2 dengan nilai mencapai 64,4 miliar rupiah yang sepenuhnya akan didedikasikan untuk proses pembangunan serta pengembangan fasilitas fisik yang telah direncanakan sebelumnya. Suntikan dana ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek-proyek infrastruktur perusahaan sehingga kapasitas produksi dapat segera ditingkatkan sesuai dengan proyeksi pertumbuhan bisnis yang telah dicanangkan oleh manajemen. Ketiga skema pembiayaan ini membentuk satu kesatuan strategi finansial yang komprehensif untuk membawa perusahaan menuju level efisiensi yang lebih baik serta meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Kepatuhan Regulasi dan Dampak Terhadap Struktur Keuangan
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Senin 13 April 2026, Evan Jordan menyatakan bahwa perseroan bertindak sebagai debitur yang bertanggung jawab atas seluruh kewajiban yang timbul nantinya. Pihak manajemen memastikan bahwa mereka akan mematuhi seluruh kewajiban pembayaran yang mencakup biaya administrasi, bunga, hingga angsuran pokok sesuai dengan jadwal yang telah disepakati dalam perjanjian kredit tersebut. Transaksi ini juga telah dikategorikan sebagai transaksi material namun tetap mengikuti ketentuan pengecualian yang diatur secara mendalam dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Keberadaan tambahan fasilitas pembiayaan ini diyakini akan memberikan dampak yang sangat positif terhadap struktur permodalan perusahaan serta memperkuat posisi tawar mereka di hadapan para mitra bisnis internasional. Dengan neraca keuangan yang semakin solid, Zyrex memiliki peluang yang lebih besar untuk melakukan negosiasi dengan pemasok komponen global guna mendapatkan harga yang lebih kompetitif bagi produk-produk mereka. Penguatan struktur keuangan ini juga menjadi sinyal positif bagi para investor di pasar modal bahwa perusahaan memiliki dukungan pendanaan yang kuat untuk mengeksekusi rencana ekspansi bisnisnya secara konsisten.
Ambisi Ekspansi Pasar Internasional dan Ekspor ke AS
Sejalan dengan perolehan fasilitas kredit ini, Zyrex memang tengah gencar melakukan langkah-langkah berani untuk menembus pasar internasional, terutama dalam memenuhi permintaan ekspor dari wilayah Amerika Serikat. Perusahaan bahkan telah menetapkan target yang cukup ambisius untuk memulai pengiriman produk perdana mereka ke pasar Amerika Serikat yang dijadwalkan akan terlaksana pada bulan Agustus 2025. Ekspansi kapasitas produksi yang didanai oleh kredit dari Bank Permata ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari strategi besar perusahaan untuk menjadi pemain utama di pasar global.
Peningkatan fasilitas produksi serta penerapan efisiensi operasional berbasis teknologi terbaru menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk dapat bersaing dengan merek-merek laptop global yang sudah ada. Zyrex berkomitmen untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi yang tidak hanya unggul dari segi harga, tetapi juga memenuhi standar kualitas internasional yang sangat ketat di negara tujuan ekspor. Guna mendukung penetrasi pasar yang lebih luas di kancah global, perusahaan juga telah berhasil mengantongi sejumlah sertifikasi prestisius seperti ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu perusahaan.
Peningkatan Kapasitas Produksi Berbasis Standar Mutu Global
Selain manajemen mutu, perseroan juga memperhatikan aspek keberlanjutan dengan meraih sertifikasi ISO 14001 yang merupakan standar internasional untuk pengelolaan lingkungan dalam seluruh proses produksi yang dijalankan. CEO ZYRX, Timothy Siddik, dalam pernyataannya pada Selasa 12 Agustus 2025 silam, pernah menekankan bahwa ekspansi ini adalah bagian dari visi besar perusahaan untuk menjadi mitra global yang tepercaya. Kepercayaan yang diberikan oleh pelanggan dari skala internasional serta raihan sertifikasi ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh elemen di perusahaan untuk terus bertumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Timothy juga menambahkan bahwa keberhasilan perusahaan dalam mendapatkan pelanggan di wilayah Amerika Serikat merupakan sebuah bukti nyata bahwa kapabilitas produksi anak bangsa mampu bersaing secara kompetitif. Kualitas produk laptop lokal kini sudah mulai diakui oleh pasar dunia, dan hal ini menjadi momentum penting bagi industri teknologi dalam negeri untuk terus meningkatkan standar serta inovasi produk. Dengan dukungan pendanaan dari Bank Permata senilai 178,8 miliar rupiah ini, seluruh rencana ekspansi tersebut kini memiliki landasan finansial yang sangat kuat untuk segera diwujudkan menjadi kenyataan operasional.
Perusahaan berharap bahwa integrasi antara pendanaan yang kuat, infrastruktur yang memadai, serta standar mutu internasional akan menciptakan keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi oleh kompetitor lain di industri ini. Fokus pada efisiensi biaya serta optimalisasi lini produksi akan terus menjadi prioritas utama bagi manajemen Zyrexindo Mandiri Buana dalam beberapa tahun ke depan guna menjaga momentum pertumbuhan positif. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan nilai ekspor produk teknologi tinggi buatan dalam negeri ke pasar mancanegara yang sangat potensial.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026











