Jumat, 15 Mei 2026

ADHI Garap Proyek Strategis Nasional, Raih Rp18,1 T Kontrak Baru

ADHI Garap Proyek Strategis Nasional, Raih Rp18,1 T Kontrak Baru

Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) mencatatkan mencatatkan kinerja positif dari sisi perolehan kontrak baru sepanjang 2025. Hingga 31 Desember 2025, ADHI berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp18,1 triliun. Kontrak baru tersebut masih didominasi lini bisnis engineering & konstruksi sebesar 91%, disusul manufaktur 5%, properti & hospitality 3%, serta investasi & konsesi 1%.

Dari sisi jenis pekerjaan, proyek gedung menjadi kontributor terbesar dengan porsi 43%, diikuti infrastruktur sumber daya air 15%, serta jalan dan jembatan 14%. Dari sisi operasional, total produksi ADHI sepanjang 2025 mencapai Rp16,6 triliun, dengan kontribusi pendapatan usaha non-JO sebesar Rp9,7 triliun yang berasal dari proyek non-joint operation (non-JO) serta Rp462 miliar dari proyek joint operation (JO). Kontribusi utama terhadap capaian produksi ini berasal dari sejumlah proyek infrastruktur strategis, antara lain proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, Jalan Tol Yogyakarta–Solo–Kulon Progo, serta proyek PUSRI III-B.

Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, menyampaikan bahwa Perseroan terus berfokus pada peningkatan kualitas bisnis secara menyeluruh dengan menitikberatkan pada penguatan bisnis inti konstruksi. Upaya tersebut dilakukan melalui inovasi dalam proses bisnis serta langkah-langkah streamlining bisnis, termasuk melalui divestasi yang dilakukan secara terukur dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Strategi tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan yang dicanangkan oleh Danantara sebagai Holding Operasional.

Baca Juga

Kinerja Positif Aman Agrindo Raup Laba Rp 36,8 Juta Awal Tahun 2026

Sejalan dengan program penyehatan BUMN Karya yang dipimpin oleh Danantara selaku pemegang saham mayoritas, ADHI pada tahun buku 2025 juga melakukan penataan menyeluruh terhadap kualitas aset dan pencadangan di seluruh lini usaha. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi neraca Perseroan mencerminkan situasi bisnis yang faktual, aktual, dan prudent, sekaligus menjadi landasan yang lebih kokoh bagi Perseroan dalam melanjutkan langkah strategis ke depan.

Redaksi

Redaksi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mitratel Dapat Pinjaman Hijau Rp. 500 Miliar dari HSBC Indonesia

Mitratel Dapat Pinjaman Hijau Rp. 500 Miliar dari HSBC Indonesia

Serpong Jaya Fokus Garap Hunian Hijau dan Bebas Banjir di Serpong

Serpong Jaya Fokus Garap Hunian Hijau dan Bebas Banjir di Serpong

Sompo Insurance Optimis Bisnis Asuransi Properti Prospektif di 2026

Sompo Insurance Optimis Bisnis Asuransi Properti Prospektif di 2026

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel