JAKARTA - Perubahan pola minat calon mahasiswa pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi sorotan utama setelah hasil seleksi resmi diumumkan.
Tahun ini, kecenderungan pilihan program studi mengalami pergeseran yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Jika sebelumnya jurusan dari rumpun sosial humaniora mendominasi, kini program studi berbasis sains dan teknologi justru menjadi primadona baru di kalangan pendaftar.
Baca JugaWapres Gibran Rakabuming Raka Segera Berkantor di IKN Ini Jadwal Terbarunya
Fenomena ini terlihat jelas dari data resmi yang menunjukkan tingginya persaingan pada sejumlah program studi unggulan, khususnya di perguruan tinggi negeri ternama.
Lonjakan jumlah pendaftar yang tidak sebanding dengan daya tampung membuat tingkat keketatan semakin tinggi, sehingga peluang lolos pun semakin selektif.
Akses Pengumuman Dan Alternatif Link Resmi
Hasil pengumuman SNBP 2026 dapat diakses melalui laman utama pengumuman-snbp.snpmb.id sejak 31 Maret 2026 pukul 15.00 WIB.
Selain itu, panitia juga menyediakan berbagai link mirror dari perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi lonjakan trafik yang biasanya terjadi saat pengumuman berlangsung.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh peserta tetap dapat mengakses hasil seleksi tanpa kendala teknis. Dalam praktiknya, penggunaan link alternatif menjadi solusi efektif ketika server utama mengalami kepadatan akses.
Untuk mengecek hasil seleksi, peserta hanya perlu mengikuti langkah sederhana, mulai dari membuka laman resmi, memilih menu pengumuman, memasukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir, hingga menampilkan hasil seleksi di layar.
Persaingan Ketat Di Program Studi Favorit
Data SNBP 2026 menunjukkan bahwa program studi teknik dan kesehatan menjadi yang paling diminati. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor industri dan kesehatan, serta prospek karier yang dianggap lebih menjanjikan.
Ketua Tim SNPMB, Prof Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar tahun ini mencapai 806.242 siswa, sementara daya tampung hanya tersedia untuk 162.116 kursi di PTN akademik, belum termasuk kuota vokasi.
“Jurusan bidang teknik, kesehatan, dan hukum menjadi yang paling diminati pada SNBP tahun ini,” ujar Prof Wolok.
Dominasi perguruan tinggi di Pulau Jawa juga masih sangat kuat, terutama dalam daftar program studi dengan tingkat persaingan tertinggi. Salah satu yang paling menonjol adalah Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan yang menjadi program studi dengan peminat terbanyak.
Berikut daftar jurusan terketat di SNBP 2026 untuk PTN akademik:
1. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan – ITB
Pendaftar: 2.002 | Diterima: 95
2. Pendidikan Dokter – Universitas Indonesia
Pendaftar: 1.943 | Diterima: 60
3. Kedokteran – Universitas Gadjah Mada
Pendaftar: 1.899 | Diterima: 53
4. STEI-K (Komputasi) – ITB
Pendaftar: 1.847 | Diterima: 52
5. FTMD – ITB
Pendaftar: 1.621 | Diterima: 76
6. Farmasi – Universitas Padjadjaran
Pendaftar: 1.621 | Diterima: 50
7. Ilmu Keperawatan – Universitas Padjadjaran
Pendaftar: 1.603 | Diterima: 58
8. Kedokteran – Universitas Airlangga
Pendaftar: 1.546 | Diterima: 63
9. Ilmu Hukum – Universitas Diponegoro
Pendaftar: 1.530 | Diterima: 184
10. Ilmu Hukum – Universitas Indonesia
Pendaftar: 1.420 | Diterima: 114
Dominasi Bidang Teknik Di Jalur Vokasi
Tidak hanya di jalur akademik, tren serupa juga terlihat pada jalur vokasi. Program studi berbasis teknik masih menjadi pilihan utama dengan tingkat persaingan yang tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi semakin diminati karena dianggap lebih aplikatif dan langsung terhubung dengan kebutuhan industri.
Berikut daftar jurusan terketat di PTN vokasi:
1. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Pendaftar: 599 | Diterima: 94
2. Teknik Informatika – Politeknik Negeri Jakarta
Pendaftar: 527 | Diterima: 18
3. Administrasi Bisnis Terapan – Politeknik Negeri Jakarta
Pendaftar: 492 | Diterima: 18
4. Administrasi Bisnis Terapan – Politeknik Negeri Batam
Pendaftar: 480 | Diterima: 30
5. Teknik Informatika – Politeknik Negeri Bandung
Pendaftar: 474 | Diterima: 25
6. Akuntansi Keuangan – Politeknik Negeri Jakarta
Pendaftar: 380 | Diterima: 12
7. Logistik Perdagangan Internasional – Politeknik Negeri Batam
Pendaftar: 375 | Diterima: 30
8. Perkeretaapian – Politeknik Negeri Madiun
Pendaftar: 321 | Diterima: 36
9. Teknik Elektronika – Politeknik Negeri Bandung
Pendaftar: 315 | Diterima: 20
10. Administrasi Bisnis – Politeknik Negeri Bandung
Pendaftar: 308 | Diterima: 13
Perubahan Tren Dan Implikasi Ke Depan
Perubahan tren pemilihan jurusan pada SNBP 2026 menunjukkan adanya pergeseran preferensi generasi muda terhadap bidang studi yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
Selain itu, meningkatnya kesadaran akan prospek karier juga menjadi faktor pendorong utama dalam menentukan pilihan program studi. Hal ini terlihat dari dominasi jurusan teknik, kesehatan, dan hukum yang memiliki peluang kerja luas.
Di sisi lain, tingginya persaingan juga menjadi tantangan tersendiri bagi calon mahasiswa. Dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat setiap tahun, diperlukan persiapan yang lebih matang agar dapat bersaing di jalur seleksi nasional.
Panitia SNPMB juga terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas seleksi, termasuk dalam hal transparansi dan aksesibilitas sistem pengumuman. Dengan demikian, diharapkan proses seleksi dapat berjalan lebih adil dan efisien di masa mendatang.
Melalui SNBP 2026, terlihat bahwa arah pendidikan tinggi di Indonesia semakin bergerak menuju penguatan bidang sains dan teknologi. Hal ini menjadi sinyal penting bagi dunia pendidikan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Pemerintah Tetapkan Batas Pembelian BBM Subsidi Maksimal Lima Puluh Liter
- Rabu, 01 April 2026
PT Pos Properti Optimis Tumbuh Delapan Belas Persen Meski Krisis Properti
- Rabu, 01 April 2026












