JAKARTA - Banyak orang mengonsumsi apel sebagai bagian dari pola hidup sehat, tetapi masih sering muncul kebiasaan yang tanpa disadari justru mengurangi manfaatnya.
Salah satu perdebatan paling umum adalah apakah apel sebaiknya dimakan bersama kulitnya atau dikupas terlebih dahulu. Padahal, cara sederhana ini ternyata sangat berpengaruh terhadap kandungan gizi yang masuk ke tubuh.
Manfaat Serat Pada Kulit Apel
Baca Juga
Apel merupakan buah yang menjadi favorit banyak orang. Rasanya segar, mudah didapat, dan bermanfaat untuk kesehatan. Namun, ada satu pertanyaan sederhana yang sering muncul, apakah sebaiknya apel dimakan beserta kulitnya, atau lebih baik dikupas dulu sebelum dikonsumsi?
Para ahli kesehatan mengungkap cara makan apel yang tepat. Salah satu alasan mengapa disarankan untuk tidak mengupas apel adalah karena kandungan seratnya.
Bagian kulit apel adalah tempat konsentrasi serat tertinggi berada, sehingga saat membuangnya berarti kamu kehilangan sebagian besar manfaat pencernaan dari buah ini.
Serat dalam kulit apel terdiri dari dua jenis sekaligus, yakni serat larut dan serat tidak larut. Serat tidak larut membantu melancarkan pergerakan usus dan mencegah sembelit.
Sementara itu, serat larut seperti pektin membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan menstabilkan gula darah. Dengan membuang kulit apel, kamu kehilangan kedua jenis serat yang saling melengkapi ini sekaligus.
Kandungan Antioksidan Dan Senyawa Penting
Tak banyak diketahui, beberapa antioksidan paling berharga dalam apel hanya ada di kulitnya, dan tidak ditemukan di bagian daging buah sama sekali. Ini berarti apel yang dikupas kehilangan senyawa-senyawa pelindung yang paling unik dan kuat.
Melansir Healthline, kulit apel mengandung antioksidan quercetin yang dapat membantu mengatur sistem imun dan mengurangi peradangan.
Secara teoritis, ini menjadikan apel beserta kulitnya berpotensi efektif dalam mendukung kesehatan sistem pernapasan.
Kandungan antioksidan dalam kulit apel terbukti jauh lebih tinggi dibandingkan di bagian dagingnya, konsentrasi antioksidan di kulit apel bahkan bisa mencapai empat kali lebih tinggi dibandingkan daging buahnya.
Para peneliti dari Universitas Cornell, menemukan bahwa triterpenoid yang terkandung dalam kulit apel memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, terutama yang berkaitan dengan kanker hati, usus besar, dan payudara.
Senyawa-senyawa pelindung ini tidak ditemukan dalam daging apel, menjadikan kulit apel jadi berharga.
Dampak Konsumsi Apel Utuh Bagi Kesehatan Jantung
Manfaat kulit apel tidak berhenti pada kandungan nutrisinya saja, ada penelitian pada manusia yang membuktikan bahwa makan apel beserta kulitnya memberikan dampak nyata dan terukur pada kesehatan kardiovaskular, khususnya fungsi arteri dan pembuluh darah.
Melansir Healthline, sebuah penelitian langsung membandingkan efek makan apel beserta kulitnya dengan makan apel yang sudah dikupas. Hasilnya, memakan apel yang tidak dikupas menghasilkan kadar flavonoid yang lebih tinggi dalam aliran darah dan secara signifikan meningkatkan fungsi arteri, dibandingkan dengan memakan apel tanpa kulitnya.
Para peneliti menyimpulkan bahwa risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah pada mereka yang rajin makan apel paling mungkin disebabkan oleh tingginya konsentrasi flavonoid dalam kulit apel, yang terbukti memperbaiki fungsi endotelial atau fungsi dinding arteri.
Studi lanjutan yang melibatkan ribuan perempuan dalam Nurses' Health Study juga menemukan bahwa mereka yang memakan satu apel per hari yang utuh beserta kulitnya memiliki risiko kematian dari semua penyebab 35 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi apel.
Para peneliti meyakini bahwa manfaat ini sebagian besar bersumber dari kandungan flavonoid dalam kulit apel yang memberikan efek perlindungan pada sistem kardiovaskular.
Cara Aman Mengonsumsi Apel Tanpa Mengupas Kulitnya
Salah satu alasan paling umum mengapa banyak orang memilih mengupas apel adalah kekhawatiran tentang residu pestisida di permukaan kulitnya.
Kekhawatiran ini memang valid, namun para ahli menegaskan bahwa ada cara yang jauh lebih baik untuk mengatasinya selain membuang kulit yang penuh nutrisi itu.
Cara paling efektif untuk membersihkan apel sebelum dimakan beserta kulitnya adalah dengan merendamnya dalam larutan soda kue. Caranya, bilas apel sebentar dengan air bersih, lalu larutkan empat sendok teh soda kue ke dalam 1,5 liter air, aduk rata, dan rendam apel selama 10 hingga 15 menit.
Setelah itu, bilas kembali dengan air mengalir yang bersih, tiriskan, dan apel siap dimakan beserta kulitnya dengan aman. Cara alternatif lainnya adalah merendam apel dalam larutan cuka putih atau air perasan jeruk lemon selama beberapa menit sebelum dibilas bersih.
Para ahli gizi juga menyarankan untuk memilih apel organik jika memungkinkan, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil, karena dibudidayakan tanpa penggunaan pestisida sintetis.
Namun, untuk yang mengonsumsi apel non-organik, mencuci dengan baik menggunakan metode yang tepat sudah cukup untuk mengurangi residu pestisida secara signifikan, tanpa harus mengorbankan nutrisi berharga yang ada di kulitnya.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.









