JAKARTA - Di tengah dinamika industri perbankan yang masih dipenuhi tantangan, kemampuan menjaga pertumbuhan laba menjadi indikator penting bagi kesehatan sebuah bank.
PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) menunjukkan bahwa efisiensi operasional dan strategi pengelolaan dana dapat menjadi kunci untuk mempertahankan kinerja positif, bahkan ketika beberapa pos pendapatan mengalami tekanan.
Memasuki awal 2026, bank ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang cukup signifikan. Pencapaian tersebut tidak hanya ditopang oleh peningkatan pendapatan, tetapi juga oleh keberhasilan dalam menekan berbagai beban, termasuk biaya dana dan beban operasional lainnya.
Baca JugaKurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Global
Dengan kombinasi tersebut, kinerja keuangan CIMB Niaga tetap solid di tengah kondisi pasar yang tidak sepenuhnya stabil.
Kinerja Laba Tumbuh Di Tengah Tekanan Pendapatan
PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) masih menjaga tren positif pertumbuhan labanya pada bulan kedua tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan bank, laba bersih periode berjalan CIMB Niaga secara bank only tumbuh 45,37% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1,07 triliun.
Di pos bunga, bank nampak berhasil menekan biaya dana dengan catatan penurunan beban bunga sebesar 18,16% yoy menjadi Rp 1,51 triliun dalam periode ini.
Dengan begitu, meski pendapatan bunganya terkoreksi 8% yoy menjadi Rp 3,45 triliun, pendapatan bunga bersih alias net interest income (NII) bank masih bisa dijaga dengan pertumbuhan tipis 1,89% yoy menjadi Rp 1,94 triliun.
Efisiensi Operasional Dorong Profitabilitas
Dari sisi operasional, beban operasional lainnya juga banyak ditekan, nilainya turun 40% yoy menjadi Rp 579 miliar. Salah satu penyebabnya ialah pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi bank melonjak 55,48% yoy menjadi Rp 454 miliar.
Namun begitu, beban impairment bank terpantau meningkat 14,05% yoy menjadi Rp 276 miliar. Dengan demikian, laba operasional bank berhasil tumbuh 40,73% yoy menjadi Rp 1,36 triliun.
Kondisi ini mencerminkan bahwa efisiensi menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan laba, terutama ketika tekanan terhadap pendapatan bunga masih terjadi.
Penyaluran Kredit Dan Pembiayaan Relatif Stabil
Dari sisi intermediasi, total pembiayaan yang disalurkan CIMB Niaga per Februari 2026 cenderung stagnan dengan catatan pertumbuhan tipis 0,24% yoy menjadi Rp 216,85 triliun.
Jika dirinci, kredit yang disalurkan tumbuh 6,67% yoy menjadi Rp 167,61 triliun dan pembiayaan syariah terkoreksi 16,8% yoy menjadi Rp 49,25 triliun.
Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran dalam komposisi pembiayaan, di mana pertumbuhan kredit konvensional masih mampu mengimbangi penurunan pada segmen syariah.
Dana Murah Jadi Penopang Struktur Pendanaan
Beranjak ke pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) bank menunjukkan tren pertumbuhan dana murah yang positif. Giro bank tumbuh hingga 16,89% yoy menjadi Rp 102,55 triliun dan tabungan tumbuh 6,35% yoy menjadi Rp 87,55 triliun.
Sementara itu, deposito bank yang tergolong dana mahal turun sampai 12,34% yoy menjadi Rp 71,08 triliun. Dus, secara keseluruhan DPK bank masih berhasil tumbuh 4% yoy menjadi Rp 261,18 triliun.
Struktur pendanaan yang semakin didominasi oleh dana murah ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efisiensi biaya dana, sehingga mampu menopang kinerja laba secara keseluruhan.
Dengan strategi yang berfokus pada efisiensi, penguatan dana murah, serta pengelolaan risiko yang lebih terukur, CIMB Niaga menunjukkan ketahanan kinerja di tengah tekanan pasar.
Ke depan, tantangan tetap ada, terutama dari sisi pertumbuhan pembiayaan dan kualitas aset, namun fondasi yang telah dibangun memberikan ruang bagi bank untuk tetap menjaga momentum pertumbuhan.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal Terbaru dan Harga Tiket Ferry Batam Singapura April 2026 Lengkap
- Rabu, 01 April 2026
Berita Lainnya
Bursa Asia Menguat Pagi Ini Dipicu Harapan Berakhirnya Konflik Iran Global
- Rabu, 01 April 2026
Allo Bank Antisipasi Risiko Kredit dengan Naikkan Impairment Awal Tahun 2026
- Rabu, 01 April 2026












