Waktu Terbaik Jalan Kaki Menurut Studi untuk Maksimalkan Energi dan Kesehatan Tubuh
- Senin, 30 Maret 2026
JAKARTA - Jalan kaki sering dianggap sebagai olahraga paling sederhana yang dapat dilakukan siapa saja.
Aktivitas ini tidak membutuhkan peralatan khusus dan bisa dilakukan kapan pun. Meski begitu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa waktu berjalan kaki dapat memengaruhi manfaat yang diperoleh tubuh. Memilih momen yang tepat dapat membantu meningkatkan energi, mengontrol berat badan, hingga memperbaiki kualitas tidur.
Banyak orang berjalan kaki tanpa memperhatikan waktu pelaksanaannya. Padahal, setiap periode dalam sehari memiliki efek berbeda terhadap kondisi fisik. Mulai dari pagi hingga malam, tubuh merespons aktivitas ini secara unik. Karena itu, memahami waktu yang tepat dapat membantu memaksimalkan hasil yang diinginkan.
Baca JugaRekomendasi Hotel di Sibolga: Pilihan Nyaman untuk Liburan & Bisnis
Selain mudah dilakukan, jalan kaki juga memberikan manfaat kesehatan yang luas. Aktivitas ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, menjaga kebugaran, serta mengurangi stres. Studi juga menunjukkan bahwa kebiasaan berjalan kaki secara rutin dapat memperbaiki keseimbangan metabolisme. Dengan pengaturan waktu yang tepat, manfaat tersebut bisa semakin optimal.
Jalan kaki pagi membantu meningkatkan energi
Berolahraga di pagi hari dapat membantu tubuh lebih siap menjalani aktivitas. Jalan kaki pagi meningkatkan aliran darah dan membangunkan sistem saraf. Aktivitas ini juga membantu tubuh terasa lebih segar. Banyak orang merasakan energi yang lebih stabil sepanjang hari setelah berjalan pagi.
Sebuah studi yang diterbitkan pada 2012 menunjukkan hasil menarik. Ketertarikan pada foto makanan berkurang setelah berjalan kaki cepat selama 45 menit di pagi hari. Sebaliknya, ketertarikan meningkat setelah melakukan aktivitas lain sepanjang hari. Temuan ini menunjukkan bahwa jalan kaki pagi membantu mengendalikan nafsu makan.
Selain itu, berjalan pagi juga memberi manfaat psikologis. Udara segar dan paparan cahaya alami membantu memperbaiki suasana hati. Kebiasaan ini juga membantu meningkatkan fokus. Dengan demikian, jalan kaki pagi menjadi pilihan efektif memulai hari.
Pertengahan pagi sebagai jeda dari rutinitas kerja
Bagi pekerja yang banyak duduk, pertengahan pagi menjadi waktu yang baik untuk bergerak. Setelah beberapa jam bekerja, tubuh membutuhkan jeda. Jalan kaki singkat dapat membantu mengurangi ketegangan otot. Selain itu, aktivitas ini membantu meningkatkan konsentrasi.
Personal trainer bersertifikasi Andrew White menjelaskan manfaatnya. “Jalan kaki di pertengahan pagi sangat baik untuk memberikan waktu bagi tubuh berhenti sejenak dari rutinitas pekerjaan. Aktivitas ini akan memberikan kesegaran ketimbang bergantung pada kopi,” kata White. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya jeda aktif.
Berjalan pada waktu ini juga membantu menjaga produktivitas. Tubuh yang segar cenderung bekerja lebih optimal. Selain itu, berjalan kaki dapat mengurangi kelelahan mental. Hal ini membuat aktivitas kembali terasa lebih ringan.
Setelah makan siang membantu mengontrol gula darah
Waktu lain yang dianggap ideal adalah setelah makan siang. Jalan kaki ringan setelah makan memberikan manfaat metabolisme. Tinjauan studi pada 2022 menemukan bahwa berdiri dan berjalan sepanjang hari membantu mengatur kadar gula darah pasca makan. Hal ini penting untuk mencegah lonjakan gula.
Berjalan setelah makan juga membantu mencapai target aktivitas harian. Tanpa menyisihkan waktu khusus, Anda tetap bisa berolahraga. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi risiko diabetes. Selain itu, aktivitas tersebut membantu mencegah penumpukan lemak tubuh.
Penelitian juga menunjukkan dampak psikologis positif. Orang yang rutin berjalan setelah makan siang cenderung lebih tenang. Mereka juga merasa lebih siaga dan bahagia. Kebiasaan ini membantu mengurangi stres di tengah aktivitas kerja.
Jalan kaki sore membantu tubuh lebih rileks
Bagi yang sulit bangun pagi, sore hari menjadi alternatif ideal. Tubuh berada dalam kondisi stabil pada waktu ini. Aktivitas berjalan membantu melepaskan ketegangan setelah bekerja. Jalan kaki sore juga menjadi transisi menuju waktu istirahat.
Menurut White, sore hari merupakan waktu penstabilan tubuh. “Sore hari merupakan waktu penstabilan tubuh, sehingga berjalan kaki merupakan aktivitas yang tepat,” kata White. Pernyataan ini menunjukkan manfaat berjalan pada sore hari. Aktivitas tersebut membantu tubuh dan pikiran lebih rileks.
Selain itu, berjalan sore juga meningkatkan fleksibilitas otot. Tubuh yang sudah aktif sepanjang hari lebih siap bergerak. Hal ini mengurangi risiko cedera. Karena itu, banyak orang memilih berjalan pada waktu ini.
Jalan kaki malam membantu kualitas tidur
Malam hari juga dapat menjadi waktu berjalan yang efektif. Aktivitas ini membantu mengurangi stres setelah bekerja. Dengan tubuh lebih lelah, tidur menjadi lebih nyenyak. Jalan kaki malam juga membantu menenangkan pikiran.
White menyarankan waktu terbaik adalah satu jam sebelum tidur. Kebiasaan ini membantu tubuh mempersiapkan fase istirahat. Selain itu, berjalan malam dapat mengurangi keinginan ngemil. Energi yang biasanya digunakan untuk makan dialihkan menjadi aktivitas fisik.
Dengan berbagai pilihan waktu tersebut, tidak ada satu jawaban mutlak. Setiap periode memiliki manfaat masing-masing. Menyesuaikan waktu dengan kebutuhan pribadi menjadi langkah terbaik. Yang terpenting adalah konsistensi dalam melakukannya agar manfaat kesehatan dapat dirasakan secara maksimal.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
BRIN Dorong Teknologi Pertanian Berkelanjutan untuk Hadapi Perubahan Iklim
- Senin, 30 Maret 2026
DKI Jakarta Raih Peringkat Kedua dalam Indeks Pelayanan Publik Nasional
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Zodiak Paling Asyik Dengan Energi Sosial Menarik Menurut Astrologi Populer
- Senin, 30 Maret 2026
Fenomena Gen Z Viral Namun Dinilai Kurang Profesional Dunia Kerja Modern Global
- Senin, 30 Maret 2026












