Senin, 30 Maret 2026

Ramalan Harga Batu Bara Pekan Ini Setelah Penurunan Mingguan Pasar Global Energi

Ramalan Harga Batu Bara Pekan Ini Setelah Penurunan Mingguan Pasar Global Energi
Ramalan Harga Batu Bara Pekan Ini Setelah Penurunan Mingguan Pasar Global Energi

JAKARTA - Pergerakan harga batu bara kembali menjadi sorotan setelah fluktuasi terjadi sepanjang pekan lalu. 

Pada akhir perdagangan, komoditas energi ini sempat menunjukkan penguatan. Namun secara keseluruhan dalam satu minggu, harga masih mengalami tekanan. Kondisi tersebut mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi faktor global. Pelaku pasar kini mencermati arah harga untuk pekan berjalan.

Pada perdagangan Jumat 27 Maret 2026, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan berikutnya ditutup di level US$143,85 per ton. Harga tersebut melonjak sekitar 1,3 persen dibandingkan hari sebelumnya. Penguatan ini juga menjadi level tertinggi dalam sepekan terakhir. Kenaikan tersebut menandai dua hari berturut-turut harga bergerak naik. Dalam dua hari itu, harga tercatat menguat 4,58 persen.

Baca Juga

Harga BBM Terbaru Pertamina Shell Vivo Dan BP Minggu Ini

Meski sempat menguat menjelang penutupan pekan, secara mingguan harga batu bara tetap terkoreksi. Sepanjang perdagangan minggu lalu, harga terpangkas sekitar 1,81 persen secara point-to-point. Penurunan tersebut menunjukkan tekanan masih mendominasi. Pasar belum sepenuhnya pulih dari pelemahan sebelumnya. Kondisi ini membuat investor berhati-hati mengambil posisi.

Lonjakan dipicu konflik geopolitik global

Dalam perspektif bulanan, harga batu bara justru mencatat kenaikan signifikan. Lonjakan terjadi sejak konflik di Timur Tengah meletus pada akhir Februari lalu. Dalam satu bulan terakhir, harga terdongkrak sekitar 11,77 persen. Konflik geopolitik memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Hal ini membuat komoditas energi alternatif kembali dilirik.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada batu bara. Harga gas alam juga melonjak tajam dalam periode yang sama. Gas alam TTF Belanda tercatat naik 22,52 persen dalam sebulan terakhir. Lonjakan harga gas membuat batu bara kembali menjadi pilihan. Terutama untuk kebutuhan pembangkit listrik di berbagai negara.

Ketika harga gas semakin mahal, penggunaan batu bara menjadi lebih kompetitif. Negara-negara dengan ketergantungan tinggi terhadap energi mulai mempertimbangkan opsi tersebut. Perubahan strategi energi ini berdampak pada permintaan batu bara. Dengan meningkatnya permintaan, harga pun terdorong naik. Kondisi ini menjadi faktor pendukung tren bullish.

Negara maju kembali melirik batu bara

Beberapa negara dilaporkan meningkatkan penggunaan pembangkit listrik berbasis batu bara. Jepang disebut akan menambah kapasitas pembangkit batu bara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga gas. Strategi ini juga bertujuan menjaga stabilitas pasokan energi domestik. Permintaan batu bara pun berpotensi meningkat.

Di kawasan Eropa, tren serupa juga mulai terlihat. Negara seperti Belanda, Polandia, dan Republik Ceska mempertimbangkan kembali penggunaan batu bara. Keputusan tersebut diambil jika harga gas tetap tinggi. Negara-negara tersebut membutuhkan sumber energi yang lebih terjangkau. Batu bara kembali menjadi opsi realistis.

Analis komoditas menilai tekanan pasokan energi masih berlangsung. Jika kondisi ini berlanjut, strategi energi jangka panjang bisa berubah. Negara-negara Asia berpotensi memperpanjang penggunaan batu bara. Sambil membangun kapasitas energi terbarukan, batu bara tetap menjadi penopang. Hal ini menjaga stabilitas sistem energi.

Sinyal teknikal menunjukkan jenuh beli

Secara teknikal, harga batu bara masih berada di zona bullish. Perspektif mingguan menunjukkan tren penguatan belum sepenuhnya berakhir. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index 14 hari yang berada di level 83. Nilai tersebut menunjukkan momentum kenaikan masih kuat. Namun posisi ini juga mengindikasikan kondisi jenuh beli.

RSI di atas 50 menandakan tren bullish pada suatu aset. Jika berada di atas 70, kondisi disebut overbought atau jenuh beli. Artinya harga berpotensi mengalami koreksi. Sinyal tersebut memperingatkan pasar untuk waspada. Potensi penurunan menjadi lebih besar dalam jangka pendek.

Indikator Stochastic RSI 14 hari juga memperkuat sinyal tersebut. Nilainya telah menyentuh level 100. Posisi ini menunjukkan kondisi jenuh beli semakin kuat. Ketika indikator berada di titik maksimal, peluang koreksi meningkat. Oleh karena itu, pergerakan harga pekan ini perlu dicermati.

Proyeksi harga batu bara pekan berjalan

Untuk perdagangan pekan ini, harga batu bara diperkirakan berisiko turun. Pelaku pasar diminta mencermati pivot point di sekitar US$134 per ton. Level ini menjadi batas penting dalam pergerakan harga. Jika harga turun dari titik tersebut, tekanan dapat meningkat. Koreksi lanjutan berpotensi terjadi.

Harga batu bara dapat menguji support di level US$131 per ton. Level ini bertepatan dengan Moving Average lima hari. Jika tekanan berlanjut, target berikutnya berada di rentang US$126 hingga US$122 per ton. Rentang tersebut menjadi area penurunan potensial. Investor biasanya memantau area ini untuk peluang beli.

Namun jika harga mampu bertahan dan kembali naik, peluang penguatan masih terbuka. Harga berpotensi menguji resistance di level US$145 per ton. Jika mampu menembus level tersebut, tren bullish dapat berlanjut. Target optimistis berikutnya berada di level US$155 per ton. Pergerakan harga akan sangat bergantung pada sentimen global.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, pelaku pasar disarankan tetap berhati-hati. Faktor geopolitik dan energi global masih menjadi penggerak utama. Selain itu, indikator teknikal menunjukkan potensi koreksi jangka pendek. Kombinasi faktor fundamental dan teknikal akan menentukan arah harga. Pekan ini menjadi momen penting bagi pasar batu bara.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tarif Listrik PLN Terbaru Tetap 30 Maret Sampai 5 April

Tarif Listrik PLN Terbaru Tetap 30 Maret Sampai 5 April

Earth Hour Pertamina Buktikan Hemat Energi Dan Kurangi Emisi Nyata

Earth Hour Pertamina Buktikan Hemat Energi Dan Kurangi Emisi Nyata

Harga Cabai Rawit Turun Usai Lebaran, Stok Melimpah Aman

Harga Cabai Rawit Turun Usai Lebaran, Stok Melimpah Aman

Jacket Manpatu Berlayar, PHM Percepat Produksi Migas Nasional Indonesia

Jacket Manpatu Berlayar, PHM Percepat Produksi Migas Nasional Indonesia

Bantuan Pangan Pascalebaran Jaga Harga Dan Dukung UMKM Nasional

Bantuan Pangan Pascalebaran Jaga Harga Dan Dukung UMKM Nasional