JAKARTA - Arus balik Lebaran 2026 menuju Jakarta mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Setelah sempat diberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan di ruas Tol Trans Jawa, skema satu arah atau one way lokal Presisi resmi dihentikan pada Minggu malam.
Penutupan ini menjadi sinyal bahwa lonjakan kendaraan dari arah timur menuju Ibu Kota mulai terkendali dan kondisi lalu lintas berangsur lebih landai.
Baca Juga
Keputusan menghentikan rekayasa lalu lintas tersebut diambil setelah pihak terkait memantau kondisi di sejumlah titik strategis yang sebelumnya menjadi fokus pengaturan arus balik.
Pemerintah bersama kepolisian dan operator jalan tol menilai, volume kendaraan yang mengarah ke Jakarta sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Karena itu, skema one way lokal yang sempat diterapkan untuk mengurai antrean panjang akhirnya dinyatakan selesai.
Meski kondisi lalu lintas disebut mulai melandai, masyarakat yang masih melakukan perjalanan balik tetap diminta untuk waspada. Petugas mengingatkan pentingnya mematuhi arahan di lapangan agar perjalanan tetap aman dan lancar.
Imbauan ini menjadi bagian penting mengingat arus balik belum sepenuhnya selesai, dan pergerakan kendaraan masih akan terus dipantau hingga Senin pagi.
Selain mengumumkan penghentian one way lokal, pihak Jasa Marga juga mengungkap data terbaru jumlah kendaraan yang telah masuk ke Jakarta.
Hingga Minggu malam, jutaan kendaraan tercatat telah kembali ke wilayah Ibu Kota. Angka tersebut menunjukkan sebagian besar arus balik Lebaran sudah berlangsung, sementara sisa kendaraan diperkirakan masih akan terus bergerak dalam beberapa jam berikutnya.
One Way Lokal Resmi Dihentikan Saat Arus Balik Melandai
Rekayasa lalu lintas satu arah (one way) lokal Presisi di Tol Trans Jawa pada arus balik Lebaran 2026 resmi ditutup pada Minggu. Penutupan diberlakukan mulai pukul 24.00 WIB.
Penutupan itu dipimpin secara simbolis oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang didampingi Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A Purwantono di JTMC Jasa Marga, Tol Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.
Keputusan penghentian rekayasa lalu lintas ini menandai bahwa kondisi arus balik di ruas Tol Trans Jawa mulai lebih terkendali dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.
One way lokal yang diterapkan sebagai langkah taktis selama puncak arus balik dinilai sudah tidak lagi diperlukan setelah pergerakan kendaraan menunjukkan tren penurunan.
“Pemberlakuan one way sepenggal Presisi atau one way lokal sepenggal Presisi pada pukul 24.00 WIB kami nyatakan selesai atau kami nyatakan ditutup,” kata Dudy.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan resmi bahwa skema pengaturan lalu lintas yang sempat diberlakukan selama arus balik Lebaran kini telah berakhir. Namun demikian, penutupan one way bukan berarti perjalanan sepenuhnya bebas risiko.
Pemerintah Imbau Pemudik Tetap Hati-Hati di Perjalanan
Meski arus lalu lintas terpantau mulai landai, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tetap mengingatkan masyarakat yang masih berada di perjalanan untuk tidak lengah. Ia meminta para pengguna jalan tetap mematuhi arahan petugas yang berjaga di lapangan.
Dia pun berpesan kepada masyarakat yang masih melaksanakan perjalanan, untuk tetap mengikuti arahan dan petunjuk petugas di lapangan.
Imbauan ini dinilai penting karena meskipun kepadatan kendaraan sudah berkurang, arus balik belum sepenuhnya selesai. Potensi hambatan di jalan masih bisa terjadi, baik akibat kelelahan pengemudi, kepadatan di titik tertentu, maupun faktor teknis lainnya yang dapat memengaruhi kelancaran perjalanan.
“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat untuk dalam melakukan perjalanannya yang masih tersisa, untuk berhati-hati di perjalanan,” ujarnya.
Pesan kehati-hatian ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam masa arus balik Lebaran. Para pemudik yang masih menuju Jakarta diminta menjaga kondisi tubuh, memanfaatkan rest area dengan bijak, serta tidak memaksakan diri saat kelelahan.
Rekayasa Lalu Lintas Dilakukan Bertahap untuk Urai Kepadatan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan, pihaknya menetapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan pada masa arus balik, salah satunya one way lokal.
Menurut Agus, skema pengaturan lalu lintas yang diterapkan selama arus balik dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan. Selain one way lokal, petugas juga menerapkan contraflow di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi penumpukan kendaraan.
“Baik dari KM 55 hingga KM 70, kami sudah melakukan contraflow. Terus, kami melakukan intervensi one way lokal tahap satu Presisi dan dilanjutkan one way lokal tahap dua pada KM 263 hingga 70,” katanya.
Langkah-langkah tersebut diambil sebagai bentuk intervensi cepat untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama arus balik Lebaran.
Dengan kombinasi contraflow dan one way lokal, arus kendaraan yang bergerak ke arah Jakarta diupayakan tetap lancar dan tidak menimbulkan kepadatan berlarut.
Lantaran pergerakan lalu lintas terpantau landai, rekayasa one way lokal arus balik pun resmi dihentikan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pengaturan lalu lintas yang diterapkan dinilai cukup efektif dalam mengendalikan pergerakan kendaraan selama periode arus balik.
Jasa Marga Catat Jutaan Kendaraan Sudah Masuk Jakarta
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyebut pergerakan arus balik Lebaran 2026 hingga Minggu, pada KM 414 hingga KM 70 Tol Trans Jawa telah melandai. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono menjelaskan, landainya lalu lintas itu berdasarkan pantauan Volume-to-Capacity (V/C) ratio.
“V/C ratio yang telah kami perhatikan dari seluruh ruas, pertama dari KM 414 Kalikangkung V/C ratio masih 0,3; Palikanci V/C ratio 0,28. Kemudian, Cipali 0,22 dan Cikatama 0,36,” katanya.
“Atas pertimbangan itu berarti sudah melandai pergerakan arus balik sejak dari 414 sampai dengan KM 70,” katanya menambahkan.
Data tersebut menjadi dasar penting bagi operator jalan tol untuk memastikan bahwa arus balik menuju Jakarta sudah berada dalam kondisi yang lebih terkendali. Nilai V/C ratio yang relatif rendah menunjukkan kapasitas jalan masih cukup memadai untuk menampung kendaraan yang melintas.
Dia mengatakan, hingga Minggu pukul 22.00 WIB, sebanyak 2,9 juta kendaraan telah memasuki Jakarta.
“Artinya sudah 86 persen dan sampai dengan jam 10 tadi terhitung jumlah kendaraan yang masuk 166.000,” katanya.
Adapun untuk total kendaraan, dia mengatakan, jumlah akan terus diperhitungkan sampai dengan Senin, pukul 06.00 WIB.
Dengan data tersebut, arus balik Lebaran 2026 dapat dikatakan sudah memasuki fase akhir. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan agar sisa kendaraan yang masih bergerak menuju Jakarta dapat terlayani dengan baik dan perjalanan para pemudik tetap aman hingga tiba di tujuan.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Harga Buyback Emas Antam 30 Maret 2026: Investor Perlu Waspada Penurunan
- Senin, 30 Maret 2026
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 30 Maret 2026 Stabil, Buyback Rajaemas Tertinggi
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
BMKG Prakirakan Jabodetabek Diguyur Hujan Ringan Hingga Sedang Hari Ini
- Senin, 30 Maret 2026












