JAKARTA - Warga Kota Tarakan, Kalimantan Utara, kini menikmati kemudahan memasak di rumah selama Lebaran 2026 berkat jaringan gas bumi (jargas) yang andal.
Kehadiran jargas ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah memastikan ketersediaan energi yang terjangkau dan ramah lingkungan bagi masyarakat di kawasan terluar Indonesia.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, menegaskan bahwa pemantauan langsung ke Kota Tarakan menunjukkan pasokan gas untuk rumah tangga dan pelanggan kecil dalam kondisi aman.
Baca JugaKemenhub Siapkan Strategi Lancar Arus Balik Ketapang-Gilimanuk
Dengan total 34.145 sambungan rumah tangga (SR) yang terhubung, kota ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan penggunaan energi rendah emisi.
“Kalau kita lihat langsung, pasokan dan distribusi energi di Tarakan berjalan lancar. Tidak ada gangguan, dan masyarakat bisa memanfaatkan jargas dengan optimal,” ujar Wahyudi.
Peran Strategis Tarakan dalam Kemandirian Energi Nasional
Kota Tarakan menjadi istimewa karena lokasinya yang dekat dengan sumber gas bumi. Suplai jargas berasal dari PT Medco E&P Tarakan dan Pertamina EP Bunyu, masing-masing sebesar 0,3 BBTUD. Kehadiran pasokan lokal ini selaras dengan visi Presiden Republik Indonesia untuk mendorong kemandirian energi nasional, terutama dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di wilayah terluar.
Jargas yang dibangun secara bertahap sejak 2010 hingga 2020 melalui dana APBN kini memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Selain mengurangi ketergantungan terhadap LPG 3 kilogram (kg) yang sebagian besar diimpor, jargas juga menghadirkan energi dengan harga lebih kompetitif. Wahyudi menekankan, penggunaan energi mandiri ini menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Energi yang dihasilkan di Tarakan dapat dimanfaatkan secara penuh oleh masyarakat. Selain hemat, ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Wahyudi. Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan PT PGN menjadi kunci agar asas manfaat energi sampai ke masyarakat secara maksimal.
Efisiensi dan Dampak Ekonomi dari Jargas
Dengan pemanfaatan jargas, masyarakat Tarakan dapat memasak dengan lebih efisien, mengurangi beban subsidi gas LPG, serta menekan pengeluaran rumah tangga. Hal ini terutama penting karena LPG 3 kg merupakan komoditas yang harganya dipengaruhi fluktuasi pasar internasional.
Selain itu, jargas juga mempermudah akses energi di titik terluar dan perbatasan, yang biasanya menghadapi kendala logistik dan biaya tinggi. Kehadiran jargas di Tarakan menciptakan energi yang lebih murah, stabil, dan berkelanjutan. Dalam jangka panjang, hal ini mendukung peningkatan produktivitas, pertumbuhan usaha kecil, dan pergerakan ekonomi lokal.
Wahyudi menekankan, pemanfaatan gas bumi lokal bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga strategi nasional. “Kita berharap masyarakat dapat memanfaatkan energi secara optimal, sambil menekan subsidi impor LPG dan meningkatkan kemandirian energi,” kata dia.
Tarakan Menuju Pemanfaatan Jargas 100 Persen
Pemerintah menargetkan penggunaan jargas di Tarakan dapat mencapai 100 persen bagi seluruh rumah tangga dalam waktu dekat. Hal ini akan menjadikan kota tersebut sebagai model untuk pemerataan energi di wilayah lain, terutama daerah terluar yang selama ini masih bergantung pada energi impor atau bersubsidi.
Hadirnya jargas di Tarakan diharapkan mendorong masyarakat menggunakan energi dengan bijak dan produktif. Tidak hanya untuk memasak, energi murah dan stabil dari jargas bisa dimanfaatkan untuk mendukung usaha kecil, kegiatan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Bagi BPH Migas, PLN, Pertamina, dan PT PGN, pengembangan jaringan jargas di Tarakan menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional. Dengan kolaborasi ini, masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dapat merasakan manfaat energi yang berkelanjutan, aman, dan andal.
“Tarakan menjadi contoh bahwa daerah terpencil sekalipun bisa menikmati energi dengan harga kompetitif. Mari masyarakat manfaatkan listrik dan gas bumi secara produktif untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan generasi mendatang,” tutup Wahyudi.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Bapanas Pastikan Pasokan Pangan Tetap Stabil Pasca Lebaran Untuk Masyarakat
- Sabtu, 28 Maret 2026
Mentan Amran Tegaskan Hilirisasi Jadi Kunci Perkuat Ekonomi Indonesia Nasional
- Sabtu, 28 Maret 2026












