PT ASDP Indonesia Ferry Terapkan Geofencing dan Buffer Zone untuk Kendalikan Arus Penyeberangan
- Jumat, 06 Maret 2026
JAKARTA - Sejumlah rute penyeberangan di Jawa, Bali, dan Lombok akan dihentikan sementara selama perayaan Hari Raya Nyepi. PT ASDP Indonesia Ferry melakukan penghentian operasional ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Catur Brata Penyepian sekaligus penyesuaian pengaturan transportasi nasional.
Penyesuaian Operasional Pelabuhan Utama
Keputusan penghentian operasional mengacu pada surat pengaturan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Penyesuaian jadwal diberlakukan di beberapa pelabuhan utama yang melayani rute penyeberangan strategis.
Baca JugaTransformasi Jaringan 5G XLSMART Mendukung Industri dan Layanan Ritel
Di Pelabuhan Ketapang, layanan penyeberangan dihentikan mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB. Sementara di Pelabuhan Gilimanuk, operasional berhenti pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA.
Penghentian juga berlaku di Pelabuhan Lembar mulai 18 Maret pukul 21.00 WITA sampai 20 Maret pukul 01.30 WITA. Sedangkan di Pelabuhan Padangbai, layanan ditutup sejak 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.
Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyatakan penyesuaian ini mempertimbangkan berdekatannya perayaan Nyepi dengan periode Idul Fitri dalam masa Angkutan Lebaran 2026. Pemerintah memperkirakan lonjakan mobilitas masyarakat akan terjadi pada periode 13 hingga 29 Maret.
Untuk mengurangi kepadatan, pemerintah mengoptimalkan dermaga MB dan LCM pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. Selain itu, disiapkan jalur alternatif melalui rute Tanjung Wangi–Gilimas serta Jangkar–Lembar untuk kelancaran arus kendaraan.
Sistem pengaturan lalu lintas diperkuat dengan penerapan delaying system melalui buffer zone di jalur tol maupun non-tol. Hal ini bertujuan untuk menjaga ritme arus kendaraan tetap aman dan teratur menjelang Hari Raya Nyepi.
Penerapan Geofencing untuk Kendali Arus Kendaraan
Selain jalur alternatif, diterapkan pengaturan geofencing dengan radius sekitar 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang. Di Pelabuhan Gilimanuk, radius geofencing mencapai 2 kilometer guna mengendalikan arus kendaraan menuju pelabuhan.
Langkah ini memungkinkan pihak berwenang memonitor dan menata kendaraan agar tidak terjadi kepadatan berlebih di area pelabuhan. Dengan sistem ini, mobilitas tetap terkontrol tanpa mengurangi akses masyarakat yang akan menyeberang.
Prioritas Keselamatan dan Kesiapan Operasional ASDP
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menegaskan keselamatan pengguna jasa menjadi prioritas utama perusahaan. ASDP telah meningkatkan kesiapan operasional untuk memastikan kelancaran arus kendaraan maupun penumpang selama masa mudik.
Langkah-langkah ini meliputi koordinasi dengan pihak pelabuhan dan pengaturan armada kapal agar jadwal tetap aman dan efisien. Dengan begitu, masyarakat dapat menyeberang dengan nyaman meski terjadi penyesuaian operasional sementara.
Heru menambahkan bahwa seluruh staf dan petugas lapangan telah dilengkapi instruksi dan prosedur operasional terbaru. Hal ini dilakukan agar setiap proses penyeberangan tetap memenuhi standar keselamatan nasional.
Dengan penerapan langkah-langkah strategis tersebut, ASDP berharap arus kendaraan tetap lancar meskipun ada penghentian sementara di beberapa pelabuhan. Langkah ini juga menjadi contoh sinergi pemerintah dan BUMN dalam menjaga keselamatan transportasi nasional.
Kesiapan ini menjadi penting mengingat kombinasi momen Hari Raya Nyepi dan arus mudik Lebaran 2026 berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, penyesuaian operasional dan pengaturan lalu lintas merupakan langkah preventif yang strategis.
Masyarakat diimbau memantau jadwal terbaru agar dapat menyesuaikan waktu perjalanan. Informasi ini penting agar tidak mengganggu rencana mudik maupun aktivitas harian selama periode penyesuaian pelabuhan.
Dengan sistem pengaturan yang matang, PT ASDP Indonesia Ferry optimistis seluruh arus kendaraan dan penumpang dapat berjalan lancar. Penyesuaian operasional ini diharapkan tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang akan menyeberang.
Langkah ini menunjukkan komitmen ASDP untuk mendukung kelancaran transportasi nasional sekaligus menghormati perayaan budaya. Sinergi antara pemerintah, operator pelabuhan, dan masyarakat menjadi kunci sukses pengaturan transportasi di masa puncak mobilitas.
Secara keseluruhan, penghentian sementara layanan penyeberangan selama Nyepi menjadi bagian dari strategi pengelolaan transportasi yang aman dan efisien. Langkah ini sekaligus memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












