RUPSLB BUVA Akan Bahas Rights Issue Dan Modal Perseroan 26 Februari 2026
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) siap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 26 Februari 2026.
Agenda utama RUPSLB adalah pembahasan rights issue jumbo atau Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD II) yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya 50 miliar saham baru.
Rights issue ini setara dengan maksimum 203,11 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh, menunjukkan langkah strategis BUVA untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.
Baca JugaInformasi Lengkap Rute, Jadwal, dan Tarif Tiket Sinar Jaya Mudik Lebaran 2026
Sebelum rights issue, modal yang ditempatkan dan disetor penuh BUVA mencapai 24,61 miliar saham dengan nilai nominal Rp 1,23 triliun. Setelah rights issue, modal ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat menjadi 74,61 miliar saham dengan nilai nominal Rp 3,73 triliun.
Sementara itu, saham portepel perseroan juga akan mengalami perubahan signifikan dari 50,38 miliar saham menjadi 382,94 juta saham.
Dampak Finansial dan Dilusi Pemegang Saham
Manajemen BUVA menegaskan, rights issue ini akan memberikan dampak positif terhadap laporan keuangan perseroan. Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan menambah saldo kas dan setara kas serta meningkatkan nilai modal saham di bagian ekuitas.
Rasio keuangan perseroan juga diproyeksikan membaik. Pertumbuhan aset, pertumbuhan ekuitas, rasio lancar, serta rasio utang terhadap aset akan menunjukkan perbaikan seiring pelaksanaan PMHMETD II.
Pemegang saham yang tidak melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu akan terdilusi hingga maksimum 67,01 persen dari kepemilikan sahamnya. Hal ini menjadi perhatian strategis bagi pemegang saham yang ingin mempertahankan persentase kepemilikan di perseroan.
Dengan demikian, rights issue tidak hanya menjadi mekanisme pengumpulan dana, tetapi juga langkah untuk menjaga kesehatan finansial BUVA jangka panjang.
Penggunaan Dana Rights Issue
Hasil rights issue BUVA akan digunakan untuk beberapa tujuan strategis, di antaranya pembelian lahan baru, pengembangan aset eksisting, pengambilalihan perusahaan bernilai strategis, dan pertumbuhan anorganik perseroan.
Selain itu, sebagian dana dapat digunakan untuk membayar kewajiban perseroan atau anak usaha. Manajemen menegaskan bahwa informasi final terkait penggunaan dana akan diungkapkan dalam prospektus resmi PMHMETD II yang diberikan kepada pemegang saham yang berhak, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan penggunaan dana yang terarah, rights issue ini diharapkan dapat memperkuat posisi BUVA dalam pengembangan bisnis properti, khususnya di segmen vila dan resort yang menjadi fokus perseroan.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang, memastikan BUVA tetap kompetitif di industri properti nasional.
Jadwal Rights Issue dan RUPSLB
Rangkaian aksi rights issue BUVA telah dijadwalkan sebagai berikut: pemanggilan RUPSLB dilakukan sejak 4 Februari 2026, pengumuman perubahan atau tambahan keterbukaan informasi terkait rencana PMHMETD II pada 24 Februari 2026, RUPSLB dilaksanakan pada 26 Februari 2026, pengumuman ringkasan risalah RUPSLB pada 2 Maret 2026, dan penyampaian risalah RUPSLB kepada OJK serta Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Maret 2026.
Jadwal ini menunjukkan proses yang transparan dan sesuai regulasi bagi seluruh pemegang saham dan otoritas pasar modal.
RUPSLB BUVA menjadi titik penting dalam aksi korporasi perseroan, karena keputusan rights issue akan memengaruhi struktur permodalan dan arah bisnis perseroan ke depan. Seluruh pemegang saham yang berhak diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam RUPSLB untuk menilai dampak finansial dan strategis dari rights issue ini.
Prospek dan Strategi Bisnis BUVA
Manajemen BUVA optimistis bahwa rights issue jumbo ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan jangka panjang.
Dana tambahan yang diperoleh akan memungkinkan perseroan memperluas kapasitas usaha, memperkuat ekuitas, serta mendukung rencana akuisisi perusahaan bernilai strategis.
Rights issue juga menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan industri properti, memastikan BUVA tetap memiliki modal cukup untuk ekspansi dan pengembangan proyek baru.
Selain itu, rights issue diharapkan meningkatkan likuiditas saham di pasar, memperluas basis investor, dan memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengambil keputusan strategis di masa mendatang.
Dengan struktur permodalan yang lebih kuat, BUVA dapat lebih leluasa mengejar peluang bisnis yang muncul serta menjaga keberlanjutan operasional perseroan.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Lengkap Mengajukan KUR BCA 2026 Agar UMKM Bisa Dapat Pinjaman Rp100 Juta
- Rabu, 25 Februari 2026
Cara Mudah Mengakses KUR Mandiri 2026 untuk UMKM Dengan Plafon Hingga Rp500 Juta
- Rabu, 25 Februari 2026
Rupiah Melemah ke Rp16.848 per Dolar AS, Investor dan UMKM Harus Segera Antisipasi
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Gojek Hadirkan Solusi Lengkap Untuk Silaturahmi Masyarakat Selama Ramadan
- Rabu, 25 Februari 2026
Pendaftaran Mudik Gratis Online Jasa Marga Dibuka Rabu 25 Februari 2026
- Rabu, 25 Februari 2026
Strategi Jitu Fresh Graduate Tembus Seleksi BUMN Agar Karier Cemerlang Mendatang
- Rabu, 25 Februari 2026
Dony Oskaria Lantik Pejabat Baru Demi Percepat Transformasi Tata Kelola BUMN
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Rabu 25 Februari 2026 Terbaru Hari Ini
- 25 Februari 2026
3.
Jadwal Keberangkatan KSPN Malioboro Rabu 25 Februari 2026 Resmi
- 25 Februari 2026












