Minggu, 22 Februari 2026

Umat Muslim Berkumpul Salat Tarawih di Times Square New York Ikonik

Umat Muslim Berkumpul Salat Tarawih di Times Square New York Ikonik
Umat Muslim Berkumpul Salat Tarawih di Times Square New York Ikonik

JAKARTA - Ribuan umat Muslim berkumpul di kawasan Times Square, salah satu lokasi paling ikonik di New York, Amerika Serikat, untuk menunaikan salat Tarawih berjemaah di tengah gemerlap lampu, papan reklame, dan hiruk pikuk aktivitas kota besar yang tak pernah tidur. Peristiwa ini menjadi salah satu momen unik dalam perayaan Ramadan di luar masjid tradisional yang menarik perhatian warga lokal maupun pengunjung dari berbagai negara.

Kontras Suasana Ibadah dan Kota Metropolitan

Times Square terkenal sebagai pusat komersial dan hiburan dunia, dengan gedung pencakar langit, videotron besar, dan berbagai aktivitas yang ramai setiap malam. Namun dalam suasana Ramadan kali ini, kawasan tersebut berubah menjadi ruang spiritual ketika umat Muslim membuka sajadah dan salat Tarawih secara berjamaah di area terbuka.

Baca Juga

Panduan Lengkap Mengatur Keuangan Selama Bulan Puasa Supaya Tetap Sehat dan Tidak Boros

Visualisasi ratusan hingga ribuan jamaah yang khusyuk menunaikan ibadah di tengah pusat kota ini menciptakan kontras menarik antara kehidupan modern dan praktik agama yang khidmat. Gemerlap lampu neon dan papan iklan yang biasanya menjadi simbol budaya populer justru menjadi latar belakang ibadah yang damai bagi para jamaah Muslim.

Organisasi dan Suasana Penuh Kekhidmatan

Acara salat Tarawih di Times Square ini bukan sekadar kegiatan spontan, melainkan hasil dari perencanaan dan koordinasi dengan otoritas setempat dan berbagai komunitas Muslim. Para jamaah biasanya datang dengan membawa sajadah masing-masing dan memasang area salat di sepanjang tengah kawasan yang telah dibuka khusus untuk ibadah.

Sebelum salat dimulai, ada pula momen buka puasa bersama (iftar) di mana panitia mendistribusikan makanan untuk jamaah yang hadir. Tradisi buka puasa ini mempererat rasa kebersamaan komunitas Muslim sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara warga Muslim, penduduk lokal, dan turis yang kebetulan berada di kawasan tersebut.

Suhu udara di tengah kota besar yang dikenal dengan cuaca dinginnya pada malam hari tidak menyurutkan antusiasme jamaah untuk tetap khusyuk beribadah. Mereka menunaikan salat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah meski berada di ruang publik yang biasanya dipenuhi pejalan kaki dan hiruk pikuk kendaraan.

Wujud Kebersamaan di Tengah Keramaian

Momen salat Tarawih di Times Square juga menjadi simbol kebersamaan dan toleransi dalam masyarakat multikultural seperti di New York. Jamaah yang hadir bukan hanya berasal dari satu latar belakang komunitas, tetapi berasal dari berbagai negeri dan budaya Muslim yang berbeda. Mereka berkumpul bersama, melaksanakan serangkaian ibadah malam Ramadan dalam sebuah ruang umum di salah satu kota terbesar di dunia.

Penduduk lokal maupun wisatawan yang kebetulan melintas seringkali berhenti sejenak untuk menyaksikan atau merekam peristiwa ini. Bagi sebagian orang non-Muslim, momen ini memberikan pengalaman langsung melihat praktik ibadah yang penuh khidmat di ruang terbuka, di tengah lingkungan yang ramai dan penuh aktivitas modern.

Pesan Toleransi dan Keberagaman

Perayaan salat Tarawih di Times Square juga sering dilihat sebagai simbol dari keberagaman budaya dan toleransi beragama di Amerika Serikat. Walaupun kegiatan ibadah seperti ini jarang terjadi di ruang publik yang ramai, izin dan dukungan yang diberikan menunjukkan keterbukaan otoritas setempat terhadap ekspresi agama yang damai dan terorganisir di ruang publik.

Beberapa warga menganggap acara ini menunjukkan bahwa komunitas Muslim tetap menjalankan tradisinya bahkan di lingkungan yang jauh dari rumah ibadah tradisional seperti masjid. Kemampuan mereka untuk berkumpul dan beribadah bersama di lokasi yang terbuka bagi umum menjadi cerminan bahwa niat dan kekhidmatan tetap dapat terjaga meskipun dilakukan di tengah keramaian kota.

Tidak sedikit pula pengunjung yang mengaku terinspirasi atau terkesan oleh semangat jamaah dalam menjalankan ibadah Tarawih secara terbuka di tengah pusat kota metropolitan. Peristiwa ini sering menjadi bahan diskusi di media sosial, baik bagi komunitas Muslim maupun bagi masyarakat umum yang penasaran dengan pengalaman ibadah di ruang publik yang berbeda dari kebiasaan umum.

Tarawih di Times Square sebagai Istilah Budaya Baru

Sejak pertama kali digelar, kegiatan salat Tarawih di Times Square telah menjadi fenomena yang terus menarik perhatian publik dari tahun ke tahun. Acara ini disebut-sebut telah menjadi semacam tradisi baru di kalangan komunitas Muslim di New York, dimana umat berkumpul untuk menunaikan ibadah malam sepanjang bulan Ramadan.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana praktik beribadah bisa berpadu dengan dinamika kehidupan perkotaan yang modern tanpa kehilangan esensi spiritualnya. Momen salat Tarawih di Times Square juga sering menjadi bukti visual bagi komunitas Muslim bahwa identitas mereka tetap kuat meskipun berada dalam lingkungan yang sekuler dan kosmopolitan.

Sebagai simbol kebersamaan dan kebaktian, Tarawih di Times Square kini bukan sekadar rangkaian ibadah Ramadan biasa, tetapi juga menjadi representasi nyata dari keberagaman budaya dan toleransi yang ada di pusat salah satu kota terbesar di dunia.

Fery

Fery

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Mudah Ajarkan Doa Puasa kepada Anak dan Maknanya Mendalam

Cara Mudah Ajarkan Doa Puasa kepada Anak dan Maknanya Mendalam

Strategi Pola Makan Malam saat Ibadah Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Strategi Pola Makan Malam saat Ibadah Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Penderita Diabetes Melitus Tetap Aman Ibadah Puasa dengan Persiapan Medis Tepat

Penderita Diabetes Melitus Tetap Aman Ibadah Puasa dengan Persiapan Medis Tepat

Board of Peace Bisa Jadi Model Baru Penyelesaian Konflik Global, Kata Menlu AS

Board of Peace Bisa Jadi Model Baru Penyelesaian Konflik Global, Kata Menlu AS

Puasa Ramadan 2026 Diperkirakan Lebih Pendek, Ini Penjelasan Lengkapnya

Puasa Ramadan 2026 Diperkirakan Lebih Pendek, Ini Penjelasan Lengkapnya