Resep Dendeng Daging Sapi Balado Pedas Renyah Tidak Alot Praktis Ala Rumahan
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Menyantap dendeng daging sapi balado selalu memberi sensasi tersendiri karena perpaduan rasa pedas, gurih, dan aroma rempah yang kuat. Tekstur renyah di luar namun tetap empuk di dalam menjadi alasan mengapa hidangan ini begitu digemari banyak orang.
Dendeng balado bukan sekadar lauk, tetapi juga bagian dari tradisi kuliner Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun. Proses pengeringan daging dan pengolahan bumbu khas menjadikannya sajian istimewa yang mampu bertahan lama tanpa kehilangan cita rasa.
Di tengah maraknya menu modern, dendeng balado tetap mempertahankan pesonanya sebagai hidangan klasik yang selalu relevan. Banyak orang kini ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah agar bisa menikmati sensasi pedas gurih kapan saja.
Baca Juga5 Restoran Chinese Food Paling Populer di Surabaya, Dari Halal hingga Legendaris
Kunci utama kelezatan dendeng balado terletak pada pemilihan daging, teknik pengolahan, serta komposisi sambal balado yang tepat. Dengan mengikuti langkah yang benar, hasil dendeng bisa renyah tanpa menjadi keras atau alot.
Bagi Anda yang ingin menghadirkan dendeng sapi balado pedas dengan cita rasa autentik, resep ini dapat menjadi panduan praktis. Semua bahan mudah didapat dan proses memasaknya bisa dilakukan di dapur rumahan.
Mempelajari resep dendeng daging sapi balado pedas yang enak dan tidak alot kini semakin mudah dilakukan di rumah. Berikut ulasan lengkap yang bisa Anda praktikkan langsung.
Resep Dendeng Daging Sapi Balado Pedas yang Enak dan Praktis
Membuat dendeng daging sapi balado pedas yang enak dan tidak alot di rumah memerlukan perhatian pada pemilihan bahan dan proses memasak. Dengan teknik yang tepat, Anda bisa mendapatkan tekstur renyah dan rasa bumbu yang meresap sempurna.
Proses memasak dendeng memang membutuhkan kesabaran, tetapi hasil akhirnya sebanding dengan usaha yang dilakukan. Setiap tahapan berperan penting untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur daging.
Bahan Daging:
500 gram daging sapi (disarankan bagian gandik atau silverside).
4 siung bawang merah.
2 siung bawang putih.
2 ruas jahe.
1 ruas kunyit.
1 batang serai, memarkan.
2 lembar daun salam.
2 lembar daun jeruk.
1 sendok teh ketumbar bubuk.
1/2 sendok teh garam.
Air secukupnya (bisa diganti air kelapa untuk hasil lebih empuk).
Bahan Bumbu Balado:
10–15 buah cabai merah keriting.
5–7 buah cabai merah besar (opsional, untuk warna).
5–8 siung bawang merah.
2–5 siung bawang putih.
1 batang serai, memarkan.
2 cm lengkuas, memarkan.
2 lembar daun jeruk.
1/2 sendok teh garam.
1/2 sendok teh kaldu bubuk.
1 sendok teh gula pasir.
1 sendok makan air jeruk nipis (opsional, untuk kesegaran).
Minyak goreng secukupnya.
Persiapan Daging: Pilih daging sapi tanpa lemak seperti bagian gandik atau silverside. Iris daging tipis-tipis sekitar 1 cm dan lebar, searah serat agar tidak mudah hancur.
Untuk memudahkan pengirisan, daging bisa dibiarkan setengah beku di freezer terlebih dahulu. Cara ini membantu menghasilkan irisan yang rapi dan seragam.
Merebus Daging: Rebus irisan daging sapi bersama bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, serai, lengkuas, daun salam, daun jeruk, ketumbar bubuk, dan garam hingga empuk. Perebusan tidak perlu terlalu lama, cukup sampai daging padat dan matang.
Air rebusan dapat diganti dengan air kelapa agar hasil daging lebih empuk dan beraroma. Setelah matang, angkat daging dan sisihkan.
Tiriskan dan Geprek: Setelah direbus, tiriskan daging hingga airnya benar-benar kering. Geprek daging menggunakan ulekan atau pemukul daging hingga pipih dan lebar secara perlahan.
Proses menggeprek ini membantu memperlebar permukaan daging sehingga lebih cepat kering saat digoreng. Pastikan tidak memukul terlalu keras agar daging tidak hancur.
Menggoreng Daging: Sebelum digoreng, daging bisa dioven terlebih dahulu pada suhu 150 derajat Celsius selama 40 menit untuk menghilangkan kandungan airnya agar lebih renyah. Goreng daging yang sudah dipipihkan dalam minyak panas dengan api kecil hingga kering dan renyah.
Angkat dendeng setelah warnanya kecokelatan dan teksturnya tampak kering. Tiriskan minyaknya agar tidak berminyak saat dicampur sambal.
Membuat Bumbu Balado: Haluskan cabai merah keriting, cabai merah besar, bawang merah, dan bawang putih. Bumbu bisa diulek kasar untuk tekstur yang lebih otentik.
Tambahkan air jeruk nipis saat mengulek cabai agar warnanya tidak cepat hitam. Aroma segar dari jeruk nipis juga membuat sambal terasa lebih seimbang.
Menumis Bumbu Balado: Panaskan sedikit minyak sisa menggoreng daging. Tumis bumbu balado yang sudah dihaluskan bersama serai, lengkuas, dan daun jeruk hingga harum dan matang.
Bumbui dengan garam, gula, dan kaldu bubuk, lalu koreksi rasa sesuai selera. Masak hingga minyak tampak terpisah dari bumbu sebagai tanda sambal sudah matang.
Penyelesaian: Setelah bumbu balado matang, biarkan sedikit dingin. Masukkan dendeng sapi yang sudah digoreng ke dalam tumisan bumbu balado.
Aduk rata hingga semua bagian dendeng terlumuri bumbu. Sajikan dendeng balado pedas dengan nasi hangat untuk sensasi rasa yang maksimal.
Tips Memasak Dendeng Daging Sapi Agar Tidak Alot
Untuk menghasilkan dendeng daging sapi balado pedas yang renyah dan tidak alot, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan saat memasak. Setiap langkah kecil dapat memengaruhi tekstur dan rasa akhir dari hidangan ini.
Kesalahan kecil seperti salah memilih daging atau teknik menggoreng yang keliru bisa membuat dendeng menjadi keras. Oleh karena itu, memahami detail proses memasak menjadi sangat penting.
Pemilihan Daging yang Tepat: Gunakan daging sapi tanpa lemak seperti bagian gandik atau silverside yang merupakan bagian terluar dari paha belakang. Daging ini memiliki serat yang pas dan tidak mudah hancur saat diolah.
Menggunakan bagian daging yang tepat juga membantu hasil dendeng tetap empuk meski digoreng hingga kering. Hindari daging berlemak karena bisa membuat tekstur menjadi liat.
Mengiris Daging dengan Benar: Iris daging tipis-tipis dan searah serat. Untuk memudahkan, bekukan daging di freezer hingga setengah beku sebelum diiris.
Teknik ini membuat potongan daging lebih rapi dan tidak robek. Irisan yang seragam juga membantu proses pemasakan berjalan merata.
Perebusan yang Efektif: Rebus daging tidak perlu terlalu lama hingga sangat lembut, cukup sampai padat dan matang. Beberapa koki menyarankan merebus daging dengan air kelapa untuk membantu mengempukkan daging.
Air kelapa memberi rasa gurih alami sekaligus membantu serat daging menjadi lebih lunak. Perebusan yang terlalu lama justru bisa membuat tekstur menjadi rapuh.
Pengeringan Optimal: Setelah direbus, tiriskan daging hingga benar-benar kering. Mengoven daging pada suhu rendah sebelum digoreng dapat membantu menghilangkan kadar air dan membuat hasilnya lebih renyah.
Daging yang masih basah cenderung menyerap minyak berlebihan saat digoreng. Kondisi ini dapat memengaruhi kerenyahan dendeng.
Proses Menggeprek: Geprek daging secara perlahan dan berulang kali hingga pipih dan lebar. Jangan terlalu keras agar daging tidak hancur, namun pastikan cukup tipis untuk tekstur renyah.
Proses ini membantu memperbesar permukaan daging sehingga lebih mudah kering. Selain itu, bumbu juga lebih mudah menempel di permukaan daging.
Teknik Menggoreng: Goreng dendeng dengan api kecil setelah dioven, dan jangan terlalu lama agar tidak menjadi alot. Angkat segera setelah berwarna kecokelatan dan terlihat renyah.
Api besar justru membuat dendeng cepat gosong di luar namun masih lembap di dalam. Penggunaan api kecil membantu proses pengeringan berlangsung merata.
Pencampuran Sambal: Untuk menjaga kerenyahan dendeng, lumuri dendeng dengan sambal balado sesaat sebelum disajikan atau setelah sambal balado sudah dingin. Jika dicampur saat sambal masih panas, dendeng bisa menjadi lembek atau alot.
Cara ini membantu mempertahankan tekstur garing dendeng meski telah dilumuri sambal. Sensasi renyah akan tetap terasa saat disantap.
Variasi dan Penyajian Dendeng Daging Sapi Balado
Dendeng balado memiliki beberapa variasi, terutama dalam tekstur dan jenis sambalnya. Secara umum, terdapat dendeng kering dan dendeng lambok atau basah, yang perbedaannya terletak pada cara memasak dan tekstur akhir.
Dendeng kering biasanya digoreng hingga benar-benar renyah, sedangkan dendeng lambok cenderung lebih empuk dan sedikit lembap. Keduanya memiliki penggemar tersendiri sesuai selera masing-masing.
Dendeng balado sendiri bisa memiliki tekstur tipis-kering atau tebal dan kenyal. Salah satu variasi populer adalah dendeng batokok yang terkenal di Sumatera Barat.
Dendeng batokok memiliki bahan dasar yang sama dengan dendeng balado, namun bumbu baladonya menggunakan cabai hijau yang diiris kasar. Warna sambalnya yang hijau memberi tampilan segar sekaligus cita rasa pedas yang berbeda.
Selain itu, daging sapi pada dendeng batokok dipukul-pukul dengan batu cobek setelah diiris tipis melebar agar lebih lembut. Proses ini membuat serat daging menjadi lebih terbuka dan mudah menyerap bumbu.
Tekstur dendeng batokok cenderung lebih empuk dibandingkan dendeng balado kering. Namun keduanya tetap memiliki karakter rasa yang kuat dan khas.
Dendeng balado sangat cocok disajikan sebagai lauk utama dengan nasi putih hangat. Hidangan ini juga sering dilengkapi dengan telur goreng atau beberapa jenis sayuran sebagai pelengkap.
Perpaduan rasa pedas, gurih, dan manis dari sambal balado berpadu sempurna dengan nasi putih. Sensasi ini membuat dendeng balado menjadi menu favorit di banyak rumah makan.
Selain sebagai lauk harian, dendeng balado juga sering disajikan dalam acara keluarga dan perayaan tertentu. Hidangan ini dianggap praktis karena bisa disimpan lebih lama dibandingkan lauk basah lainnya.
Dendeng balado juga cocok dijadikan bekal perjalanan karena tahan lama dan tetap nikmat meski disantap dalam kondisi dingin. Hal ini membuatnya menjadi pilihan favorit untuk oleh-oleh khas Minangkabau.
Dengan mengikuti resep dan tips yang tepat, Anda bisa menghasilkan dendeng sapi balado pedas yang renyah dan tidak alot di rumah. Proses memasaknya memang memerlukan ketelatenan, tetapi hasilnya sepadan dengan usaha yang dilakukan.
Kelezatan dendeng balado tidak hanya terletak pada bumbunya yang khas, tetapi juga pada tekstur dagingnya yang sempurna. Kombinasi keduanya menciptakan hidangan yang sulit dilupakan.
Kini, Anda tidak perlu lagi bergantung pada rumah makan Padang untuk menikmati dendeng balado berkualitas. Dengan bahan sederhana dan langkah yang jelas, hidangan ini bisa hadir di meja makan keluarga kapan saja.
Dendeng daging sapi balado pedas bukan sekadar lauk, tetapi juga simbol kekayaan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan. Setiap suapan menghadirkan cita rasa tradisi yang hangat dan penuh makna.
Zahra
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Roti Bakar Legendaris di Bandung yang Tetap Eksis Puluhan Tahun dan Selalu Diburu
- Jumat, 06 Februari 2026
Daftar Nasi Goreng Enak di Jakarta Favorit Warga Lokal dan Kuliner Malam
- Jumat, 06 Februari 2026
Rekomendasi 11 Takjil Kekinian untuk Buka Puasa yang Lagi Viral dan Menggugah Selera
- Jumat, 06 Februari 2026
Resep Tandoori Chicken Autentik Khas India dengan Aroma Rempah Kuat dan Tekstur Lembut
- Jumat, 06 Februari 2026
Resep Nasi Telur Mentai Ala Jepang yang Praktis Gurih Creamy dan Bikin Ketagihan
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Daftar Nasi Goreng Enak di Jakarta Favorit Warga Lokal dan Kuliner Malam
- Jumat, 06 Februari 2026
Rekomendasi 11 Takjil Kekinian untuk Buka Puasa yang Lagi Viral dan Menggugah Selera
- Jumat, 06 Februari 2026
Resep Tandoori Chicken Autentik Khas India dengan Aroma Rempah Kuat dan Tekstur Lembut
- Jumat, 06 Februari 2026
Resep Nasi Telur Mentai Ala Jepang yang Praktis Gurih Creamy dan Bikin Ketagihan
- Jumat, 06 Februari 2026








