Jakarta Siap Transformasi Transportasi Publik dengan 10.000 Bus Listrik pada 2029
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan rencana penambahan armada bus Transjakarta hingga 10.000 unit pada 2029. Semua bus baru yang masuk armada nantinya akan menggunakan tenaga listrik demi mendukung transportasi ramah lingkungan.
Pramono menyatakan bahwa target ini menjadi fokus utama Pemprov DKI dalam menghadapi pertumbuhan pengguna transportasi publik. “Pasti, pasti (penambahan armada). Bahkan target saya di tahun 2029, 10.000 bus Jakarta itu sudah bus electric,” ujarnya saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 5 Februari 2026.
Lonjakan Pengguna Transportasi Umum di Jakarta
Baca JugaAdies Kadir Resmi Mulai Bertugas sebagai Hakim Konstitusi di MK
Menurut Pramono, jumlah masyarakat yang memanfaatkan transportasi umum meningkat pesat dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan ini terlihat sebagai dampak dari kebijakan Pemprov DKI yang menggratiskan 15 golongan penumpang tertentu.
Kebijakan ini, menurutnya, membuat naik transportasi umum menjadi kebiasaan baru bagi warga ibu kota. “Orang naik transportasi umum di Jakarta sekarang meningkat dengan pesat. Karena apa? 15 golongan kami gratiskan. Itulah yang menyebabkan kemudian orang sekarang, naik transportasi umum itu menjadi habit baru,” jelas Pramono.
Pembukaan Rute Baru Transjabodetabek Blok M ke Bandara
Selain penambahan armada, Pemprov DKI akan membuka rute baru Transjabodetabek dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta pada pekan depan. Rute baru ini bertujuan memperluas akses transportasi publik bagi warga yang sering bepergian antarwilayah.
Pramono menambahkan bahwa rapat terbatas khusus akan digelar untuk memfinalisasi trayek baru tersebut. “Hari ini kebetulan kita ada ratas khusus untuk finalisasi TransJabodetabek yang dari Blok M ke Soekarno-Hatta,” ujarnya.
Kenyamanan dan Tarif Transportasi Tetap Terjangkau
Untuk rute baru ini, tarif yang diterapkan tidak mengalami perubahan. Penumpang tetap membayar Rp 2.000 sebelum jam 06.00 WIB dan Rp 3.500 setelah jam tersebut.
Pemprov DKI juga menyiapkan 20 bus untuk trayek baru agar waktu tunggu penumpang lebih efisien. “Dengan demikian setiap 5, maksimum 10 menit itu selalu ada,” ujar Pramono mengenai frekuensi armada.
Transportasi Ramah Lingkungan sebagai Prioritas Kota
Transisi ke bus listrik menjadi bagian dari strategi Jakarta untuk menghadirkan transportasi yang lebih bersih dan efisien. Selain mengurangi polusi udara, langkah ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak warga untuk beralih ke transportasi publik.
Pramono optimistis, dukungan warga terhadap penggunaan bus listrik akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah armada. Hal ini juga sejalan dengan target pemerintah kota untuk membangun ekosistem transportasi modern dan berkelanjutan.
Inovasi dan Strategi Pengembangan Transportasi Publik
Langkah menambah armada dan membuka rute baru menjadi strategi jangka panjang Pemprov DKI dalam mengurangi kemacetan di Jakarta. Dengan integrasi bus listrik dan jaringan rute yang lebih luas, diharapkan mobilitas warga akan lebih cepat dan nyaman.
Pramono menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan transportasi publik. Menurutnya, inovasi seperti ini akan membentuk kebiasaan baru masyarakat dalam memanfaatkan transportasi umum.
Optimisme Pemprov DKI terhadap Masa Depan Transportasi Jakarta
Pemprov DKI menargetkan Transjakarta sebagai pilihan utama warga dalam beraktivitas sehari-hari. Dengan penambahan armada hingga 10.000 unit dan rute baru yang strategis, Jakarta siap menjadi kota dengan transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Gubernur Pramono percaya bahwa masyarakat akan semakin terbiasa menggunakan transportasi umum seiring dengan meningkatnya kenyamanan dan frekuensi bus. Hal ini dipandang sebagai langkah konkret untuk menciptakan Jakarta yang lebih hijau dan bebas polusi.
Peningkatan Transportasi Publik sebagai Kebijakan Berkelanjutan
Keputusan menggratiskan 15 golongan penumpang tertentu terbukti efektif meningkatkan penggunaan transportasi umum. Kebijakan ini sekaligus menjadi dorongan agar masyarakat mau meninggalkan kendaraan pribadi demi kepentingan bersama.
Pemprov DKI juga menekankan pentingnya teknologi dalam menghadirkan transportasi modern. Bus listrik bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga simbol transformasi Jakarta menuju kota masa depan yang efisien dan bersih.
Jakarta Menuju Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan
Dengan target 10.000 bus listrik pada 2029, penambahan rute, dan kebijakan tarif yang tetap terjangkau, Pemprov DKI menegaskan komitmennya terhadap transportasi publik. Langkah-langkah ini diharapkan membentuk kebiasaan baru bagi warga Jakarta untuk lebih memilih transportasi umum.
Pemprov DKI yakin kombinasi antara kenyamanan, efisiensi, dan ramah lingkungan akan membuat Transjakarta semakin diminati. Transformasi ini bukan hanya soal angka armada, tetapi juga membangun budaya transportasi yang berkelanjutan bagi ibu kota.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Wamenlu Anis Matta Soroti Peran Indonesia Perkuat Integrasi Dunia Islam
- Jumat, 06 Februari 2026
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan PM Australia Anthony Albanese di Istana
- Jumat, 06 Februari 2026
IKN Masuki Fase Operasional Usai Istana Wakil Presiden Selesai Dibangun
- Jumat, 06 Februari 2026
Menko Pangan Tegaskan Program MBG Berlanjut Saat Ramadan dengan Skema Khusus
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan PM Australia Anthony Albanese di Istana
- Jumat, 06 Februari 2026
IKN Masuki Fase Operasional Usai Istana Wakil Presiden Selesai Dibangun
- Jumat, 06 Februari 2026
Menko Pangan Tegaskan Program MBG Berlanjut Saat Ramadan dengan Skema Khusus
- Jumat, 06 Februari 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Jumat 6 Februari 2026: Hujan Ringan dan Awan Tebal
- Jumat, 06 Februari 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat 6 Februari 2026: Hujan Ringan hingga Lebat Terjadi
- Jumat, 06 Februari 2026









