JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, stevia semakin dikenal luas sebagai pemanis alternatif pengganti gula pasir. Stevia berasal dari tanaman semak dengan nama ilmiah Stevia rebaudiana, yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Amerika Selatan sebagai pemanis alami.
Daya tarik utama stevia terletak pada tingkat kemanisannya yang sangat tinggi. Mengutip Experimental and Clinical Science Journal, rasa manis stevia bisa mencapai 250 hingga 300 kali lipat dibandingkan gula pasir.
Artinya, hanya dengan satu sendok teh stevia, rasa manis yang dihasilkan bisa setara dengan satu cangkir gula biasa.
Baca JugaDiterjang Cuaca Ekstrem, Proyek Tol La Son-Hoa Lien Resmi Diusulkan Diperpanjang
Karena digunakan dalam jumlah yang sangat sedikit, stevia sering dianggap lebih aman bagi mereka yang ingin mengontrol asupan gula dan kalori. Tak heran jika pemanis ini kerap direkomendasikan bagi orang yang sedang menjalani diet atau berupaya menerapkan pola makan sehat.
Kelebihan Stevia Dibandingkan Gula Pasir
Stevia memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik sebagai pengganti gula. Salah satunya adalah asalnya yang berasal dari bahan alami. Meski di pasaran tersedia dalam berbagai bentuk olahan, stevia tetap bersumber dari tanaman, bukan hasil sintesis kimia.
Tingkat kemanisan stevia yang tinggi juga menjadi nilai tambah tersendiri. Dengan penggunaan yang sangat sedikit, rasa manis sudah bisa diperoleh secara maksimal, sehingga pemakaiannya menjadi lebih hemat dan efisien.
Keunggulan lain dari stevia adalah kandungan kalorinya yang sangat rendah, bahkan mendekati nol kalori. Meski efeknya terhadap penurunan berat badan tidak selalu signifikan, setidaknya stevia dapat membantu mengurangi asupan kalori harian bagi mereka yang tetap ingin menikmati rasa manis.
Selain itu, stevia termasuk pemanis non-nutritif, artinya tidak menambahkan nilai gizi pada makanan atau minuman. Hal ini membuat komposisi nutrisi makanan tetap terjaga seperti aslinya.
Bagi penderita diabetes, stevia juga dianggap sebagai pilihan yang lebih baik karena dapat membantu mengontrol lonjakan gula darah dibandingkan gula pasir, meskipun penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut secara menyeluruh.
Kekurangan dan Risiko Konsumsi Stevia
Di balik berbagai kelebihannya, stevia juga memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperhatikan. Salah satu kelemahan utamanya adalah tidak memberikan nilai gizi apa pun selain rasa manis. Berbeda dengan gula alami yang masih mengandung energi, stevia tidak menyumbang nutrisi tambahan bagi tubuh.
Penggunaan stevia juga berpotensi memicu kompensasi kalori berlebih. Karena merasa aman mengonsumsi pemanis rendah kalori, sebagian orang cenderung makan lebih banyak tanpa disadari, sehingga tujuan awal mengurangi asupan kalori justru tidak tercapai.
Dari segi rasa, stevia memiliki karakteristik yang tidak selalu cocok bagi semua orang. Beberapa orang merasakan sensasi pahit atau aftertaste di lidah setelah mengonsumsinya, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan rasa gula pasir.
Pada beberapa kasus, stevia juga dapat menimbulkan efek samping seperti mual, perut terasa begah, dan kembung. Mengutip WebMD, stevia dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik di dalam usus, yang pada sebagian orang berujung pada gangguan pencernaan. Selain itu, harga stevia di pasaran umumnya lebih mahal dibandingkan gula pasir biasa, sehingga menjadi pertimbangan tersendiri bagi konsumen.
Menentukan Stevia Sebagai Pengganti Gula
Secara umum, stevia dinilai aman untuk digunakan sebagai alternatif pemanis alami atau pendamping gula pasir. Namun, bagi yang baru pertama kali mencobanya, perbedaan rasa dengan gula biasa mungkin akan terasa cukup signifikan.
Sebelum menggunakannya secara rutin, sebaiknya stevia diuji terlebih dahulu pada beberapa jenis makanan atau minuman. Hal ini penting untuk menilai apakah rasa dan konsistensi akhir sesuai dengan selera pribadi.
Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu atau riwayat medis khusus, penggunaan stevia sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis. Hal ini mengingat penelitian mengenai efek jangka panjang konsumsi stevia masih terbatas.
Dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, stevia dapat dimanfaatkan secara lebih bijak sebagai bagian dari pola makan sehat. Pemilihan pemanis yang tepat bukan hanya soal mengurangi kalori, tetapi juga tentang menyesuaikan kebutuhan tubuh dan menjaga keseimbangan konsumsi harian.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia
- Selasa, 03 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung
- Selasa, 03 Februari 2026
Berita Lainnya
Rahasia Membuat Tongseng Ayam Gurih dan Lezat yang Bikin Selera Makan Meningkat Drastis
- Selasa, 03 Februari 2026
Cara Praktis Membuat Siomay Ikan Tenggiri Lezat yang Bikin Ketagihan Setiap Gigitan
- Selasa, 03 Februari 2026
Resep Capcay Kuah Udang Jamur Praktis yang Bisa Dibuat Sendiri di Rumah
- Selasa, 03 Februari 2026
Cara Membuat Keripik Bawang Putih Utuh Renyah dan Aromanya Bikin Ketagihan
- Selasa, 03 Februari 2026
Resep Oseng Kikil Sapi Pedas Manis yang Bikin Selera Makan Meningkat
- Selasa, 03 Februari 2026













