JAKARTA - Minum teh setelah makan bukan sekadar soal kebiasaan, tetapi juga berkaitan dengan cara tubuh memproses zat gizi.
Kepala PR Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sofa Fajriah, menjelaskan bahwa teh mengandung senyawa aktif berupa tanin dan kafein.
Kedua zat ini diketahui dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dari makanan, terutama bila teh diminum tepat setelah makan dan dilakukan secara rutin.
Baca JugaDiterjang Cuaca Ekstrem, Proyek Tol La Son-Hoa Lien Resmi Diusulkan Diperpanjang
“Teh yang diminum bersamaan dengan makanan bisa berdampak pada penyerapan zat gizi tertentu,” ujar Sofa.
Tanin dalam teh memiliki kemampuan mengikat mineral, sementara kafein dapat merangsang kerja saluran cerna. Kombinasi keduanya membuat teh berpotensi mengganggu proses penyerapan nutrisi penting jika dikonsumsi tanpa jeda setelah makan.
Dampak ini tidak selalu langsung terasa, tetapi bisa muncul dalam jangka panjang apabila kebiasaan tersebut dilakukan setiap hari.
Dampak Minum Teh Tepat Setelah Makan
Kebiasaan minum teh setelah makan dapat menimbulkan sejumlah efek terhadap tubuh. Salah satu dampak yang paling sering dibahas adalah terhambatnya penyerapan zat besi, terutama dari sumber nabati seperti sayur-mayur, tahu, dan tempe. Tanin dalam teh dapat mengikat zat besi sehingga tubuh kesulitan menyerapnya secara optimal.
Selain zat besi, penyerapan kalsium dan zinc juga dapat terganggu. Padahal, kedua mineral ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, sistem imun, dan metabolisme tubuh.
Jika kebiasaan ini berlangsung lama, risiko gangguan kesehatan bisa meningkat, terutama pada kelompok yang memiliki kebutuhan zat besi tinggi.
Minum teh manis setelah makan juga berpotensi menambah asupan gula tanpa disadari. Kebiasaan ini dapat memengaruhi berat badan dan kadar gula darah jika tidak dikontrol dengan baik.
Pada sebagian orang, konsumsi teh setelah makan juga dapat memicu gangguan lambung, seperti perut kembung atau nyeri ulu hati, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.
Jika dilakukan dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berisiko meningkatkan kemungkinan terjadinya anemia dan masalah kesehatan lainnya. Risiko ini lebih besar pada perempuan usia produktif, ibu hamil, serta remaja yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan membutuhkan asupan zat besi lebih tinggi.
Waktu Terbaik Mengonsumsi Teh
Sejumlah riset menyarankan agar minum teh tidak dilakukan tepat setelah makan. Disarankan untuk memberi jeda sekitar satu jam setelah makan sebelum menikmati teh. Tanin dalam teh diketahui dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga sekitar 37 persen jika diminum bersamaan dengan makanan.
Sementara itu, minum teh sebelum makan juga sebaiknya diberi jeda sekitar 30 menit. Cara ini dinilai lebih aman dan bahkan dapat membantu menjaga hidrasi serta mengontrol porsi makan.
Meski demikian, konsumsi teh tetap perlu dibatasi agar manfaatnya bisa dirasakan tanpa menimbulkan efek samping. Jumlah yang dianjurkan umumnya maksimal dua hingga tiga gelas per hari.
Sebagai alternatif minuman setelah makan, air putih menjadi pilihan paling aman karena tidak mengganggu penyerapan nutrisi. Jus buah segar tanpa tambahan gula juga dapat menjadi opsi, asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan.
Manfaat Teh Jika Dikonsumsi Bijak
Meski memiliki potensi dampak negatif jika diminum sembarangan, teh bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Teh tetap memiliki berbagai manfaat kesehatan berkat kandungan katekin dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan.
Menurut Sofa, jika dikonsumsi dengan bijak, teh justru dapat membantu mengatur metabolisme lemak setelah makan, mengurangi stres oksidatif, serta menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung. Kandungan antioksidan dalam teh juga diketahui berperan dalam mendukung kesehatan secara menyeluruh jika diminum pada waktu yang tepat.
“Kesadaran akan kondisi tubuh kita sangatlah penting. Dengan memahami tubuh sendiri, kita dapat lebih bijak dalam memilih makanan yang layak dikonsumsi maupun dihindari, menentukan takaran yang sesuai, serta memperhatikan cara mengonsumsinya. Sikap ini bukan hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi langkah sederhana untuk hidup lebih seimbang dan berkualitas,” kata Sofa.
Dengan memahami waktu dan porsi yang tepat, kebiasaan minum teh tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan. Memberi sedikit jeda setelah makan menjadi langkah sederhana agar manfaat teh tetap optimal dan risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia
- Selasa, 03 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung
- Selasa, 03 Februari 2026
Berita Lainnya
Rahasia Membuat Tongseng Ayam Gurih dan Lezat yang Bikin Selera Makan Meningkat Drastis
- Selasa, 03 Februari 2026
Cara Praktis Membuat Siomay Ikan Tenggiri Lezat yang Bikin Ketagihan Setiap Gigitan
- Selasa, 03 Februari 2026
Resep Capcay Kuah Udang Jamur Praktis yang Bisa Dibuat Sendiri di Rumah
- Selasa, 03 Februari 2026
Cara Membuat Keripik Bawang Putih Utuh Renyah dan Aromanya Bikin Ketagihan
- Selasa, 03 Februari 2026
Resep Oseng Kikil Sapi Pedas Manis yang Bikin Selera Makan Meningkat
- Selasa, 03 Februari 2026













