Kamis, 29 Januari 2026

Harga Bawang, Cabai, dan Telur Turun Hari Ini, Ini Rincian Lengkap Komoditas Pangan Nasional

Harga Bawang, Cabai, dan Telur Turun Hari Ini, Ini Rincian Lengkap Komoditas Pangan Nasional
Harga Bawang, Cabai, dan Telur Turun Hari Ini, Ini Rincian Lengkap Komoditas Pangan Nasional

JAKARTA - Pergerakan harga bahan pangan selalu menjadi perhatian masyarakat, terutama menjelang akhir bulan ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat. Kabar baik datang dari pasar nasional karena sejumlah komoditas utama terpantau mengalami penurunan harga.

Pantauan harga ini menjadi indikator penting bagi konsumen maupun pelaku usaha untuk menyusun strategi belanja dan distribusi. Dengan turunnya beberapa harga kebutuhan pokok, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk mengatur pengeluaran harian.

Harga beberapa komoditas pangan, seperti bawang merah, bawang putih bonggol, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah terpantau turun pada Kamis pagi, 29 Januari 2026. Kondisi ini memberikan angin segar bagi masyarakat yang bergantung pada kebutuhan dapur sehari-hari.

Baca Juga

Layanan Samsat Keliling Tersedia di 14 Wilayah Jadetabek, 29 Januari 2026

Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata nasional bawang merah berada di angka Rp38.651 per kilogram atau turun Rp2.376 dibandingkan Rabu, 28 Januari 2026. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan pasokan di tingkat produsen maupun distribusi.

Harga bawang putih bonggol juga turun menjadi Rp37.964 per kilogram, cabai merah keriting Rp33.635 per kilogram, cabai merah besar Rp31.342 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp51.575 per kilogram. Perubahan ini dinilai cukup signifikan karena cabai dan bawang merupakan komoditas dengan fluktuasi harga tinggi.

Penurunan harga tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap biaya belanja rumah tangga. Konsumen pun dapat memanfaatkan momentum ini untuk memenuhi kebutuhan dapur dengan biaya lebih hemat.

Selain itu, stabilitas harga bawang dan cabai juga penting bagi pelaku usaha kuliner. Turunnya harga bahan baku dapat membantu menjaga harga jual makanan tetap terjangkau.

Kondisi pasar yang relatif kondusif ini mencerminkan distribusi pangan yang lebih terkendali. Pemerintah terus memantau pergerakan harga agar tetap dalam batas wajar dan tidak memberatkan masyarakat.

Harga Daging Ayam dan Telur Ikut Mengalami Penurunan

Tak hanya komoditas hortikultura, beberapa produk protein hewani juga tercatat mengalami penurunan harga. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang mengandalkan daging ayam dan telur sebagai sumber protein harian.

Beberapa harga komoditas pangan lainnya yang turun adalah daging ayam ras yang kini menjadi Rp38.311 per kilogram, dan telur ayam ras yang tercatat berada di rata-rata Rp30.281 per kilogram. Penurunan ini dinilai cukup membantu daya beli masyarakat.

Harga daging ayam dan telur yang lebih terjangkau dapat berdampak positif terhadap konsumsi protein masyarakat. Dengan demikian, pola makan sehat tetap dapat terjaga tanpa membebani anggaran rumah tangga.

Stabilitas harga protein hewani juga penting bagi sektor usaha kecil dan menengah di bidang kuliner. Harga bahan baku yang lebih rendah memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan margin atau menahan harga jual.

Penurunan harga ini juga mencerminkan kondisi pasokan yang relatif mencukupi. Distribusi yang lancar dan produksi yang stabil turut berperan dalam menjaga keseimbangan harga.

Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi pasar pangan nasional. Pemerintah berharap tren penurunan harga dapat berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Selain itu, pengendalian harga protein hewani juga berdampak pada tingkat inflasi pangan. Dengan harga yang lebih stabil, tekanan inflasi dapat ditekan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Rincian Harga Beras dan Minyak Goreng Nasional

Sementara itu, harga beras sebagai kebutuhan pokok utama masyarakat juga tercatat dalam kondisi relatif stabil. Meskipun tidak mengalami penurunan signifikan, pergerakan harga tetap menjadi perhatian karena beras memiliki kontribusi besar terhadap pengeluaran rumah tangga.

Harga rata-rata nasional beras premium tercatat berada di harga rata-rata Rp15.396 per kilogram, beras medium Rp13.185 per kilogram, dan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Rp12.408 per kilogram. Angka ini menunjukkan kondisi pasar beras yang masih terkendali.

Stabilitas harga beras penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Pemerintah terus mengupayakan agar pasokan beras tetap aman melalui pengelolaan stok dan distribusi yang efektif.

Selain beras, harga minyak goreng juga menjadi sorotan masyarakat karena penggunaannya yang luas dalam aktivitas memasak sehari-hari. Perubahan harga minyak goreng dapat langsung dirasakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.

Harga rata-rata nasional minyak goreng curah saat ini berada di angka rata-rata Rp17.535 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan Rp20.605 per liter dan MinyaKita Rp17.310 per liter. Angka ini mencerminkan kondisi harga yang relatif stabil di pasar nasional.

Stabilitas harga minyak goreng memberikan kepastian bagi konsumen dalam mengatur belanja dapur. Selain itu, pelaku usaha kuliner juga dapat lebih mudah menghitung biaya produksi.

Kondisi pasar yang stabil ini juga menjadi indikator keberhasilan kebijakan pengendalian harga pangan. Pemerintah terus melakukan pemantauan agar harga tetap berada dalam rentang yang wajar.

Dengan harga beras dan minyak goreng yang terkendali, masyarakat dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan lainnya. Stabilitas ini diharapkan mampu mendukung kesejahteraan rumah tangga secara keseluruhan.

Harga Ikan, Daging Sapi, Gula, dan Tepung Terigu

Di sisi lain, beberapa komoditas pangan justru mengalami kenaikan harga. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga pangan tetap dinamis dan dipengaruhi berbagai faktor.

Ikan kembung naik menjadi Rp44.701 per kilogram, ikan tongkol Rp36.288 per kilogram, dan ikan bandeng Rp34.998 per kilogram. Kenaikan ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi hasil tangkapan.

Harga ikan yang naik perlu dicermati karena ikan merupakan sumber protein penting bagi masyarakat. Pemerintah diharapkan terus menjaga keseimbangan pasokan agar harga tidak terus melonjak.

Selain ikan, harga daging sapi murni kini menjadi Rp135.540 per kilogram. Harga ini mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang masih cukup ketat di pasar nasional.

Daging sapi merupakan komoditas strategis yang sering mengalami fluktuasi harga. Pemerintah biasanya melakukan intervensi melalui impor atau pengelolaan stok untuk menjaga stabilitas harga.

Untuk komoditas bahan pokok lainnya, harga gula konsumsi tercatat Rp18.028 per kilogram. Sementara itu, harga tepung terigu kemasan Rp12.578 per kilogram dan terigu curah Rp9.436 per kilogram.

Harga gula dan tepung terigu yang relatif stabil memberikan kepastian bagi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil. Kedua komoditas ini banyak digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman.

Stabilitas harga bahan pokok tersebut membantu menjaga daya beli masyarakat. Dengan biaya bahan baku yang tidak melonjak, konsumen dapat mempertahankan pola konsumsi sehari-hari.

Pergerakan harga komoditas pangan ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali. Meski ada kenaikan pada beberapa komoditas, penurunan harga di sektor lain membantu menyeimbangkan kondisi pasar secara keseluruhan.

Secara umum, turunnya harga bawang, cabai, daging ayam, dan telur memberikan dampak positif bagi rumah tangga. Kondisi ini dapat membantu menekan pengeluaran bulanan masyarakat.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan biaya lebih hemat. Dengan perencanaan belanja yang baik, pengeluaran rumah tangga dapat lebih efisien.

Di sisi lain, pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan untuk memastikan stabilitas pasar tetap terjaga. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik.

Dengan dinamika harga yang terus berubah, informasi terkini mengenai harga pangan menjadi sangat penting. Masyarakat dapat menggunakan data ini sebagai acuan dalam mengatur pengeluaran dan kebutuhan sehari-hari.

Pergerakan harga komoditas pangan juga menjadi indikator penting bagi kondisi ekonomi nasional. Stabilitas harga pangan berkontribusi besar terhadap pengendalian inflasi dan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, diharapkan tren penurunan harga pada sejumlah komoditas dapat berlanjut. Hal ini akan memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup secara layak.

Dengan demikian, kondisi pasar pangan nasional saat ini menunjukkan sinyal positif. Turunnya harga beberapa komoditas utama menjadi kabar baik yang patut disambut masyarakat luas.

Zahra

Zahra

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Informasi Cuaca BMKG 29 Januari 2026, Hujan Ringan Hingga Lebat Tercatat

Informasi Cuaca BMKG 29 Januari 2026, Hujan Ringan Hingga Lebat Tercatat

Cek Desil Bansos Mandiri dengan Aplikasi Resmi Kemensos 2026

Cek Desil Bansos Mandiri dengan Aplikasi Resmi Kemensos 2026

Citilink Tambah Penerbangan Harian Jakarta Tanjung Pinang Februari 2026

Citilink Tambah Penerbangan Harian Jakarta Tanjung Pinang Februari 2026

Sopir dan Pengusaha Logistik Dorong Pembukaan Kembali Rute Penyeberangan Ketapang-Lembar

Sopir dan Pengusaha Logistik Dorong Pembukaan Kembali Rute Penyeberangan Ketapang-Lembar

Pembangunan Tol Serpong–Bogor Resmi Dimulai, Dorong Konektivitas dan Ekonomi

Pembangunan Tol Serpong–Bogor Resmi Dimulai, Dorong Konektivitas dan Ekonomi