Pembinaan Olahraga Tinju Amatir Gresik Berbuah Prestasi, Dari Porprov ke Ring Profesional
- Kamis, 29 Januari 2026
JAKARTA - Perkembangan olahraga tinju amatir di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menunjukkan arah yang semakin menjanjikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembinaan yang dilakukan secara konsisten mulai menampakkan hasil nyata. Tidak hanya mampu mengantar atlet meraih medali di ajang multi-event daerah, program tersebut bahkan sukses mencetak petinju yang langsung meraih kemenangan pada debut profesionalnya.
Capaian ini menjadi penanda penting bahwa pembinaan olahraga, khususnya tinju, tidak selalu harus dimulai dari pusat-pusat besar. Dengan sistem yang terarah dan komitmen berkelanjutan, daerah seperti Gresik pun mampu melahirkan atlet berdaya saing tinggi, baik di level amatir maupun profesional.
Baca JugaResep Keripik Daun Ubi Jalar Renyah Tahan Lama Camilan Sehat Rumahan
Pembinaan Sejak Dini Jadi Fondasi Prestasi
Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Kabupaten Gresik menjadi motor utama di balik geliat positif ini. Sejak resmi terbentuk pada 2021, organisasi tersebut langsung memfokuskan programnya pada pembinaan atlet usia muda. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan regenerasi berjalan sehat dan berkesinambungan.
Ketua Pertina Gresik, Darry Rafly Alifiyanti, menegaskan bahwa arah pembinaan sejak awal memang ditujukan untuk membangun fondasi jangka panjang, bukan sekadar mengejar hasil instan.
“Sejak berdiri, kami fokus pembinaan. Alhamdulillah sudah ada atlet yang meraih medali di Porprov dan yang terbaru berhasil menjadi juara pada debut pertamanya di ajang profesional,”
Salah satu bukti konkret keberhasilan tersebut adalah raihan medali Muhammad Ahmad Albab pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025. Prestasi ini menjadi tolok ukur bahwa sistem pembinaan yang diterapkan Pertina Gresik telah berjalan di jalur yang tepat.
Dari Ring Amatir Menuju Profesional
Capaian yang lebih membanggakan datang dari Zulfikar Fikri Maulana. Petinju muda ini sukses mencatatkan kemenangan pada laga debut profesionalnya dalam ajang Fights Bout Flyweight yang digelar oleh Predalion dan Kuro Raijin di Surabaya.
Kemenangan tersebut bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga simbol keberhasilan transisi dari tinju amatir ke profesional—fase yang kerap menjadi tantangan besar bagi banyak atlet. Menurut Darry, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembinaan di Gresik tidak berhenti pada level dasar, melainkan mampu mempersiapkan atlet untuk naik kelas.
Capaian ini sekaligus mempertegas meningkatnya minat generasi muda Gresik terhadap olahraga tinju. Antusiasme tersebut menjadi modal penting untuk memperluas basis atlet sekaligus memperkuat ekosistem tinju daerah.
“Kami berharap dukungan semua pihak terus mengalir agar tinju Gresik bisa semakin berprestasi, baik di level amatir maupun profesional,”.
Tinju sebagai Saluran Positif Pemuda Gresik
Senada dengan itu, Sekretaris Pertina Gresik, Dimas Setio Wicaksono, menekankan pentingnya memperkuat sistem pembinaan secara menyeluruh. Menurutnya, potensi pemuda Gresik di dunia combat sport sangat besar, namun membutuhkan wadah yang jelas dan terarah.
Selain menargetkan hasil maksimal pada Porprov 2027, Pertina Gresik juga berkomitmen mencetak regenerasi petinju yang mampu bersaing di berbagai level kompetisi. Bagi Dimas, tinju bukan hanya soal prestasi olahraga, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan pengendalian diri.
“Kita ingin talenta muda memiliki saluran yang positif. Daripada mereka bertarung di luar tanpa aturan, lebih baik kita bina secara profesional di bawah naungan Pertina agar menjadi prestasi yang membanggakan daerah,” tegas Dimas yang juga merupakan Anggota DPRD Gresik.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga memiliki dimensi sosial yang kuat. Tinju diarahkan sebagai medium disiplin, sportivitas, dan pembentukan mental, sekaligus menjadi alternatif positif bagi generasi muda agar terhindar dari kenakalan remaja dan kekerasan jalanan.
Disiplin, Konsistensi, dan Mental Baja Petinju Muda
Zulfikar Fikri sendiri mengakui bahwa perjalanan menuju kemenangan profesional pertamanya tidaklah mudah. Ia harus menjalani latihan yang disiplin dan konsisten, dengan jadwal ketat hampir sepanjang pekan.
“Setiap Selasa hingga Jumat, saya latihan teknik. Sabtu dan Minggu fokus fisik,” ungkap Fikri.
Baginya, tinju adalah olahraga yang menuntut kejujuran fisik dan mental. Ia tidak mengenal jalan pintas. Cedera dan rasa sakit menjadi bagian dari proses yang harus diterima.
“Kena pukulan di bagian mata dan hidung sampai patah sudah saya rasakan. Tapi saya tetap senang bermain tinju,”.
Tantangan terbesar justru datang dari pengaturan pola makan dan berat badan, aspek krusial bagi petinju di kelas tertentu.
“Kesulitannya mengatur makan dan berat badan. Konsumsi harus daging biar bertenaga,” tambahnya.
Optimisme Menuju Prestasi Berkelanjutan
Keberhasilan pembinaan tinju amatir di Gresik menjadi contoh bahwa prestasi olahraga lahir dari proses panjang, bukan kebetulan. Dengan sistem yang konsisten, dukungan berbagai pihak, serta pembinaan yang terarah, Gresik perlahan membangun reputasi sebagai salah satu daerah penghasil petinju potensial di Jawa Timur.
Jika pola ini terus dijaga dan dikembangkan, bukan tidak mungkin Gresik akan melahirkan lebih banyak atlet yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional—membuktikan bahwa ring amatir adalah pintu awal menuju prestasi besar di dunia profesional.
Regan
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
OJK Minta Industri Asuransi Jiwa Perkuat Manajemen Risiko Klaim Kesehatan
- Kamis, 29 Januari 2026
Berita Lainnya
Cara Mudah Membuat Donat Kentang Empuk Mengembang Topping Meises Anti Gagal
- Kamis, 29 Januari 2026
Resep Pisang Goreng Tanpa Telur Renyah dan Praktis Untuk Semua Orang
- Kamis, 29 Januari 2026
Terpopuler
1.
Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Kamis 29 Januari 2026
- 29 Januari 2026
2.
Harga Emas Antam Naik Tajam Perdagangan Kamis 29 Januari 2026
- 29 Januari 2026
3.
Pergerakan Harga Perak Antam Meningkat Kamis 29 Januari 2026
- 29 Januari 2026












