Kamis, 22 Januari 2026

Kurang Tidur Satu Jam Picu Serangan Jantung Risiko Meningkat Waspada Sekarang

Kurang Tidur Satu Jam Picu Serangan Jantung Risiko Meningkat Waspada Sekarang
Kurang Tidur Satu Jam Picu Serangan Jantung Risiko Meningkat Waspada Sekarang

JAKARTA - Banyak orang menganggap waktu tidur sebagai hal yang fleksibel dan bisa dikorbankan demi produktivitas atau hiburan. 

Begadang demi pekerjaan, menonton serial, atau bermain media sosial sering dianggap wajar selama tubuh masih mampu beraktivitas keesokan harinya. Padahal, di balik kebiasaan tersebut, tubuh terutama jantung bekerja lebih keras dari yang disadari. Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan proses penting untuk menjaga keseimbangan sistem tubuh.

Dalam dunia kesehatan, tidur memiliki peran besar terhadap fungsi jantung dan pembuluh darah. Saat tidur cukup, tekanan darah menurun, denyut jantung melambat, dan tubuh melakukan perbaikan sel secara alami. Ketika waktu tidur berkurang, proses pemulihan ini tidak berjalan optimal. Akibatnya, risiko gangguan kardiovaskular meningkat secara perlahan namun konsisten.

Baca Juga

Cara Cek Nomor Penipuan Telegram dengan Mudah 2026

Penelitian dan pengamatan medis menunjukkan bahwa kekurangan tidur berdampak langsung pada kesehatan jantung. Mengutip akun Instagram PJN Harapan Kita, kurang tidur satu jam setiap malam dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 33 persen. Temuan ini memperkuat peringatan dari American Heart Association yang menyebutkan tidur kurang dari enam jam per malam berkaitan dengan risiko jantung yang lebih tinggi.

Kurang tidur berdampak langsung pada jantung

Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga memicu perubahan biologis yang berbahaya. Salah satu dampaknya adalah penumpukan kalsium di pembuluh darah jantung. Kalsium tersebut membentuk plak yang menyempitkan pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke jantung. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu utama serangan jantung.

Selain itu, tidur yang tidak cukup berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah. Tekanan darah yang terus berada di atas normal akan memperberat kerja jantung dalam jangka panjang. Jika kondisi ini berlangsung bertahun-tahun, risiko kerusakan pembuluh darah dan jantung menjadi semakin besar. Inilah sebabnya kurang tidur dianggap sebagai faktor risiko serius.

Kurang tidur juga memengaruhi keseimbangan hormon stres dalam tubuh. Hormon seperti kortisol cenderung meningkat saat tubuh tidak mendapatkan istirahat cukup. Kadar kortisol yang tinggi berhubungan dengan peningkatan peradangan dan gangguan metabolisme. Semua faktor tersebut berkontribusi terhadap masalah jantung.

Peradangan meningkat akibat tidur tidak cukup

Gangguan tidur dan durasi tidur yang pendek diketahui meningkatkan peradangan di dalam tubuh. Peradangan kronis merupakan salah satu faktor utama dalam perkembangan penyakit kardiovaskular. Saat peradangan meningkat, pembuluh darah menjadi lebih rentan terhadap kerusakan. Hal ini mempercepat pembentukan plak di arteri.

Proses peradangan yang berlangsung terus-menerus membuat jantung harus bekerja lebih keras. Aliran darah yang tidak lancar memaksa jantung memompa dengan tekanan lebih besar. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu serangan jantung atau stroke. Risiko tersebut semakin tinggi jika disertai faktor lain seperti kolesterol tinggi.

Artinya, jika seseorang terbiasa tidur lima jam padahal tubuhnya membutuhkan enam atau tujuh jam, jantung bekerja sepertiga lebih berat setiap hari. Beban ini mungkin tidak terasa dalam waktu singkat, tetapi dampaknya terakumulasi. Tanpa disadari, tubuh berada dalam zona bahaya setiap harinya.

Kelompok yang lebih rentan terkena serangan jantung

Tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama terhadap dampak kurang tidur. Mereka yang tidur kurang dari enam jam per malam termasuk dalam kelompok berisiko tinggi. Pola tidur yang pendek dan tidak konsisten membuat tubuh sulit beradaptasi. Jantung pun tidak mendapatkan waktu pemulihan yang memadai.

Orang yang sering begadang dan sulit mendapatkan tidur berkualitas juga lebih rentan. Meskipun durasi tidur terlihat cukup, kualitas tidur yang buruk tetap berdampak negatif. Tidur yang sering terbangun atau tidak nyenyak mengganggu siklus tidur alami. Akibatnya, tubuh tetap merasa lelah di pagi hari.

Ciri lain yang patut diwaspadai adalah mudah mengantuk di siang hari. Kondisi ini menandakan tidur malam tidak cukup atau tidak berkualitas. Jika disertai stres, hipertensi, atau kolesterol tinggi, risiko serangan jantung semakin besar. Kombinasi faktor ini membutuhkan perhatian serius.

Pentingnya durasi tidur ideal setiap malam

Para ahli kesehatan menyarankan durasi tidur ideal sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malam. Waktu ini dianggap cukup untuk mendukung fungsi jantung, otak, dan sistem kekebalan tubuh. Dengan tidur yang cukup, tekanan darah lebih terkontrol dan peradangan dapat ditekan. Tubuh juga memiliki waktu optimal untuk memperbaiki sel yang rusak.

Jika seseorang sering mengalami gangguan tidur, sebaiknya tidak diabaikan. Konsultasi ke dokter dapat membantu menemukan penyebab dan solusi yang tepat. Gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea memiliki dampak serius pada jantung. Penanganan dini dapat mencegah risiko yang lebih besar.

Membangun kebiasaan tidur sehat sebaiknya dimulai sejak dini. Tidur bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar tubuh. Dengan memprioritaskan tidur, seseorang telah berinvestasi pada kesehatan jangka panjang. Jantung yang sehat berawal dari pola istirahat yang cukup.

Langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas tidur

Tidur berkualitas tidak selalu bergantung pada durasi, tetapi juga rutinitas sebelum tidur. Menciptakan suasana santai seperti mandi air hangat atau membaca buku dapat membantu tubuh lebih rileks. Musik dengan tempo tenang juga dapat menenangkan pikiran. Rutinitas ini memberi sinyal bahwa tubuh siap beristirahat.

Kondisi kamar tidur juga berperan penting dalam kualitas tidur. Kamar yang gelap, sejuk, dan minim gangguan suara membantu tubuh masuk ke fase tidur lebih dalam. Hindari penggunaan gawai menjelang tidur karena cahaya biru dapat menghambat produksi melatonin. Hormon ini penting untuk mengatur siklus tidur.

Teknik relaksasi seperti pernapasan 4-7-8 dapat membantu menurunkan ketegangan. Selain itu, olahraga teratur di siang atau sore hari membantu mengatur jam biologis tubuh. Dengan kebiasaan sederhana ini, tidur menjadi lebih berkualitas. Jantung pun bekerja lebih ringan setiap harinya.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Perkiraan Biaya Liburan ke Bali dan Tips Budget-friendly 2026

Perkiraan Biaya Liburan ke Bali dan Tips Budget-friendly 2026

Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 13 Pro 5G, Semakin Menarik!

Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 13 Pro 5G, Semakin Menarik!

Rutin Konsumsi Alpukat Disebut Bantu Lindungi Jantung dan Pembuluh Darah Secara Alami

Rutin Konsumsi Alpukat Disebut Bantu Lindungi Jantung dan Pembuluh Darah Secara Alami

Sering Makan Pedas Ternyata Punya Dampak Unik pada Metabolisme Tubuh

Sering Makan Pedas Ternyata Punya Dampak Unik pada Metabolisme Tubuh

Inilah Deretan Alasan Mengejutkan Harga Durian Musang King Selalu Mahal di Pasaran

Inilah Deretan Alasan Mengejutkan Harga Durian Musang King Selalu Mahal di Pasaran