Masyarakat yang Lebih Sejahtera: Inovasi Brilian dari PLN Indonesia Power
- Senin, 30 September 2024
Jakarta - PLN Indonesia Power (PLN IP) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar pembangkitnya. Melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang, perusahaan ini meluncurkan berbagai inovasi untuk memberdayakan komunitas pesisir utara Pulau Jawa, selaras dengan upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, menyatakan bahwa UBP Semarang telah menjalankan program pendampingan bagi kelompok petani ikan serta UMKM yang mengolah hasil tangkapan di wilayah Semarang.
"Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdasarkan pemetaan sosial yang kami lakukan," jelas Edwin.
Baca JugaPromo 4.4 Superindo Hari Ini 4 April 2026 Hemat Belanja Rumah Tangga
Edwin menambahkan bahwa keberadaan pembangkit di area pesisir menantang perusahaan untuk mengembangkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Flavianus Erwin Putranto, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Semarang, menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan untuk masyarakat.
Dengan berkolaborasi dengan kelompok nelayan di Kelurahan Tanjung Mas, PLN IP telah mengembangkan keramba jaring tancap yang kini menghasilkan omzet hingga 60 juta rupiah per bulan.
"Dukungan kami mencakup peningkatan kapasitas kelompok, penyediaan alat produksi, dan benih ikan bandeng," tambah Erwin.
PLN IP UBP Semarang juga menjalin kemitraan dengan Koperasi Prima Indo Sutera dan Poklahsar Putri Laut untuk memasarkan hasil olahan ikan bandeng.
"Local hero membantu kami dalam pengembangan kapasitas, penyediaan peralatan, dan pemasaran produk," kata Erwin.
Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Low Temperature High Pressure Cooker (LTHPC), yang memanfaatkan bahan sisa dari turbin. Alat ini meningkatkan efisiensi produksi, menekan biaya, dan berpotensi meningkatkan pendapatan hingga 177 juta rupiah.
"Saat ini, LTHPC beroperasi menggunakan tenaga listrik, yang semakin meningkatkan efisiensi proses produksi," ungkap Erwin.
Keberhasilan program ini telah mendorong replikasi hingga kelompok ketiga, yaitu Poklahsar Global Milkfish. Suhartono, Ketua Poklahsar Putri Laut, menegaskan bahwa dukungan PLN IP UBP Semarang sangat berharga bagi operasional mereka, yang kini dapat memproduksi hingga 50 kg ikan bandeng dalam sekali masak.
"Penggunaan LTHPC tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga menjaga kualitas gizi ikan. Pendapatan 21 UMKM dalam Poklahsar Putri Laut meningkat menjadi Rp1.100.000 per bulan," ujarnya.
Selain itu, PLN IP UBP Semarang juga mengembangkan UMKM Kopi Endemix dan kelompok tani Berkah Wana Lestari di Ngesrep Balong, Kendal, sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan. Produk Kopi Endemix kini telah berhasil merambah pasar nasional.
Erwin menambahkan bahwa program ini turut mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, dengan peningkatan pendapatan kelompok tani mencapai 315 juta rupiah dan UMKM Kopi Endemix mencapai 100 juta rupiah dari Januari hingga Juli 2024.
Wahyudi, seorang local hero dari UMKM Endemix, menyatakan bahwa program ini telah membawa perubahan positif dalam perilaku masyarakat. Dulu sebagai pemburu tanaman langka, kini ia berperan sebagai aktivis lingkungan.
"Program ini telah memberikan peluang bagi pemuda desa untuk mendapatkan penghasilan rata-rata Rp1.030.000 per bulan, serta keterampilan baru di bidang perhotelan dan pengelolaan desa wisata," jelas Wahyudi.
Untuk informasi lebih lanjut tentang PLN Indonesia Power, kunjungi www.plnindonesiapower.co.id.
Redaksi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Samsung Galaxy A07 5G Baterai Besar Harga Terjangkau, Simak Spesifikasinya!
- Sabtu, 04 April 2026
Berita Lainnya
Trans Jogja 2026 Perluas Rute Dan Terapkan Pembayaran Nontunai Modern
- Sabtu, 04 April 2026
Terpopuler
2.
Film Dilan 1997 ITB Hadir Dengan Nuansa Nostalgia Kuat
- 04 April 2026
3.
4.
Meta Ajukan Perpanjangan Waktu Terkait Regulasi PP Tunas
- 04 April 2026












