Kamis, 22 Januari 2026

Green Refinery Cilacap: Transformasi Energi oleh Subholding BUMN Kilang Pertamina Internasional

Green Refinery Cilacap: Transformasi Energi oleh Subholding BUMN Kilang Pertamina Internasional

JAKARTA - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus maju dengan proyek "Green Refinery Cilacap", yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan target produksi biofuel sebesar 6.000 barel untuk mendukung target pemerintah mencapai 23% bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2025.

Isnanto Nugroho, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis KPI, menyatakan bahwa KPI secara aktif mencari mitra strategis untuk Green Refinery Cilacap. Proyek ini terus berjalan sesuai rencana, dengan KPI saat ini sedang melakukan proses seleksi mitra strategis, termasuk bank, lembaga kredit ekspor, dan lembaga multilateral. Paparan Isnanto ini disampaikan dalam acara "Opportunities Matching – Green Refinery Cilacap" pada Pertamina Investor Day bulan Juni yang lalu, menarik perhatian ratusan investor domestik dan internasional.

Isnanto juga menjelaskan keunggulan Green Refinery Cilacap sebagai investasi, termasuk statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional yang didukung oleh kerangka kebijakan yang kuat, serta lokasinya di lahan yang sudah dimiliki oleh Pertamina.

Baca Juga

BMKG Prediksi Hujan Ringan Hingga Sedang Di Mayoritas Kota Besar Indonesia Hari Ini

Hermansyah Y Nasroen, Sekretaris Perusahaan KPI, menambahkan bahwa Green Refinery Cilacap memiliki nilai strategis yang besar sebagai investasi, dengan kemampuannya untuk memproduksi Hydrotreated Vegetable Oil, Sustainable Aviation Fuel, dan Bionafta, yang merupakan produk ramah lingkungan. Proyek ini juga dianggap memberikan nilai tambah bagi Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya biofuel yang melimpah, didukung oleh pengalaman dan keahlian KPI dalam bisnis kilang dan petrokimia.

Green Refinery Cilacap, yang akan meningkatkan kapasitas produksi dari 3.000 barel menjadi 6.000 barel, akan fokus pada pengolahan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan Bionafta dari Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah. Fasilitas baru ini akan dilengkapi dengan infrastruktur termasuk Palm Oil Treater, Faractionator, dan fasilitas Offsite.

Sebagai bagian dari komitmen KPI terhadap prinsip ESG (Environment, Social & Governance), anak perusahaan Pertamina ini terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan menerapkan Sepuluh Prinsip Universal dari UNGC dalam operasionalnya. KPI bertekad untuk terus menjalankan bisnis secara profesional demi mencapai visinya sebagai perusahaan kilang minyak dan petrokimia kelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan memiliki tata kelola perusahaan yang baik.

Redaksi

Redaksi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Seminar Internasional 2026 Bahas Strategi Penegakan Hukum Pemerintah di Dunia Digital

Seminar Internasional 2026 Bahas Strategi Penegakan Hukum Pemerintah di Dunia Digital

Strategi Baru Kemenag Atur Skema Murur dan Tanazul Haji 2026

Strategi Baru Kemenag Atur Skema Murur dan Tanazul Haji 2026

Presiden Prabowo dan Raja Inggris Sepakati Pemulihan Ekosistem Taman Nasional

Presiden Prabowo dan Raja Inggris Sepakati Pemulihan Ekosistem Taman Nasional

Debut Internasional Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 Perkenalkan Proyek Strategis

Debut Internasional Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 Perkenalkan Proyek Strategis

Pemerintah Siap Hadapi Gugatan Usai Cabut Izin 28 Perusahaan Sumatra

Pemerintah Siap Hadapi Gugatan Usai Cabut Izin 28 Perusahaan Sumatra