Sempat Turun 3 Hari, Harga Emas Dunia Pagi Ini Mulai Menanjak

Ilustrasi emas batangan (AP Photo/Jae C. Hong)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 09 Juli 2026 | 13:13:47 WIB

JAKARTA - Harga emas dunia terpantau merangkak naik pada perdagangan pagi hari ini. Kenaikan tersebut akhirnya datang setelah harga sang logam mulia sempat merosot selama tiga hari berturut-turut.

Pada Kamis (9/7/2026) jam 07:05 WIB, harga emas dunia di pasar spot bertengger di angka US$ 4.080,1/troy ons. Nilai ini menguat 0,1% jika dibandingkan dengan hari kemarin.

Pada hari kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup merosot 0,72% ke level US$ 4.076,1/troy ons. Penurunan tersebut menggenapi koreksi yang terjadi selama tiga hari beruntun. Sepanjang tiga hari itu, harga emas telah terpangkas sebesar 2,26%.

Informasi terbaru dari kawasan Timur Tengah kembali menjadi faktor penahan laju harga emas. Amerika Serikat (AS) dilaporkan lagi-lagi meluncurkan serangan udara ke wilayah Iran.

Mengacu pada laporan dari Bloomberg News, Pusat Komando AS menyatakan serangan itu bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan Iran dalam mengganggu pelayaran di Selat Hormuz. 

Serangan Negeri Adikuasa datang beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Teheran sudah bubar.

Dinamika politik tersebut langsung melambungkan harga minyak dunia. Kemarin, harga minyak jenis brent melonjak hingga 5,21% ke US$ 78,02/barel, dan pada pagi ini masih merangkak naik hampir 1% pada jam 07:19 WIB.

Dampaknya, kecemasan terhadap ancaman inflasi yang tinggi kembali membayangi perekonomian global. Kondisi ini dinilai bakal membuat bank sentral di berbagai negara tidak memiliki banyak opsi selain memperketat kebijakan moneter mereka lewat kenaikan suku bunga acuan.

Emas sendiri merupakan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil (non-yielding asset). Oleh karena itu, menyimpan emas dinilai kurang menguntungkan ketika suku bunga acuan sedang mengalami kenaikan.

Analisis Teknikal

Lalu seperti apa proyeksi arah pergerakan harga emas untuk hari ini? Level target mana saja yang wajib diperhatikan?

Melihat dari sisi teknikal dengan menggunakan perspektif harian (daily time frame), pergerakan emas terpantau masih terjebak di zona bearish.

 Hal tersebut tampak dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang berada di angka 41. Angka RSI yang berada di bawah level 50 menunjukkan bahwa suatu aset tengah berada dalam tren bearish.

Di sisi lain, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 67. Posisi ini menempati area beli (long) yang terhitung cukup kuat.

Untuk pergerakan hari ini, harga emas terpantau telah melewati titik pivot di level US$ 4.077/troy ons. Dengan begitu, terdapat peluang bagi harga emas untuk menguji level resisten di kisaran US$ 4.087-4.121/troy ons.

Target paling optimistis atau batasan resisten terjauh berada di level US$ 4.246/troy ons.

Namun sebaliknya, jika harga emas justru kembali berbalik melemah, maka level US$ 4.066/troy ons tampaknya akan menjadi titik support terdekat. Apabila level tersebut jebol, maka harga emas berisiko untuk menguji rentang support berikutnya di angka US$ 4.019-3.993/troy ons.

Target paling pesimistis atau batasan support terjauh berada di level US$ 3.907/troy ons.

Reporter: Ibtihal