Saham LUCY Diborong Happy Hapsoro, Sempat Melejit Hampir 2.000 Persen

Lucy in the sky (Dok. Instagram @lucyintheskyjakarta)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 09 Juli 2026 | 10:37:22 WIB

JAKARTA - Perusahaan yang mengelola rooftop bar Lucy in The Sky di kawasan SCBD Sudirman Jakarta, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), kini tengah menjadi pusat perhatian pasar modal. 

Perubahan atensi ini dipicu oleh masuknya deretan investor berskala besar, salah satunya adalah Happy Hapsoro yang menanamkan modal melalui entitas investasinya, PT Sentosa Bersama Mitra.

Berdasarkan laporan komposisi kepemilikan saham paling anyar, PT Sentosa Bersama Mitra diketahui telah mengamankan kepemilikan atas 75 juta lembar saham, atau setara dengan 4,95% dari seluruh saham beredar LUCY. Nilai investasi dari aliansi bisnis Happy Hapsoro di emiten ini diperkirakan menembus angka Rp48,4 miliar.

Selain nama di atas, tokoh pasar modal lain yang kedapatan ikut mengoleksi saham LUCY adalah pemilik Henan Sekuritas, Ferry Sudjono, yang melakukan pembelian menggunakan nama pribadinya. Ferry sukses menyerap 60 juta lembar saham LUCY, atau merepresentasikan 3,96% bagian kepemilikan.

Data bursa juga menyingkap keterlibatan korporasi tersohor di pasar keuangan nasional, HP Capital Resources, yang ikut memborong saham LUCY hingga menggenggam 4,69% kepemilikan. 

Langkah ekspansif ini diikuti oleh PT Pijar Investasi Nusantara sebesar 4,62%, PT Nusantara Jaya Kulina sebanyak 4,62%, serta PT Tata Tirta Datun yang mengamankan jatah 2,06% dari total saham beredar LUCY.

Profil dan Historikal Saham LUCY

Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, LUCY merupakan sebuah entitas yang memfokuskan lini usahanya pada industri hiburan malam atau bar. 

Emiten ini mengoperasikan fasilitas bar dengan konsep taman di atap gedung (rooftop garden bar), di samping menawarkan berbagai jasa hiburan seperti manajemen acara (party) serta layanan industri kuliner (dining).

LUCY resmi mencatatkan diri sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021. Langkah perdana saham LUCY di bursa diawali dari perdagangan di Papan Akselerasi, di mana nilai nominalnya ditetapkan sebesar Rp10 per lembar dan dipasarkan dengan harga penawaran Rp100 per lembar ketika melakukan penawaran umum perdana (IPO).

Di fase awal kemunculannya di bursa, LUCY sempat menjadi buah bibir lantaran menggandeng figur publik Wulan Guritno untuk menduduki posisi sebagai salah satu jajaran Komisaris perusahaan.

Sementara itu, dalam pelaksanaan RUPS Tahunan untuk periode 2026, struktur manajemen perusahaan memunculkan nama Junior John Rorimpandey atau yang akrab dipanggil Chef Juna seorang juru masak profesional yang populer lewat ajang MasterChef Indonesia sebagai Komisaris Independen. 

Ia bersanding bersama Yan Satyananda yang memegang posisi Komisaris Utama.

Melihat kembali rekam jejaknya, LUCY merealisasikan debut listing perdananya pada 5 Mei 2021 dengan melepas sebanyak 337,5 juta lembar saham ke publik, sebuah aksi yang berhasil mengumpulkan modal segar hingga Rp33,75 miliar.

Sepanjang kiprahnya di pasar saham, LUCY tercatat telah mengeksekusi beragam strategi korporasi. Manuver terbaru yang saat ini sedang hangat diperbincangkan adalah aksi pelepasan kepemilikan dalam skala besar oleh Pemegang Saham Pengendali (PSP), yakni PT Delta Wibawa Bersama, yang mendivestasikan 378,6 juta lembar saham atau setara dengan 25% porsi kepemilikannya di LUCY.

Aksi pelepasan aset saham tersebut sekaligus menjadi momentum dalam merespons reli kenaikan harga saham yang sempat terbang tinggi beberapa waktu lalu, sebelum akhirnya berbalik arah dan terkoreksi tajam hingga ambles melampaui 76% secara point-to-point.

Semenjak memperdagangkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), performa saham LUCY sempat bertengger di level tertingginya pada harga Rp2.290/saham yang ditorehkan tepat pada 19 Februari 2026.

Namun jauh sebelum momentum tersebut, pergerakan saham LUCY cenderung berjalan stagnan dan hanya tertahan di koridor Rp100-200/saham selama lima tahun masa perdagangan. 

Kondisi berubah drastis saat saham ini mendadak bergejolak hebat hingga mencetak lonjakan masif sebesar 1.960% dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Saham LUCY melesat dengan cepat dari posisi awal di harga Rp111/saham hingga sukses menyentuh level puncaknya di harga Rp2.290/saham. Reli luar biasa ini dibukukan hanya dalam waktu kurang dari empat bulan perdagangan, terhitung sejak November 2025 hingga Februari 2026.

Kendati demikian, usai menembus rekor harga tertinggi tersebut, pergerakan saham LUCY terus merosot dan terjebak dalam tren pelemahan (bearish). Pada sesi penutupan perdagangan kemarin, saham LUCY bertengger di level Rp530/saham.

Reporter: Ibtihal