Update 7 Juli 2026: Harga Biji Kakao Kering Aceh Tembus Rp70.000/Kg

Ilustrasi Kakao (Dok./Kompas)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 07 Juli 2026 | 12:46:56 WIB

BIREUEN - Nilai jual komoditas bahan baku biji kakao kering dengan klasifikasi mutu prima melonjak secara signifikan hingga menyentuh level Rp70.000 per kilogram pada tingkat pengepul di wilayah Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Pidie pada hari ini Selasa, 7 Juli 2026.

 Tren kenaikan nominal komoditas sektor perkebunan ini bertindak selaku angin segar bagi kalangan petani setempat yang sukses meraup margin keuntungan besar di tengah pergerakan positif pasar regional.

Akselerasi harga kakao hari ini terdokumentasi merangkak naik drastis andai disandingkan dengan kondisi pada fase awal Mei 2026 yang lalu, yang mana tingkat harganya kala itu masih tertahan pada kisaran Rp50.000 per kilogram. 

Kenaikan yang bergulir secara bertahap dalam kurun dua bulan ke belakang ini distimulus oleh tingginya volume permintaan pasar yang tidak berimbang dengan kapasitas produksi tahunan.

Bersandarkan pengamatan langsung di area lapangan, tren kenaikan harga ini tidak cuma melanda komoditas dengan kualifikasi mutu terbaik. 

Bahan baku biji kakao dengan kualifikasi mutu standar terpantau ikut merangkak naik menuju angka Rp68.000 per kilogram, pasca sebelumnya cuma dihargai senilai Rp45.000 per kilogram pada fase awal Mei 2026.

Jajaran pelaku pengumpul di wilayah Kabupaten Pidie saat ini memasang koridor harga beli yang terhitung kompetitif demi mengamankan pasokan barang dari kalangan petani lokal. Dinamika fluktuasi ini amat bergantung pada level kekeringan serta kebersihan produk biji cokelat yang disalurkan oleh para petani menuju gudang penyimpanan pengepul.

Berikut merupakan rincian komparasi nilai jual biji kakao pada tingkat pengumpul di Aceh per hari ini andai dibandingkan dengan rentang periode awal Mei 2026:

Rincian Perbandingan Harga Kakao di Aceh Tahun 2026:

Kualitas Biji Kakao: Kualitas Bagus (Super)

  • Harga Awal Mei 2026: Rp50.000/Kg
  • Harga Hari Ini 7 Juli 2026: Rp70.000/Kg

Kualitas Biji Kakao: Kualitas Standar

  • Harga Awal Mei 2026: Rp45.000/Kg
  • Harga Hari Ini 7 Juli 2026: Rp68.000/Kg

Faktor Penyebab Harga Cokelat Naik di Pasar

Diskusi mengenai alasan di balik mahalnya harga komoditas kakao aceh belakangan ini kerap menjadi topik pembahasan di tengah-tengah kalangan pelaku usaha. 

Salah satu elemen pendorong utama penguatan nilai jual pada tingkat lokal merupakan pergerakan nilai tukar mata uang, yang mana nilai tukar rupiah atas dolar AS terpantau melemah hingga nyaris menyentuh posisi Rp18.000.

Koreksi pelemahan nilai tukar ini secara tidak langsung mendongkrak nilai jual komoditas ekspor layaknya kakao menjadi lebih tinggi dalam satuan mata uang domestik. Momentum ini bergulir bersamaan dengan perayaan hari cokelat sedunia yang jatuh pada tanggal 7 Juli ini, yang memicu atensi global atas rantai pasok bahan baku cokelat.

Di samping faktor mata uang, kapasitas volume produksi global serta nasional yang terbilang masih terbatas ikut memperketat ketersediaan stok di lantai pasar. 

Merujuk pada data komoditas, situasi ini berbanding terbalik dengan dinamika pergerakan sejumlah komoditas energi di kawasan Eropa, layaknya harga gas alam Eropa berbasis acuan TTF Belanda yang bergerak konstan pada kisaran 40 hingga 42 EUR per MWh.

Konteks Produksi dan Nilai Ekspor Kakao Nasional

Wilayah Provinsi Aceh mencetak torehan positif dalam bidang sektor perkebunan dengan menyumbang angka total produksi kakao mencapai 36,6 ribu ton di sepanjang tahun 2025. Kontribusi tersebut memperkokoh posisi industri pengolahan cokelat domestik demi mencukupi target niaga luar negeri yang terus berkembang pesat.

Secara nasional, kapasitas volume produksi kakao di Indonesia memperlihatkan dinamika sebagai berikut:

  • Volume produksi kakao nasional pada tahun 2025 (data angka sementara) berada pada kisaran 616 ribu ton.
  • Proyeksi capaian produksi kakao nasional untuk sepanjang tahun 2026 ditargetkan dapat menyentuh 635 ribu ton.
  • Akumulasi luas areal perkebunan kakao nasional saat ini terdokumentasi telah menyentuh 1,38 juta hektare.

Tingginya nominal harga jual ini disokong oleh performa aktivitas perdagangan internasional yang terhitung amat impresif pada fase awal tahun. Laporan data perdagangan memperlihatkan bahwa nilai ekspor kakao nasional telah menembus posisi US$2,65 billion per tanggal 15 Februari 2026 yang lalu.

Tingkat harga komoditas dapat mengalami fluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Sampai dengan saat ini, aktivitas transaksi pada sentra pengumpulan kakao di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Pidie terpantau masih berjalan padat. 

Pihak dinas perkebunan setempat secara kontinu mengimbau para petani untuk tetap merawat metode pengolahan pasca-panen secara baik supaya mutu biji kakao Aceh senantiasa terjaga pada level tertinggi pasar nasional.

Reporter: Ibtihal