Esa Medika Mandiri Tetapkan Harga Saham Perdana Rp470 per Lembar

Ilustrasi saham. (Foto: SHUTTERSTOCK)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 01 Juli 2026 | 12:34:30 WIB

JAKARTA – Calon emiten pada sektor kesehatan, PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI), resmi menentukan harga penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di angka Rp470 per saham. 

Lewat langkah korporasi ini, perseroan berpeluang mengumpulkan dana segar berkisar Rp245,74 miliar.

Perseroan menyodorkan sebanyak 522,857 juta lembar saham baru atau setara dengan 30% dari total modal ditempatkan serta disetor penuh pasca-IPO. 

Mengacu pada harga pelaksanaan Rp470 per saham, akumulasi nilai penawaran umum tersebut menyentuh Rp245,74 miliar.

Periode penawaran umum bakal berlangsung pada 2—6 Juli 2026, disusul agenda penjatahan pada 6 Juli 2026, serta proses distribusi saham secara elektronik pada 7 Juli 2026. Sementara itu, pencatatan saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan terlaksana pada 8 Juli 2026.

PT BRI Danareksa Sekuritas bersama PT INA Sekuritas Indonesia beroperasi selaku penjamin pelaksana emisi efek lewat mekanisme full commitment

Di sisi lain, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk. dan PT Investindo Nusantara Sekuritas mengambil peran selaku penjamin emisi efek.

Alokasi dana hasil IPO, seusai dipangkas ongkos emisi, bakal digunakan demi memperkokoh struktur permodalan sekaligus menyokong ekspansi bisnis perseroan. 

Sebanyak Rp50 miliar disiapkan guna melunasi sebagian pokok pinjaman, sedangkan kisaran 6,4% dana bakal dimanfaatkan untuk pendirian gedung pabrik di kawasan Cikupa.

Sebanyak 72,3% sisanya akan dialokasikan sebagai modal kerja, khususnya untuk pembelanjaan barang penunjang proyek beserta pengadaan bahan baku dan persediaan. 

Dari aspek performa, EMMI membukukan tren pertumbuhan yang stabil, dengan torehan penjualan bersih yang merangkak naik menjadi Rp454,64 idiom-miliar pada 2025.

Keuntungan bersih perseroan pun melejit signifikan dari Rp939,42 juta pada 2023 menjadi Rp34,13 miliar pada 2025. Pasca-IPO beserta perampungan program ESA, porsi kepemilikan saham publik diproyeksikan berada di kisaran 29,7%.

Surya Gunawan Widjaja bertahan selaku pemegang saham mayoritas dengan porsi kepemilikan menyentuh 21,1%. Akumulasi modal ditempatkan serta disetor perseroan bakal merangkak naik dari 1,22 miliar lembar saham menjadi 1,74 miliar lembar saham seusai bergulirnya IPO.

Reporter: Ibtihal