IHSG Naik Turun Tajam, Saham Blue Chip LQ45 Malah Melonjak

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Bloomberg Technoz)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 11 Juni 2026 | 11:02:29 WIB

JAKARTA  – Pergerakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) memperlihatkan fluktuasi yang tajam pada kurun waktu satu jam pertama perdagangan hari Rabu (10/6/2026). 

Posisi IHSG pada hari ini teramati melemah tipis berkisar 0,1% serta menunjukkan pergerakan yang volatil pada koridor rentang level 5.850 – 6.010.

Pada momentum yang sama, deretan saham tertentu justru melesat tinggi hingga menyentuh batas tertinggi auto rejection atas (ARA) sekaligus mengamankan posisi dalam tabel saham paling untung (top gainers), yang mana salah satunya ialah RISE.

Bersandarkan pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat volume sebanyak 10,19 miliar unit lembar saham telah berpindah tangan pada satu jam pertama aktivitas perdagangan IHSG hari ini. 

Perputaran tersebut mencatatkan nilai total transaksi mencapai Rp 7,18 triliun, dengan akumulasi frekuensi perdagangan menyentuh angka 852.938 kali transaksi.

Terdapat sebanyak 320 saham yang membukukan tren kenaikan, sementara 329 saham ditransaksikan bergerak melemah. 

Di sisi lain, sebanyak 156 saham posisinya tidak bergeser atau stagnan. 

Di koridor yang berbeda, kelompok saham-saham unggulan (blue chip) yang berhimpun dalam indeks LQ45 justru melesat naik sebesar 2,64%.

Pada kurun waktu sejam perdagangan IHSG bergulir, potret indeks pasar saham di kawasan Asia terpantau kompak bergerak ke zona negatif secara bersamaan. 

Indeks Straits Times (Singapura) merosot sebesar 0,6%, bursa Nikkei (Jepang) terjungkal hingga 1,46%, sektor Shanghai (China) melemah 0,6%, serta indeks Hang Seng (Hong Kong) terpangkas sedalam 1,25%.

Saham ARA

Sementara itu, jajaran saham tertentu justru terpantau melambung tinggi hingga menyentuh batas maksimal auto rejection atas (ARA) serta berhasil bertengger dalam daftar top gainers

Deretan emiten tersebut yaitu PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang melesat 25% menuju posisi Rp 470 dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) yang melejit hingga 25% ke level Rp 1.300.

Selanjutnya, saham milik PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) ikut terbang sebesar 20% bertengger di harga Rp 21.600 serta PT Golden Flower Tbk (POLU) yang merangkak naik 20% menjadi Rp 11.700.

Sebaliknya, terdapat lima saham yang didera kejatuhan nilai dan masuk dalam kategori saham paling rugi (top losers). Nilai pasar sahamnya merosot drastis mulai dari kisaran 8% hingga menyentuh 10%. 

Kelima emiten yang dimaksud ialah PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) yang terjungkal 10% menuju harga Rp 99 serta PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) yang terperosok 9,84% ke level Rp 110.

Tak ketinggalan, ada pula saham milik PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang jatuh sedalam 9,13% menjadi Rp 1.890, PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) yang tergelincir sebesar 8,33% menuju angka Rp 220, serta PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) yang terkoreksi ke bawah sebesar 8,11% ke posisi Rp 204.

Reporter: Ibtihal