Jaga Stabilitas Harga, Bulog Lampung Tebar 5.443 Ton Beras SPHP

Kegiatan pengawasan distribusi pasokan beras oleh Bulog Lampung. (Foto: ANTARA)
Penulis: Ibtihal
Senin, 08 Juni 2026 | 11:55:24 WIB

BANDARLAMPUNG - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung mengumumkan bahwa sebanyak 5.443.750 kilogram (5.443,75 ton) beras dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) telah didistribusikan ke 15 kabupaten serta kota di seluruh Provinsi Lampung.

"Bulog Kanwil Lampung hingga saat ini terus mengoptimalkan penyaluran beras salah satunya melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP)," ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Minggu.

Ia memaparkan bahwa sampai dengan periode ini, instansinya sudah menggelontorkan 5.443.750 kilogram beras dari skema program penyetabilan pasokan serta harga pangan tersebut ke bermacam daerah di Provinsi Lampung.

"Beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan tersebut disalurkan melalui berbagai saluran distribusi resmi, antara lain pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah," katanya.

Dia menerangkan bahwa agenda tersebut bertindak sebagai salah satu sarana krusial bagi pihak eksekutif dalam mengontrol keterjangkauan harga komoditas beras untuk elemen masyarakat luas.

"Beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan ini merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. 

Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat serta perluas, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," ucap dia.

Sesuai dengan pandangannya, pemerintah menganggap bahwa perpaduan antara langkah akselerasi pendistribusian bantuan pangan dengan penyaluran beras program SPHP menjadi strategi yang berdaya guna dalam memelihara keseimbangan stok serta nilai jual pangan di pasar retail.

"Dengan dukungan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memadai serta jaringan distribusi yang luas, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan," tambahnya.

Ia pun memberikan garansi bahwa akumulasi Cadangan Beras Pemerintah yang berada di bawah pengelolaan mereka dipastikan dalam status aman, memiliki mutu yang bagus, serta dalam kondisi siap pakai kapan saja guna mengawal program stabilisasi pangan nasional maupun penanggulangan keadaan darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena ketersediaan pangan, khususnya beras, dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga pangan tetap stabil serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujar dia.

Dia menyebutkan bahwa korporasinya juga bakal konsisten memperkokoh program stabilisasi pangan nasional lewat langkah percepatan pengucuran Bantuan Pangan sekaligus mengalirkan beras program SPHP demi mengawal keterjangkauan harga komoditas beras serta mempertebal ketahanan pangan warga.

"Pemerintah melalui Bulog terus mengoptimalkan berbagai instrumen intervensi pangan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen. 

Salah satu langkah strategis yang saat ini dijalankan adalah percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP di seluruh Provinsi Lampung," tambahnya.

Informasi tambahan, menjelang awal Juni 2026, volume cadangan beras tercatat berada di angka 306.583 ton yang ditempatkan di sederet kompleks gudang Bulog di wilayah Provinsi Lampung.

 Ketersediaan cadangan yang kokoh tersebut bertindak sebagai pondasi utama dalam mendukung penyaluran jaring pengaman bantuan pangan, pelaksanaan agenda SPHP, sekaligus mengamankan stabilitas harga dan pasokan beras bagi warga Lampung.

Reporter: Ibtihal