JAKARTA – Salah satu emiten saham yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bersiap menyalurkan dividen dalam nominal besar untuk para pemodal.
Perusahaan tersebut yakni PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) yang telah mengalokasikan total dividen dengan nilai mencapai Rp1,39 triliun.
Mengacu pada laporan keterbukaan informasi pada Rabu (13/5/2026), Corporate Secretary CITA, Yusak Lumba Pardede, memaparkan bahwa rencana pendistribusian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 ini selaras dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Mei 2026.
"Total nilai dividen yang dibagikan ialah Rp 1.392.000.000.000. Nilai dividen per saham mencapai Rp 351 per saham," kata Yusak dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Melalui rincian tersebut, para investor bakal memperoleh dividen senilai Rp35.100 untuk tiap satu lot saham CITA. Ketika sesi perdagangan berakhir pada Rabu (13/5/2026), harga saham CITA bertengger di posisi Rp3.490 per saham, atau mengalami penyusutan sebesar 1,13% dalam jangka waktu satu hari.
Berdasarkan harga penutupan itu, maka rasio imbal hasil dividen (dividend yield) CITA menyentuh angka 10,06%. Momentum penyaluran dividen ini dinilai cukup menarik karena harga saham CITA terpantau sudah mengalami koreksi sebesar 21,92% sejak awal tahun 2026.
Berikut adalah rincian jadwal pembagian dividen CITA:
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 22 Mei 2026
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 25 Mei 2026
- Cum dividen di pasar tunai: 26 Mei 2026
- Ex dividen di pasar tunai: 29 Mei 2026
- Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai: 26 Mei 2026
- Pembayaran dividen tunai: 17 Juni 2026
Landasan keuangan dalam pembagian dividen per 31 Desember 2025 ini merujuk pada perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk dengan nilai Rp2,39 triliun.
Di samping itu, perseroan mengantongi saldo laba ditahan yang belum dibatasi penggunaannya sebesar Rp7,05 triliun dengan jumlah ekuitas mencapai Rp8,76 triliun.