Saham RALS Tebar Dividen Yield 11 Persen Cek Jadwal Pembayarannya

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:18:07 WIB
Ilustrasi Saham Dividen. (Foto: kompas money.com)

JAKARTA – Dividen dengan nilai besar kembali tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mei 2026. Harga saham dari emiten yang akan mendistribusikan dividen ini pun terhitung masih terjangkau, yaitu berada di rentang Rp 400-an.

Dividen bernilai besar tersebut berasal dari PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS). Emiten yang bergerak di bidang ritel ini berencana menyalurkan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya dengan nilai total mencapai Rp 306,73 miliar.

Direktur RALS, Andreas Lesmana, mengonfirmasi bahwa rencana penyaluran dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 tersebut telah selaras dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 11 Mei 2026 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Total nilai dividen yang sudah ditentukan ialah Rp 306,73 miliar. Dividen per saham mencapai Rp 50 per saham," tulis Andreas dalam keterbukaan informasi, Rabu (13/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada saat penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026), posisi saham RALS bertengger di angka Rp 454 per saham atau mengalami koreksi sebesar 0,44% secara harian. 

Walaupun demikian, sejak awal tahun berjalan, tren harga saham ini justru memperlihatkan penguatan hingga 8,61%. Jika merujuk pada harga saham terakhirnya, maka yield dividen RALS menyentuh angka 11,01%.

Jadwal Pembagian Dividen Saham RALS:

Guna memastikan tidak melewatkan peluang untuk mendapatkan dividen tersebut, perhatikan jadwal pembayaran dividen saham RALS di bawah ini:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 21 Juni 2026
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 22 Mei 2026
  • Cum dividen di pasar tunai: 25 Mei 2026
  • Ex dividen di pasar tunai: 26 Mei 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai: 25 Mei 2026
  • Pembayaran dividen tunai: 12 Juni 2026

Data keuangan per 31 Desember 2025 yang menjadi landasan pembagian dividen ini bersumber dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk dengan nilai Rp 265,28 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 3,78 triliun, serta total ekuitas yang mencapai angka Rp 3,49 triliun.

Terkini