Shell Kembali Jualan BBM di Indonesia Gunakan Pasokan dari Pertamina

Jumat, 15 Mei 2026 | 08:56:47 WIB
Ilustrasi SPBU Shell. (Foto: detik.com)

JAKARTA – Usai sempat menghadapi kelangkaan stok BBM selama empat bulan sejak awal tahun 2026, Shell saat ini mulai kembali aktif memasarkan BBM, meskipun untuk sementara waktu masih terbatas pada produk Shell V-Power Diesel.

Laode Sulaeman, selaku Dirjen Migas Kementerian ESDM, memaparkan bahwa Shell sudah dapat menjual BBM jenis solar dengan memperoleh pasokan dari Pertamina. 

Hal tersebut menandakan mereka tidak lagi melakukan impor solar sebagaimana yang dilakukan sebelumnya.

“Itu adalah kerjasama dengan Pertamina yang kemarin sudah kami gagas, kami fasilitasi, dan alhamdulillah sekarang sudah ada kerjasama dengan Pertamina untuk bisa mereka mulai lagi,” kata Laode di Kementerian ESDM, Rabu (13/5), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Harga jual untuk Shell V-Power Diesel saat ini dipatok sebesar Rp30.890/liter. Angka ini sama persis dengan harga Vivo Primus Diesel Plus.

Hingga sekarang, Shell dan Pertamina menurut keterangan Laode baru mencapai kesepakatan untuk bekerjasama dalam penyediaan BBM jenis solar. “Sementara. Nanti kami lihat lagi untuk lainnya (BBM jenis lain),” ungkap Laode, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pemerintah memang mematok target agar Indonesia tidak lagi mengimpor BBM terutama jenis solar pada tahun ini, seiring dengan mulai rampungnya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada awal tahun ini. 

Dalam sasaran awal, solar nonsubsidi atau yang berkode CN51 sudah akan dilarang untuk diimpor pada semester II 2026.

Saat ini, dengan rencana implementasi penggunaan B50, pemerintah bahkan menargetkan tidak ada lagi aktivitas impor BBM, baik untuk jenis subsidi maupun nonsubsidi, mulai 1 Juli 2026.

Shell sendiri sempat berencana untuk hengkang dari bisnis SPBU di Indonesia. Perusahaan energi yang berasal dari Inggris-Belanda ini pada Mei 2026 memberikan pengumuman akan melepas seluruh jaringan SPBU miliknya di Indonesia kepada konsorsium Citadel Pacific + Sefas Group. 

Proses tersebut ditargetkan akan tuntas pada tahun 2026, yang mencakup 200 unit SPBU di berbagai kota besar serta terminal BBM di Gresik.

Merek Shell akan tetap digunakan melalui sistem lisensi, namun pihak pengelolanya akan berganti.

Terkini