Bulog Sulselbar Jaga Harga Beras SPHP Tetap Rp12.500 per Kg

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:57:55 WIB
Ilustrasi Beras SPHP. (Foto: net)

MAKASSAR - Distribusi beras dengan label Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus dilakukan dari gudang-gudang Bulog ke berbagai pasar. 

Menghadapi fluktuasi harga pangan serta risiko cuaca ekstrem, Perum Bulog Sulselbar memutuskan untuk tetap menggunakan harga lama bagi beras SPHP, yakni Rp12.500 per kilogram.

Wakil Pimpinan Perum Bulog Sulselbar, Karmila Hasmi, menyatakan bahwa harga beras SPHP konsisten dijaga pada angka Rp12.500 per kilogram. Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas harga beras bagi para konsumen.

"Untuk harga beras sudah diatur oleh pemerintah di harga eceran tertinggi, dan sampai saat ini SPHP masih dijaga di harga eceran lama, yaitu Rp12.500," kata Karmila, Selasa (12/5/2026).

Karmila menjelaskan bahwa distribusi beras SPHP umumnya dilaksanakan melalui program Gerakan Pangan Murah yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta Bulog. 

Produk ini dijual secara langsung kepada publik sebagai strategi meredam lonjakan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk hari raya Iduladha mendatang.

"Pastinya ini tepat sasaran yang kami lakukan di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan penjualan beras SPHP ini," katanya.

Karmila memaparkan bahwa fokus Bulog tidak sekadar pada ketersediaan stok, namun juga memastikan harganya tetap bisa dijangkau oleh masyarakat. Saat ini, cadangan beras di area Sulsel dan Sulbar berada pada kisaran 895 ribu ton.

Angka tersebut diklaim sebagai volume stok paling besar sepanjang sejarah berdirinya Bulog Sulselbar. Karmila menilai stok yang melimpah ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga di pasar.

"Harapannya nanti ke depan tidak hanya sekedar stok, tetapi harga di tingkat konsumen, di tingkat produsen semua bisa terjaga dengan stabil," tuturnya.

Pada aspek lain, Bulog terus melakukan penyerapan gabah dari para petani. Harga gabah kering panen saat ini dilaporkan masih bertahan di posisi Rp6.500 per kilogram.

"Alhamdulillah sampai sekarang kami tidak mendengar adanya harga di bawah HPP (harga pembelian pemerintah)," katanya.

Terkini