Harga BBM Pertamina 13 Mei 2026: Pertamax Turbo & Dex Naik Signifikan

Rabu, 13 Mei 2026 | 08:45:12 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina. (Foto: berandapost.com)

JAKARTA -  PT Pertamina (Persero) menetapkan langkah penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku secara nasional pada Rabu, 13 Mei 2026. 

Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada varian Pertamax Turbo serta lini diesel non-subsidi, yang mana ketetapan ini telah efektif sejak awal bulan ini.

Meninjau data resmi untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya hari ini, bahan bakar dengan oktan tinggi jenis Pertamax Turbo (RON 98) kini dipatok seharga Rp19.900 per liter. 

Nominal tersebut menunjukkan kenaikan sebesar Rp500 dari posisi harga sebelumnya yang berada di angka Rp19.400 per liter.

Lonjakan yang lebih besar dialami oleh sektor bahan bakar diesel non-subsidi. 

Harga untuk jenis Pertamina Dex atau Diesel A kini menyentuh angka Rp26.000 per liter, naik signifikan sebesar Rp2.400 dibandingkan harga pada periode sebelumnya yang sebesar Rp23.600 per liter.

Publik mulai mempertanyakan "kenapa harga pertamax turbo naik terus" di tengah kondisi fluktuasi harga minyak mentah dunia yang tidak pasti. 

Perubahan harga ini merupakan upaya rutin Pertamina dalam menyelaraskan harga komoditas energi di pasar internasional.

Daftar Harga Bensin Pertamina Mei 2026 

Sebagai referensi bagi para pengguna kendaraan bermotor, berikut adalah rincian daftar harga bensin pertamina mei 2026 untuk area DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten:

  1. Pertalite (RON 90): Rp10.000 (Tetap)
  2. Pertamax (RON 92): Rp13.200 - Rp13.500 (Tetap)
  3. Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.900 (Naik)
  4. Dexlite: Rp16.500 (Naik)
  5. Pertamina Dex: Rp26.000 (Naik)
  6. Biosolar (Subsidi): Rp6.800 (Tetap)

Kenaikan ini tentu akan memengaruhi biaya operasional bagi pengguna kendaraan pribadi maupun sektor logistik. 

Selain memantau daftar harga tersebut, konsumen juga sering melakukan perbandingan harga bbm swasta vs pertamina 2026 guna mendapatkan pilihan yang lebih hemat di kawasan perkotaan.

Sejumlah SPBU swasta terpantau masih bersaing dalam menentukan harga produk yang setara dengan RON 92 dan RON 95. 

Namun, untuk jenis BBM bersubsidi seperti Pertalite, harga tetap dikendalikan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Penyesuaian harga ini dilakukan mengacu pada tren harga rata-rata publikasi minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat," tulis keterangan resmi dilansir dari portal berita Detik Oto.

Terkait ketersediaan stok, Pertamina menjamin pasokan nasional tetap dalam kondisi aman. 

Menanggapi kekhawatiran publik soal isu "apakah pertalite langka di sulawesi sekarang", pengelola SPBU dan otoritas setempat telah memberikan penjelasan. 

Distribusi BBM subsidi maupun non-subsidi dipastikan lancar di terminal utama. Isu kelangkaan di daerah terpencil biasanya lebih disebabkan oleh masalah logistik distribusi, bukan karena kekurangan stok nasional.

Pemerintah juga semakin memperketat pengawasan agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. 

Bagi pelaku usaha mikro yang mencoba mengambil keuntungan secara ilegal, terdapat ancaman sanksi hukum yang tegas.

 Berdasarkan laporan Tribun News, aparat tidak ragu menjatuhkan hukuman orang yang jual pertalite pakai jeriken tanpa izin resmi lantaran melanggar regulasi distribusi energi subsidi.

Hingga saat ini, volume penyaluran melalui jasa transportasi Elnusa dilaporkan meningkat 22 persen pada kuartal pertama tahun 2026. 

Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan ekonomi masyarakat masih tinggi walaupun terdapat penyesuaian harga energi global.

Terkini