JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh titik psikologis baru pada sesi perdagangan Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan data Kurs Transaksi Bank Indonesia, mata uang Garuda berada pada nilai jual Rp17.502,08 per dolar AS, yang menunjukkan tekanan besar pada pasar keuangan dalam negeri pagi ini.
Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku pasar lantaran posisi rupiah kian menjauh dari nilai fundamentalnya.
Bank Indonesia mematok kurs beli di angka Rp17.327,92 per dolar AS. Situasi ini memaksa para importir untuk mengatur ulang strategi lindung nilai guna menghadapi potensi lonjakan biaya operasional.
Munculnya pertanyaan mengenai "kenapa rupiah melemah terhadap dollar" di antara investor sangat berkaitan dengan kondisi makroekonomi dunia.
Data April 2026 memperlihatkan anomali inflasi di dua negara. Inflasi di Amerika Serikat meningkat menjadi 3,80 persen dari sebelumnya 3,30 persen.
Sebaliknya, angka inflasi di Indonesia justru turun menjadi 2,42 persen dari sebelumnya 3,48 persen.
Meski inflasi domestik stabil, kenaikan harga di AS memicu harapan bahwa The Fed akan menahan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga modal keluar dari pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Selain masalah inflasi, selisih suku bunga juga menjadi pusat perhatian. Saat ini, suku bunga acuan di Indonesia berada di level 4,75 persen, sementara di Amerika Serikat berada pada posisi 3,75 persen. Perbedaan yang tipis ini dinilai kurang memikat investor asing untuk menyimpan dana dalam instrumen rupiah.
Rupiah juga terlihat melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Publik mulai mencari informasi terkait "cara menghitung yen ke rupiah" akibat fluktuasi tajam pada mata uang Jepang.
Berikut adalah daftar kurs transaksi mata uang asing utama menurut Bank Indonesia per 13 Mei 2026:
- USD (Dolar Amerika): Jual Rp17.502,08 | Beli Rp17.327,92
- EUR (Euro): Jual Rp20.605,20 | Beli Rp20.396,69
- JPY (Yen Jepang per 100): Jual Rp11.139,31 | Beli Rp11.027,76
- KWD (Dinar Kuwait): Jual Rp57.158,98 | Beli Rp56.574,85
- SGD (Dolar Singapura): Jual Rp12.951,37 | Beli Rp12.820,31
Data tersebut memperlihatkan Dinar Kuwait (KWD) tetap menjadi mata uang dengan nilai tertinggi terhadap rupiah. Sementara itu, nilai terendah ditempati oleh Kip Laos (LAK) dan Dong Vietnam (VND).
Kondisi pasar tenaga kerja turut memberi pengaruh. Hingga Maret 2026, tingkat pengangguran Indonesia mencapai 4,68 persen, sedikit di atas pengangguran AS yang sebesar 4,30 persen.
Selisih daya serap tenaga kerja ini sering menjadi indikator kekuatan ekonomi bagi spekulan.
Analis mulai memetakan "prediksi nilai tukar rupiah tahun 2026" dengan mempertimbangkan langkah intervensi Bank Indonesia. Penguatan cadangan devisa diharapkan mampu mengerem pelemahan agar tidak jatuh lebih dalam.
"Stabilitas makroekonomi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik tahun ini," ujar seorang analis senior dari Mirae Asset Sekuritas dalam laporannya.
Hingga berakhirnya sesi pertama hari ini, rupiah masih dalam tahap konsolidasi di rentang Rp17.450 hingga Rp17.500.
Pasar saat ini menantikan arahan resmi dari Bank Indonesia mengenai langkah stabilisasi di tengah ketidakpastian geopolitik global.