United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 11:52:17 WIB
Tambang emas Martabe yang dikelola anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Agincourt Resources. (Foto: net)

JAKARTA – Emiten dari Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR), telah merilis target terbaru mengenai penjualan alat berat serta hasil tambang perseroan untuk tahun 2026. 

Tercatat bahwa UNTR melakukan penyesuaian terhadap target-target penjualan tersebut.

Corporate Secretary United Tractors, Ari Setiyawan, menjelaskan bahwa pihaknya merevisi sejumlah target penjualan di tahun 2026 sebagai imbas dari penurunan RKAB yang berdampak pada lini bisnis United Tractors.

“Kami revisi target penjualan Komatsu menjadi sekitar 4.000 unit,” kata Ari pekan lalu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ari juga memaparkan bahwa angka produksi batu bara serta overburden removal PT Pamapersada Nusantara menyusut sekitar 15 persen-17 persen. 

Selain itu, volume penjualan batu bara melalui PT Tuah Turangga Agung juga diproyeksikan turun menjadi sekitar 9,6 juta ton pada tahun ini.

UNTR juga menetapkan target penjualan emas di kisaran 82.000 ons tahun ini, serta penjualan bijih nikel sekitar 1,2 juta wmt untuk 2026.

“Kami akan review kembali target kalau ada revisi atau pelanggaran RKAB di semester II/2026,” ucap Ari sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebelumnya, Presiden Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro, mengungkapkan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang cukup menantang bagi United Tractors, baik dipicu oleh faktor eksternal, kondisi geopolitik, hingga perubahan regulasi yang berdampak signifikan pada operasional UNTR.

“Kami berusaha sebaik mungkin memitigasi seluruh tantangan yang kami hadapi dan di saat yang sama kami juga tidak berhenti untuk memikirkan jangka panjangnya seperti apa,” ucap Iwan dalam konferensi pers UNTR beberapa pekan lalu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Iwan memprediksi bahwa situasi yang menantang bagi UNTR kemungkinan besar masih akan bertahan setidaknya hingga tahun ini.

Ia menyampaikan bahwa sepanjang kuartal I/2026, UNTR membukukan penurunan pada penjualan alat berat, produksi batu bara, serta produksi emas yang dipengaruhi oleh penghentian operasi di tambang Martabe.

Dalam menghadapi tantangan ini, Iwan menjelaskan bahwa UNTR menerapkan strategi defensif dengan berupaya maksimal mengamankan lini bisnis yang sudah berjalan.

Pada saat bersamaan, performa UNTR didukung oleh balance sheet serta kondisi keuangan yang kuat, di mana perusahaan terus membidik peluang baru di sektor mineral lainnya maupun sektor energi.

Terkini