JAKARTA – Meskipun tren tips harga emas turun sedang terjadi, pasar mulai menangkap sinyal rebound yang diprediksi akan membawa prospek positif hingga penutupan tahun 2026.
Koreksi harga yang dialami logam mulia belakangan ini dipandang oleh sejumlah pelaku pasar sebagai fase konsolidasi sebelum memasuki tren kenaikan baru.
Sejumlah variabel ekonomi global mulai menunjukkan indikasi yang mendukung penguatan kembali aset aman ini dalam beberapa bulan ke depan.
"Harga emas turun saat ini justru memberikan sinyal rebound yang cukup kuat jika melihat prospeknya hingga akhir 2026," ujar pengamat pasar, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Jumat (24/4/2026).
Pelemahan nilai jual di tingkat ritel sering kali dimanfaatkan oleh investor besar untuk melakukan akumulasi barang sebelum harga kembali melambung tinggi.
Kekuatan daya beli di pasar fisik tetap menjadi penopang utama yang mencegah harga jatuh lebih dalam di tengah fluktuasi indeks dolar Amerika Serikat.
Sutedjo berpendapat bahwa pemulihan ekonomi dunia akan senantiasa menempatkan emas sebagai instrumen lindung nilai yang paling diandalkan oleh para pemilik modal.
Stabilitas permintaan dari bank sentral di berbagai negara turut memperkuat keyakinan bahwa harga akan kembali ke jalur penguatan dalam waktu dekat.
"Sinyal rebound ini terlihat dari bertahannya harga pada level pendukung yang krusial sebelum diproyeksikan meroket hingga 2026 mendatang," lapor analis melalui kontan.co.id, Jumat (24/4/2026).
Potensi kenaikan ini didorong oleh ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter yang dapat menurunkan imbal hasil surat utang negara.
Logam kuning tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menjaga nilai kekayaan mereka dari gerusan inflasi jangka panjang.
Kewaspadaan tetap diperlukan dalam memantau setiap sentimen harian agar momentum pembelian bisa dilakukan pada titik harga yang paling menguntungkan.