JAKARTA – Minat investor terhadap saham berbasis dividen kembali meningkat seiring munculnya kabar pembagian dividen dalam jumlah besar dari emiten papan atas. Dalam kondisi pasar yang cenderung fluktuatif, strategi berburu dividen menjadi salah satu pendekatan yang banyak dipilih karena mampu memberikan pemasukan pasif sekaligus peluang keuntungan dari selisih harga saham.
Salah satu emiten yang tengah menjadi perhatian adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Bank pelat merah ini kembali menunjukkan performa yang solid dengan rencana pembagian dividen dalam jumlah signifikan untuk tahun buku 2025. Langkah ini pun langsung menarik perhatian pelaku pasar, baik dari kalangan investor ritel maupun institusi besar.
Momentum pembagian dividen ini dinilai penting, terutama bagi investor yang mengincar saham dengan fundamental kuat dan imbal hasil yang kompetitif. Selama ini, saham BBRI dikenal sebagai salah satu saham blue chip yang rutin memberikan dividen dengan nilai yang relatif stabil.
BBRI Siapkan Dividen Jumbo dari Laba Tahun Buku 2025
Pembagian dividen oleh BBRI telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham melalui forum resmi perusahaan. Nilai total dividen yang dialokasikan mencapai sekitar Rp 52,1 triliun, yang bersumber dari perolehan laba bersih sepanjang tahun buku 2025.
Jika dibandingkan dengan total laba bersih perusahaan yang tercatat sebesar Rp 57,1 triliun, maka porsi dividen yang dibagikan setara dengan sekitar 92%. Angka ini menunjukkan besarnya komitmen perusahaan dalam mendistribusikan keuntungan kepada para investornya.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Jumat, 10 April di Jakarta. Dengan rasio pembagian yang tinggi, BBRI kembali menegaskan kebijakan dividennya yang agresif, namun tetap mempertimbangkan keseimbangan keuangan perusahaan.
Rincian Pembagian Dividen Saham BBRI
Jika dirinci, total dividen yang akan diterima investor terdiri dari dua komponen, yaitu dividen interim dan dividen final. Sebelumnya, BBRI telah lebih dulu menyalurkan dividen interim kepada pemegang saham pada Januari 2026 dengan total sekitar Rp 20,6 triliun atau setara Rp137 per saham.
Selanjutnya, perusahaan akan membagikan dividen final dengan nilai kurang lebih Rp 31,5 triliun. Jika dihitung per saham, investor akan menerima tambahan sebesar Rp 207 per saham.
Dengan demikian, total dividen yang diperoleh pemegang saham BBRI untuk tahun buku 2025 mencapai Rp 344 per saham. Besaran ini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi investor yang fokus pada strategi dividen.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 10 April 2026, harga saham BBRI berada di level 3.390, setelah menguat 110 poin atau sekitar 3,35% dibandingkan hari sebelumnya. Dengan harga tersebut, tingkat dividend yield saham BBRI tercatat di kisaran 6,10%.
Jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti deposito, imbal hasil ini tergolong menarik. Bahkan, nilainya bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dibandingkan bunga deposito Bank BRI yang berkisar antara 2% hingga 3%, tergantung pada jangka waktu simpanan.
Saham Blue Chip Tetap Menarik di Tengah Volatilitas Pasar
Saham blue chip seperti BBRI masih menjadi incaran utama bagi investor yang mengutamakan kestabilan dan konsistensi kinerja. Emiten dengan kapitalisasi besar umumnya memiliki fundamental yang kuat serta rekam jejak pembagian dividen yang baik.
Dalam situasi pasar yang tidak menentu, pendekatan investasi berbasis dividen sering dianggap lebih defensif. Investor tidak hanya mengandalkan potensi kenaikan harga saham, tetapi juga memperoleh arus kas rutin dari dividen yang dibagikan.
Dengan kombinasi antara kinerja keuangan yang solid dan yield yang kompetitif, saham BBRI dinilai masih relevan untuk dikoleksi, terutama bagi investor dengan horizon investasi menengah hingga panjang.
Daftar Pemegang Saham dan Estimasi Porsi Dividen
Sebagai bagian dari perusahaan milik negara, struktur kepemilikan saham BBRI didominasi oleh institusi besar. PT Danantara Asset Management (Danantara Indonesia) menjadi pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan sekitar 52,7% per akhir Maret 2026.
Dengan komposisi tersebut, Danantara diperkirakan memperoleh bagian dividen sekitar Rp 27,5 triliun dari total yang dibagikan oleh BBRI. Angka ini mencerminkan besarnya kontribusi dividen terhadap pemegang saham utama.
Selain itu, terdapat beberapa investor institusi lain yang juga memiliki saham BBRI dengan porsi tertentu, yaitu:
1. Indonesia Investment Authority (INA): 3,63%
2. Employees Provident Fund Board: 1,14%
3. DJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua: 1,09%
Keberadaan investor institusi besar tersebut menjadi indikator kuat bahwa saham BBRI masih dipercaya sebagai salah satu instrumen investasi yang memiliki prospek jangka panjang.
Dengan berbagai faktor pendukung tersebut, pembagian dividen jumbo oleh BBRI bukan hanya menjadi kabar positif bagi pemegang saham, tetapi juga mempertegas kondisi keuangan perusahaan yang tetap sehat. Bagi investor, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk menyusun strategi investasi yang lebih optimal, baik untuk mengejar dividen maupun potensi pertumbuhan nilai saham di masa depan.