PGEO Kembangkan Teknologi Panas Bumi Bersama Mitra Filipina EDC Global

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:12:27 WIB
PGEO Kembangkan Teknologi Panas Bumi Bersama Mitra Filipina EDC Global

JAKARTA - Upaya memperluas kiprah di panggung internasional mulai direalisasikan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dengan langkah konkret. 

Emiten berkode PGEO tersebut memulai rangkaian roadshow globalnya ke Filipina. Agenda ini menandai babak baru kolaborasi teknologi panas bumi lintas negara.

Kunjungan dilakukan ke lapangan wet steam terbesar di dunia milik Energy Development Corporation di Leyte, Filipina. Lawatan ini bukan sekadar kunjungan simbolis. PGEO membawa misi strategis untuk mengembangkan serta mengimplementasikan inovasi teknologi panas bumi.

Melalui agenda tersebut, PGEO mendorong optimalisasi pengembangan teknologi Flow2Max. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan kinerja lapangan panas bumi. Kolaborasi internasional pun menjadi kunci penguatan daya saing global.

Langkah ekspansi ini sekaligus memperlihatkan keseriusan PGEO memperluas jaringan kerja sama. Perusahaan ingin menghadirkan solusi teknologi yang relevan bagi kebutuhan mitra global. Momentum ini juga mempertegas posisi PGEO di industri energi hijau dunia.

Kolaborasi Strategis di Lapangan Leyte

Kunjungan ke Leyte menjadi sarana pembahasan potensi implementasi perdana teknologi Flow2Max. PGEO dan EDC berdiskusi mengenai kesiapan teknis serta kebutuhan lapangan. Pertemuan tersebut membuka peluang sinergi konkret.

Baik PGEO maupun EDC membahas berbagai aspek teknis secara mendalam. Pembahasan mencakup pemenuhan kebutuhan teknis, pengukuran lapangan, serta negosiasi harga. Tahapan ini dilakukan sebelum masuk proses manufaktur dan pengiriman perangkat.

Pemasangan perdana teknologi Flow2Max ditargetkan berlangsung pada Juni 2026. Target ini menjadi tonggak penting bagi realisasi kerja sama kedua perusahaan. Implementasi awal diharapkan berjalan sesuai rencana teknis.

Dalam agenda tersebut, PGEO hadir bersama PT Sigma Cipta Utama yang merupakan anak usaha PT Elnusa Tbk bagian dari Pertamina Hulu Energi. Kehadiran entitas pendukung memperkuat aspek teknis dan operasional. Sinergi grup diharapkan memperlancar proses implementasi.

Dukungan Inovasi dan Komersialisasi Teknologi

Inisiatif penerapan Flow2Max mencerminkan strategi PGEO membuka sumber pendapatan baru. Komersialisasi inovasi menjadi bagian penting dalam model bisnis perusahaan. Langkah ini juga memperkuat ekosistem manufaktur dan jasa pengembangan panas bumi.

PGEO menilai inovasi teknologi sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang. Dengan pengembangan solusi internal, perusahaan dapat meningkatkan nilai tambah. Selain itu, inovasi memperkuat posisi PGEO sebagai pemain teknologi.

Visi menjadi perusahaan energi hijau kelas dunia turut melandasi langkah ini. Ekspansi teknologi tidak hanya berorientasi domestik, tetapi juga global. Kolaborasi dengan EDC menjadi bukti konkret arah strategis tersebut.

Dalam sesi diskusi, Head of Geothermal Technology and Innovation EDC Erlindo Angcoy Jr. memaparkan gambaran umum lapangan Leyte. Ia juga menjelaskan tantangan operasional yang dihadapi di lapangan tersebut. Paparan ini menjadi dasar identifikasi solusi teknologi.

Potensi Flow2Max Tingkatkan Efisiensi Operasi

Erlindo menyatakan ketertarikan terhadap teknologi Flow2Max. Menurutnya, teknologi ini sesuai dengan profil lapangan dan kebutuhan EDC. Dukungan terhadap optimalisasi kinerja sumur menjadi pertimbangan utama.

PGEO turut berbagi pengalaman dalam menangani sumur superheat. Perusahaan menjelaskan pengelolaan uap panas bumi super panas di wilayah kerjanya. Pengalaman ini menjadi referensi penting dalam diskusi teknis.

Manager Production & Optimization Excellence PGEO Mohamad Husni Mubarok mengatakan pihaknya bangga dapat memperkenalkan inovasi tersebut. Ia menilai EDC sebagai salah satu perusahaan panas bumi terbesar dan bereputasi di dunia. Kolaborasi ini dinilai strategis.

"Kami harap penerapan teknologi Flow2Max dapat mendukung optimalisasi operasional, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat pengelolaan reservoir EDC secara berkelanjutan," ujar dia dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/2).

Flow2Max merupakan teknologi pengukuran dua fase atau two-phase flow meter. Teknologi ini memungkinkan pemantauan aliran fluida secara real-time. Operator dapat melakukan evaluasi dengan tingkat akurasi lebih tinggi.

Penguatan Kapabilitas dan Visi Global

Penggunaan Flow2Max juga memperkuat manajemen dan optimalisasi reservoir. Teknologi ini membantu mendeteksi dini potensi masalah teknis pada sumur. Dengan demikian, risiko operasional dapat ditekan.

Inovasi ini dikembangkan dari riset studi doktoral Mohamad Husni Mubarok saat menempuh pendidikan di University of Auckland. Pengembangan berbasis riset akademik memperkuat fondasi ilmiah teknologi tersebut. Hal ini menunjukkan integrasi riset dan praktik industri.

Manager Ops. Asset Management & Optimization PGEO Jati Permana Kurniawan menambahkan bahwa PGEO dan EDC sepakat terus menjalin kerja sama strategis. Kolaborasi tidak berhenti pada implementasi teknologi semata. Pertukaran pengetahuan menjadi bagian penting.

PGEO berkomitmen memperkuat kapabilitas teknis melalui kerja sama berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mendorong kemajuan sektor panas bumi secara global. Filipina sendiri menempati peringkat ketiga kapasitas panas bumi dunia setelah Amerika Serikat dan Indonesia.

"Langkah ini juga sejalan dengan visi PGEO untuk menjadi world leading geothermal producer sekaligus geothermal center of excellence," tandas dia.

Terkini