Lonjakan Penumpang Penerbangan Sulsel Sepanjang 2025 Tunjukkan Kebangkitan Transportasi Udara Regional

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:31:20 WIB
Lonjakan Penumpang Penerbangan Sulsel Sepanjang 2025 Tunjukkan Kebangkitan Transportasi Udara Regional

JAKARTA - Pergerakan masyarakat melalui jalur udara di Sulawesi Selatan sepanjang 2025 mencerminkan dinamika baru dalam aktivitas perjalanan nasional dan internasional. Data terbaru menunjukkan bahwa sektor penerbangan di wilayah ini terus bergerak positif seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat jumlah penumpang pesawat di Sulsel sepanjang 2025 mencapai 9,32 juta orang. Angka ini menandakan geliat sektor penerbangan yang menarik perhatian berbagai pemangku kepentingan di daerah tersebut.

Pada Selasa, 03 Februari 2026, BPS Sulawesi Selatan merilis data resmi terkait pergerakan penumpang pesawat di seluruh bandara di wilayah ini. Data tersebut menunjukkan jumlah penumpang pesawat Sulsel 2025 mencapai sekitar 9,3 juta orang, menandakan pemulihan signifikan sektor penerbangan di tengah dinamika pergerakan domestik dan internasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat bahwa total pergerakan penumpang, baik yang datang, berangkat, maupun transit, sepanjang tahun 2025 mencapai lebih dari 9,32 juta orang. Angka ini memperlihatkan aktivitas transportasi udara yang tetap terjaga meskipun terdapat tantangan ekonomi dan geopolitik global.

Meskipun terdapat sedikit perbedaan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang mencapai 9,46 juta orang, tren bulanan menunjukkan pergerakan yang relatif stabil. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan perjalanan udara masih kuat di tengah perubahan pola mobilitas masyarakat.

Data juga memperlihatkan perkembangan positif di akhir tahun. Secara tahunan atau year on year pada Desember 2025, jumlah penumpang mencapai 868,24 ribu kunjungan, meningkat 1,09 persen dibandingkan 858,88 ribu kunjungan pada Desember 2024.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa sektor penerbangan di Sulawesi Selatan masih memiliki potensi pertumbuhan yang berkelanjutan. Pelaku industri transportasi udara pun diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperluas layanan dan konektivitas.

Khaerul Agus, Kepala Bagian Umum BPS Sulsel, menjelaskan bahwa Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar tetap menjadi pintu gerbang utama. Bandara ini mendominasi pergerakan penumpang domestik, menegaskan perannya sebagai hub penting di kawasan timur Indonesia.

Dominasi bandara utama tersebut mencerminkan konsentrasi aktivitas penerbangan di pusat pertumbuhan ekonomi wilayah. Selain itu, keberadaan bandara ini juga memperkuat konektivitas antardaerah di Indonesia bagian timur.

Pertumbuhan Angkutan Udara Domestik yang Stabil

Sepanjang tahun 2025, aktivitas angkutan udara domestik di Sulawesi Selatan menunjukkan pola yang stabil dengan total 9,32 juta penumpang. Meskipun sedikit di bawah capaian tahun 2024, peningkatan pada akhir tahun memberikan sinyal positif bagi industri penerbangan daerah.

Data ini mencakup pergerakan dari berbagai bandara di Sulsel. Angka tersebut mencerminkan mobilitas masyarakat yang tinggi, baik untuk kepentingan bisnis, pendidikan, maupun pariwisata.

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memegang peranan krusial dalam lalu lintas domestik. Pada Desember 2025, bandara ini melayani sebanyak 859,97 ribu penumpang.

Angka tersebut setara dengan sekitar 99,05 persen dari total penumpang domestik di seluruh Sulawesi Selatan. Dominasi ini menegaskan posisi Sultan Hasanuddin sebagai simpul utama penerbangan di kawasan timur Indonesia.

Selain Sultan Hasanuddin, Bandara Malili di Luwu juga berkontribusi terhadap pergerakan penumpang domestik. Bandara ini mencatat jumlah penumpang sebanyak 3,74 ribu orang pada Desember 2025.

Kontribusinya sekitar 0,43 persen dari total penumpang domestik di provinsi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa bandara-bandara kecil tetap memiliki peran dalam mendukung konektivitas regional.

Secara keseluruhan, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Desember 2025 mengalami kenaikan. Peningkatan sebesar 1,09 persen dibandingkan Desember 2024 menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan di sektor ini.

Tren positif tersebut diharapkan terus berlanjut seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional. Perbaikan sektor pariwisata juga diperkirakan turut mendorong permintaan perjalanan udara di wilayah Sulawesi Selatan.

Stabilitas pergerakan penumpang domestik menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara semakin kuat. Maskapai dan pengelola bandara pun didorong untuk meningkatkan kualitas layanan guna mempertahankan tren ini.

Kondisi ini juga memberikan dampak positif bagi sektor pendukung lainnya. Industri perhotelan, logistik, dan pariwisata berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas udara.

Dinamika Penumpang Internasional di Sulawesi Selatan

Aktivitas angkutan udara internasional di Sulawesi Selatan secara eksklusif dilayani melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Pada Desember 2025, jumlah penumpang angkutan udara internasional mencapai 30,91 ribu orang.

Angka ini menandai peningkatan signifikan dalam konektivitas global daerah tersebut. Hal ini sekaligus menunjukkan semakin terbukanya akses Sulawesi Selatan terhadap pasar dan destinasi internasional.

Pergerakan penumpang internasional pada Desember 2025 menunjukkan kenaikan sebesar 0,49 persen dibandingkan November 2025. Peningkatan ini terutama didorong oleh lonjakan jumlah penumpang datang.

Penumpang yang tiba di Sulsel mencapai 15,87 ribu orang, naik 3,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan meningkatnya minat kunjungan ke wilayah Sulawesi Selatan dari luar negeri.

Di sisi lain, jumlah penumpang internasional yang berangkat dari Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 15,03 ribu orang. Angka ini mengalami sedikit penurunan sebesar 2,45 persen dibandingkan November 2025.

Fluktuasi tersebut dinilai wajar dalam pergerakan penumpang internasional yang dipengaruhi berbagai faktor. Faktor tersebut meliputi musim perjalanan, kondisi ekonomi global, serta kebijakan penerbangan masing-masing negara.

Namun demikian, secara year on year, jumlah penumpang angkutan udara internasional pada Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. Terjadi peningkatan sebesar 12,94 persen dibandingkan Desember 2024.

Kenaikan ini mengindikasikan semakin pulihnya rute-rute penerbangan internasional dari dan ke Sulawesi Selatan. Hal tersebut sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu gerbang utama Indonesia bagian timur ke dunia internasional.

Peningkatan konektivitas internasional diharapkan berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan perdagangan daerah. Arus wisatawan mancanegara yang meningkat berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain itu, mobilitas internasional yang membaik juga membuka peluang kerja sama lintas negara di berbagai sektor. Hal ini dapat memperkuat daya saing Sulawesi Selatan di tingkat nasional maupun global.

Prospek Transportasi Udara Sulawesi Selatan ke Depan

Capaian lebih dari 9,32 juta penumpang pesawat sepanjang 2025 menunjukkan bahwa transportasi udara tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Kondisi ini mencerminkan kepercayaan publik terhadap moda transportasi yang cepat dan efisien.

Meskipun masih terdapat perbedaan dibandingkan capaian 2024, tren pergerakan bulanan yang stabil memberikan sinyal optimistis. Pemulihan sektor penerbangan di Sulawesi Selatan dinilai berjalan secara bertahap namun konsisten.

Peran Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai hub utama semakin menguat. Dominasi bandara ini memperlihatkan pentingnya infrastruktur penerbangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Sementara itu, bandara-bandara lain di Sulawesi Selatan tetap memberikan kontribusi terhadap pemerataan akses transportasi. Keberadaan bandara kecil di daerah juga mendukung konektivitas antarkabupaten dan antarpulau.

Data BPS Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa pergerakan penumpang domestik dan internasional sama-sama mengalami perkembangan positif. Kondisi ini menjadi indikator bahwa sektor penerbangan di wilayah ini berada di jalur pemulihan yang solid.

Ke depan, pertumbuhan jumlah penumpang diharapkan terus berlanjut seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata. Dukungan kebijakan pemerintah serta investasi infrastruktur juga akan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum ini.

Dengan konektivitas yang semakin luas, Sulawesi Selatan berpotensi menjadi pusat pergerakan manusia dan barang di kawasan timur Indonesia. Hal ini membuka peluang baru bagi pengembangan industri pariwisata, perdagangan, dan jasa.

Tren positif yang tercermin dari data 2025 memberikan optimisme bagi seluruh pemangku kepentingan sektor penerbangan. Maskapai, pengelola bandara, dan pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing.

Terkini