JAKARTA - Setelah peluncuran iPhone 17 dan iPhone Air pada September 2025, Apple secara bertahap menghentikan penjualan sejumlah model lama, termasuk iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max.
Namun, alih-alih semakin murah seperti pola umum produk lama, harga kedua model tersebut justru mengalami kenaikan signifikan di pasar Vietnam.
Berdasarkan pantauan di sejumlah distributor resmi Apple, stok iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max saat ini masih tersedia, tetapi dalam jumlah terbatas. Kondisi ini mendorong harga kembali naik, terutama untuk varian dengan kapasitas penyimpanan populer.
Saat ini, iPhone 16 Pro versi 128GB ditawarkan dengan harga sekitar 27 juta VND, sementara iPhone 16 Pro Max 256GB dibanderol hingga 33 juta VND. Angka tersebut hanya terpaut sekitar 2 juta VND dari harga resmi saat peluncuran pada September 2024.
Harga Naik 4–5 Juta VND Dibanding Titik Terendah
Jika dibandingkan dengan harga terendah di pertengahan tahun 2025, harga iPhone 16 Pro dan Pro Max kini telah meningkat sekitar 4 hingga 5 juta VND. Kenaikan ini dinilai tidak lazim, mengingat kedua model tersebut telah berusia lebih dari satu tahun sejak pertama kali dirilis.
Biasanya, iPhone generasi lama akan mengalami penurunan harga seiring hadirnya model terbaru. Namun, situasi kali ini justru menunjukkan tren sebaliknya.
Menurut perwakilan distributor yang diwawancarai oleh surat kabar Dân trí, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan harga duo iPhone 16 Pro kembali naik setelah produksinya dihentikan.
Pasokan Terbatas dan Tekanan Penjualan Berkurang
Faktor pertama adalah keterbatasan pasokan. Setelah Apple menghentikan produksi, unit iPhone 16 Pro dan Pro Max yang tersisa di pasar menjadi semakin langka. Konsumen pun memiliki pilihan yang terbatas, baik dari segi warna maupun kapasitas penyimpanan.
Selain itu, pengecer kini tidak lagi berada dalam tekanan untuk menghabiskan stok seperti pada fase pertengahan siklus produk. Dengan permintaan yang masih ada, terutama untuk model Pro Max, harga pun cenderung dipertahankan atau bahkan dinaikkan.
Nilai Tukar USD Ikut Dorong Kenaikan Harga
Faktor lain yang turut memengaruhi harga adalah fluktuasi nilai tukar dolar AS. Perubahan kurs ini berdampak langsung pada harga impor iPhone di Vietnam.
Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi iPhone 16 Pro dan 16 Pro Max, tetapi juga menyebabkan kenaikan harga pada beberapa model iPhone generasi lama lainnya. Dengan biaya impor yang meningkat, pengecer pun menyesuaikan harga jual untuk menjaga margin.
iPhone Air Justru Turun Harga karena Permintaan Lemah
Berbanding terbalik dengan iPhone 16 Pro dan Pro Max, lini iPhone Air justru mengalami penurunan harga yang cukup drastis. Lemahnya permintaan membuat perangkat ini terus mengalami koreksi harga sejak akhir 2025.
Saat ini, iPhone Air versi 256GB dijual dengan harga sekitar 25,8 juta VND, turun sekitar 4,2 juta VND dibandingkan Oktober 2025, dan 6,2 juta VND lebih murah dari harga saat peluncuran.
Bahkan di beberapa platform e-commerce, konsumen bisa menemukan iPhone Air dengan harga sekitar 23 juta VND. Menariknya, banderol ini kini lebih rendah dibandingkan iPhone 17, yang diposisikan Apple sebagai model dengan segmen harga lebih terjangkau.
Pola Baru Harga iPhone Lama?
Kenaikan harga iPhone 16 Pro Max setelah dihentikan produksinya menunjukkan pola baru di pasar smartphone premium. Kelangkaan unit, fluktuasi nilai tukar, serta stabilnya permintaan membuat iPhone lama tidak selalu identik dengan harga murah.
Bagi konsumen, kondisi ini menjadi pengingat bahwa menunggu terlalu lama untuk membeli iPhone flagship bisa berujung pada harga yang justru lebih mahal—terutama ketika Apple resmi “mempensiunkan” model tersebut dari lini produksinya.