Dominasi Liga Inggris di Liga Champions, Lima Tim Lolos 16 Besar

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:31:31 WIB
Dominasi Liga Inggris di Liga Champions, Lima Tim Lolos 16 Besar

JAKARTA - Liga Inggris kembali menegaskan statusnya sebagai kekuatan paling berpengaruh di sepak bola Eropa.

Hingga rampungnya fase liga Liga Champions musim ini, klub-klub Premier League tampil paling konsisten, efektif, dan matang secara taktik. Hasilnya sangat mencolok: lima wakil Inggris—Arsenal, Liverpool, Chelsea, Manchester City, dan Tottenham Hotspur—resmi lolos ke babak 16 besar, sementara Newcastle United masih menjaga peluang untuk menyusul.

Capaian ini bukan sekadar soal jumlah tim yang lolos, melainkan gambaran dominasi menyeluruh Liga Inggris atas kompetisi elite Eropa. Dari gaya bermain, kedalaman skuad, hingga ketahanan mental di laga krusial, klub-klub Premier League menunjukkan level yang sulit ditandingi liga lain.

Arsenal: Sinyal Kandidat Juara yang Nyata

Arsenal menjadi simbol paling kuat dari dominasi Inggris musim ini. The Gunners menyapu bersih seluruh pertandingan fase liga dengan catatan sempurna, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di era kompetisi modern. Konsistensi mereka mengantarkan klub London Utara itu masuk jajaran delapan besar dan lolos langsung ke babak 16 besar tanpa harus melalui fase tambahan.

Di bawah arahan Mikel Arteta, Arsenal tampil dengan identitas yang jelas: penguasaan bola rapi, pressing agresif, dan efisiensi tinggi di sepertiga akhir lapangan. Lebih dari sekadar menang, Arsenal menang dengan cara yang meyakinkan. Hal ini membuat mereka tidak lagi dipandang sebagai kuda hitam, melainkan kandidat serius juara Liga Champions.

Keberhasilan Arsenal juga mencerminkan kematangan proyek jangka panjang yang dibangun Arteta—perpaduan pemain muda dan pengalaman yang kini mencapai titik optimal.

Liverpool: Kebangkitan dan Pernyataan Kekuatan

Liverpool menyusul Arsenal dengan cara yang tak kalah mengesankan. Kemenangan telak 6-0 atas Qarabag di Anfield bukan hanya memastikan tiket otomatis ke babak 16 besar, tetapi juga menjadi pernyataan bahwa The Reds telah kembali ke level elite Eropa.

Sorotan tertuju pada Mohamed Salah. Gol tendangan bebasnya menjadi gol pertama sejak November, sekaligus menepis spekulasi mengenai penurunan peran sang bintang di era pelatih baru, Arne Slot. Performa Liverpool menunjukkan keseimbangan antara intensitas khas mereka dan pendekatan taktik yang lebih terkontrol.

Alexis Mac Allister tampil sebagai motor permainan, mencetak dua gol dan menjadi simbol kedalaman skuad Liverpool saat ini.
“Senang bisa kembali ke delapan besar,” ujar Mac Allister, seraya mengingatkan bahwa fase gugur selalu menghadirkan tantangan berbeda.

Liverpool tampak belajar dari kegagalan masa lalu. Mereka kini tidak hanya mengandalkan emosi dan tempo tinggi, tetapi juga manajemen pertandingan yang lebih dewasa.

Manchester City: Efisiensi Sang Juara

Manchester City mungkin tidak selalu tampil spektakuler, tetapi mereka tetap menjadi mesin kemenangan yang sulit dihentikan. Kemenangan 2-0 atas Galatasaray memastikan pasukan Pep Guardiola finis di posisi kedelapan klasemen fase liga—cukup untuk lolos langsung ke babak 16 besar.

Bagi City, posisi ini sangat krusial. Terhindar dari babak play-off tambahan berarti jadwal lebih ringan di tengah padatnya kompetisi domestik. Erling Haaland kembali menjadi pembeda, menunjukkan bahwa efektivitas tetap menjadi senjata utama City, bahkan ketika performa kolektif tidak berada di puncak.

Pengalaman City di Liga Champions kembali berbicara. Mereka tahu kapan harus menekan dan kapan mengamankan hasil, sebuah kualitas yang hanya dimiliki tim-tim dengan mental juara.

Chelsea: Efektivitas di Momen Penentu

Chelsea menjadi wakil Inggris berikutnya yang memastikan tiket ke babak 16 besar secara langsung. Kemenangan dramatis 3-2 atas Napoli di Stadio Diego Armando Maradona menjadi salah satu hasil paling mencolok fase liga.

Dua gol Joao Pedro di babak kedua menjadi titik balik pertandingan. Chelsea menunjukkan efisiensi luar biasa dalam memanfaatkan peluang, sesuatu yang kerap menjadi pembeda di Liga Champions.

Pelatih Napoli, Antonio Conte, tak menampik keunggulan lawan.
“Penyelesaian akhir menjadi pembeda,” ujarnya, mengakui ketajaman Chelsea di momen krusial.

Hasil ini sekaligus menyingkirkan juara Serie A lebih awal—sebuah bukti bahwa wakil Liga Inggris tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga tajam secara mental.

Tottenham: Stabil di Eropa, Bangkitkan Identitas

Tottenham Hotspur melengkapi dominasi Premier League. Meski performa domestik mereka naik turun, Spurs justru tampil solid di Eropa. Kemenangan 2-0 atas Eintracht Frankfurt memastikan mereka finis di peringkat keempat fase liga.

Pelatih Thomas Frank memuji karakter timnya.
“Finis di empat besar Liga Champions adalah pencapaian luar biasa,” ujarnya.

Tottenham menunjukkan disiplin dan keseimbangan yang sering kali absen di Premier League. Hasil ini memberi sinyal bahwa Spurs mampu tampil berbeda di panggung Eropa, terutama ketika tekanan kompetisi domestik berkurang.

Newcastle: Asa yang Masih Menyala

Sementara itu, Newcastle United belum sepenuhnya tersingkir. Hasil imbang 1-1 melawan Paris Saint-Germain menjaga peluang The Magpies untuk tetap melaju. Meski nasib mereka masih bergantung pada hasil lain, performa Newcastle menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan juara bertahan.

Kehadiran Newcastle menambah kedalaman dominasi Inggris. Bahkan tim yang belum mapan secara tradisi Eropa pun kini mampu menantang elite benua biru.

Liga Inggris di Puncak Eropa

Dengan lima tim telah mengamankan tiket 16 besar dan satu lainnya masih berpeluang, Liga Inggris kembali menegaskan statusnya sebagai liga paling kompetitif di Eropa. Dominasi ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari investasi besar, kualitas manajerial, dan intensitas kompetisi domestik yang membentuk mental juara.

Fase gugur nanti akan menjadi ujian sesungguhnya. Namun satu hal sudah jelas: Liga Champions musim ini berjalan di bawah bayang-bayang Premier League. Pertanyaannya kini bukan apakah Inggris mendominasi, melainkan siapa yang mampu menghentikannya.

Terkini