JAKARTA - Persaingan Serie A Italia musim 2025/2026 semakin mengerucut memasuki pekan ke-22.
Inter Milan tampil sebagai kekuatan paling konsisten dan masih kokoh di puncak klasemen, sementara AC Milan berada di posisi kedua namun mulai tertinggal cukup jauh dalam perburuan gelar.
Inter terus menunjukkan dominasi mereka setelah meraih kemenangan meyakinkan 6-2 atas Pisa di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu (26 Januari 2026) malam WIB. Kemenangan tersebut menjadi bukti ketajaman lini serang sekaligus solidnya mental juara tim asuhan Simone Inzaghi.
Dengan tambahan tiga poin, Inter kini mengoleksi 54 poin dari 22 pertandingan, unggul cukup nyaman atas para pesaingnya. Lautaro Martinez dan rekan-rekan bukan hanya memimpin klasemen, tetapi juga menjadi tim paling produktif dan stabil sejauh musim ini.
Inter Stabil, Mesin Gol Tak Terbendung
Kemenangan telak atas Pisa menegaskan bahwa Inter berada dalam momentum terbaiknya. Permainan agresif sejak menit awal, rotasi pemain yang efektif, serta kedalaman skuad menjadi keunggulan utama Nerazzurri.
Inter juga unggul dalam hal selisih gol, mencerminkan keseimbangan antara lini depan dan pertahanan. Dengan performa seperti ini, Inter semakin difavoritkan untuk mempertahankan posisi puncak hingga akhir musim jika konsistensi tetap terjaga.
AC Milan Tertahan, Jarak Kian Melebar
Di sisi lain, AC Milan gagal memanfaatkan peluang untuk memangkas jarak. Rossoneri harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas AS Roma, Senin (26 Januari 2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut membuat Milan kini mengoleksi 47 poin dan tertinggal tujuh poin dari Inter. Meski masih berada di peringkat kedua, hasil seri ini menjadi pukulan tersendiri dalam persaingan gelar, terutama ketika rival utama terus meraih kemenangan.
Rafael Leão dan kawan-kawan sebenarnya tampil cukup solid, namun penyelesaian akhir dan konsistensi permainan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jika ingin tetap menekan Inter.
AS Roma dan Napoli Berebut Zona Champions
Hasil imbang melawan Milan membuat AS Roma bertahan di peringkat ketiga dengan 43 poin, unggul selisih gol atas Napoli yang menempati posisi keempat dengan poin sama.
Roma tampil cukup disiplin, tetapi kegagalan meraih kemenangan membuat mereka belum mampu menjauh dari kejaran tim-tim di bawahnya. Paulo Dybala dan kolega masih harus menjaga konsistensi demi mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Sementara itu, Napoli justru menelan hasil mengecewakan. Tim asuhan Antonio Conte dibantai Juventus 0-3, hasil yang membuat posisi mereka di empat besar semakin terancam.
Juventus Bangkit, Jaga Asa Liga Champions
Kemenangan meyakinkan atas Napoli menjadi momentum penting bagi Juventus. Tiga poin tersebut membawa Si Nyonya Tua naik ke peringkat kelima dengan 42 poin, hanya terpaut satu angka dari Roma dan Napoli.
Performa solid Juventus menunjukkan bahwa mereka masih sangat kompetitif dalam perburuan zona Liga Champions. Jika tren positif ini berlanjut, Juventus berpotensi menyalip rival-rivalnya di papan atas.
Persaingan Papan Tengah dan Zona Degradasi
Di papan tengah, Como menjadi kejutan dengan bertengger di peringkat keenam, sementara Atalanta, Bologna, dan Lazio terus bersaing ketat. Persaingan juga berlangsung panas di zona degradasi, di mana Pisa, Verona, dan Fiorentina masih kesulitan keluar dari tekanan.
Klasemen Sementara Serie A Pekan ke-22
Inter Milan kini berada di posisi paling nyaman, namun Serie A dikenal sebagai liga yang penuh dinamika. Dengan sisa pertandingan yang masih panjang, satu hasil buruk bisa mengubah peta persaingan, terutama dalam perebutan gelar dan tiket Eropa.
Namun untuk saat ini, Inter Milan adalah standar tertinggi Serie A—kokoh di puncak, konsisten, dan tampak paling siap mengakhiri musim sebagai juara.