JAKARTA - Karier Aleksa Andrejic di Indonesia baru seumur jagung, namun kesan mendalam sudah telanjur tertanam. Striker asing milik Persita Tangerang itu mengaku menikmati setiap detik perjalanannya di BRI Super League 2025/2026, musim perdana yang langsung mempertemukannya dengan atmosfer kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air.
Didatangkan awal musim oleh tim berjuluk Pendekar Cisadane, pemain asal Serbia tersebut langsung menjelma menjadi salah satu tumpuan utama di lini depan. Kepercayaan penuh dari tim pelatih dibalas Andrejic dengan konsistensi. Hingga pekan ke-18, ia tak pernah absen dan telah mencatatkan enam gol serta tiga assist, kontribusi signifikan bagi Persita dalam persaingan papan tengah liga.
Namun, di balik performa di lapangan, ada faktor lain yang membuat Andrejic merasa begitu nyaman berkarier di Indonesia. Faktor itu bukan sekadar kontrak atau menit bermain—melainkan suporter.
Atmosfer Stadion yang Sulit Dilupakan
Dalam sebuah sesi di podcast Bicara Bola, Andrejic mengungkapkan secara terbuka alasan terbesarnya jatuh hati pada sepak bola Indonesia. Baginya, atmosfer stadion dan keterlibatan suporter menjadi pengalaman yang jarang ia temui selama berkelana di berbagai negara.
“Di sini para pendukungnya sangat bagus. Sepak bolanya bagus, temponya bagus, dan saya sangat suka datang ke sini untuk bermain sepak bola,” ujar Andrejic.
Menurutnya, kehadiran ribuan suporter yang bernyanyi sepanjang pertandingan memberi energi tambahan bagi pemain di atas lapangan. Bagi seorang striker, sorakan dari tribun bukan sekadar latar suara, melainkan dorongan emosional yang langsung memengaruhi mental dan semangat bertanding.
“Terutama karena para pendukungnya. Ini salah satu alasan terbesar mengapa saya datang ke Indonesia. Banyak pendukung yang datang ke stadion hanya untuk menikmati pertandingan,” tambahnya.
Pengalaman Panjang, Rasa yang Berbeda
Aleksa Andrejic bukan pemain hijau yang mudah terkesan. Ia telah mencicipi kerasnya kompetisi Eropa bersama sejumlah klub di Serbia, Republik Ceska, Bosnia, hingga Malta. Bahkan sebelum bergabung dengan Persita, ia sempat berkarier di klub kasta kedua Indonesia, Adhyaksa, yang menjadi pintu awal pengenalannya terhadap kultur sepak bola nasional.
Justru dari pengalaman lintas negara itulah Andrejic bisa membandingkan secara objektif. Ia menilai sepak bola Indonesia memiliki keunikan tersendiri, terutama dari sisi emosi dan keterikatan suporter dengan klub.
“Sepak bola bukan hanya soal 90 menit di lapangan. Di Indonesia, sepak bola adalah budaya. Itu yang membuat saya sangat menikmatinya,” ungkapnya.
Gol, Mentalitas, dan Kedewasaan Bermain
Di atas lapangan, Andrejic dikenal sebagai striker pekerja keras dengan mental baja. Salah satu momen pentingnya musim ini terjadi saat Persita menghadapi Borneo FC, di mana ia sukses mencetak gol lewat titik putih dan membantu timnya menang 2-0. Gol tersebut bukan hanya menentukan hasil, tetapi juga memperlihatkan ketenangan dan kepercayaan dirinya di laga besar.
Dengan jam terbang tinggi, Andrejic juga berperan sebagai figur senior di ruang ganti. Ia kerap menjadi rujukan bagi pemain muda Persita, baik dalam hal positioning, membaca permainan, hingga menjaga fokus sepanjang pertandingan.
Betah dan Masih Ingin Menikmati
Meski mengakui bahwa waktu berkarier di sepak bola profesional tidak panjang, Andrejic menegaskan bahwa ia ingin menikmati setiap momen selama berada di Indonesia.
“Anda tidak punya banyak waktu dalam karier sepak bola. Jadi ketika menemukan tempat yang membuat Anda nyaman—di lapangan, di stadion, dan di luar lapangan—Anda ingin menikmatinya sepenuhnya,” katanya.
Pernyataan itu seakan menjadi sinyal bahwa Indonesia bukan sekadar persinggahan singkat bagi Andrejic, melainkan tempat di mana ia merasa dihargai sebagai pemain dan manusia.
Liga Indonesia di Mata Pemain Asing
Kisah Aleksa Andrejic kembali menegaskan satu hal penting: daya tarik Liga Indonesia tidak hanya terletak pada kompetisi, tetapi pada suporter fanatiknya. Atmosfer tribun, intensitas laga, dan kedekatan emosional antara pemain dan pendukung menjadi magnet kuat bagi pemain asing untuk bertahan dan berkembang.
Bagi Persita Tangerang, memiliki striker yang tidak hanya produktif tetapi juga nyaman secara emosional jelas menjadi aset berharga. Dan bagi Liga Indonesia, cerita seperti ini adalah bukti bahwa sepak bola nasional semakin diperhitungkan di mata dunia.