Dewangga Sebut Liga Indonesia Sulit Ditebak, Ingatkan Persib Soal Bahaya Kejutan di Solo

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:31:29 WIB
Dewangga Sebut Liga Indonesia Sulit Ditebak, Ingatkan Persib Soal Bahaya Kejutan di Solo

JAKARTA - Persib Bandung tengah berada di posisi ideal dalam perburuan gelar Super League Indonesia 2025/2026. Dengan status pemuncak klasemen, Maung Bandung kembali memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri. Namun, di tengah euforia tersebut, Alfeandra Dewangga justru memilih menurunkan tensi optimisme berlebih.

Bek kiri Persib itu menegaskan satu hal penting: Liga Indonesia adalah kompetisi yang sulit diprediksi, dan posisi klasemen tak pernah menjadi jaminan kemenangan.

Peringatan itu ia lontarkan jelang laga tandang Persib menghadapi Persis Solo, Sabtu (31 Januari 2026). Di atas kertas, duel ini tampak timpang. Persib nyaman di puncak dengan 41 poin, sementara Persis masih terpuruk di dasar klasemen dengan raihan 10 poin. Namun bagi Dewangga, angka-angka tersebut justru bisa menjadi jebakan.

“Ranking Jauh, Tapi Lapangan Bicara Lain”

Menurut Dewangga, pengalaman Persib di beberapa laga terakhir sudah cukup menjadi alarm. Ia mencontohkan duel melawan PSBS Biak, tim yang secara peringkat jauh berada di bawah Persib, namun mampu memberi perlawanan sengit.

“Sebenernya kita enggak boleh meremehkan lawan. Kemarin juga kita kesusahan, padahal ranking dengan Biak kan juga jauh,” ujar Dewangga usai sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Pada laga tersebut, Persib bahkan diuntungkan oleh kartu merah yang diterima pemain PSBS Biak di awal babak kedua. Namun keunggulan jumlah pemain tak otomatis membuat Maung Bandung mendominasi. Gol kemenangan baru tercipta di menit ke-87 lewat sepakan Berguinho, memastikan skor tipis 1-0.

Situasi itu menjadi pengingat keras bahwa dominasi di papan klasemen tidak selalu tercermin di lapangan.

Liga Indonesia dan Kejutan yang Tak Pernah Habis

Bagi Dewangga, dinamika seperti itu adalah cerminan asli sepak bola nasional. Ia menyebut Liga Indonesia sebagai kompetisi dengan tingkat kejutan yang sangat tinggi, di mana setiap tim bisa saling mengalahkan.

“Di sepak bola Indonesia tidak ada yang bisa diprediksi. Siapa yang bisa menang, siapa yang bisa kalah. Ya, ini Liga Indonesia,” tegasnya.

Ucapan itu bukan sekadar klise. Dalam beberapa musim terakhir, tim-tim papan bawah kerap menjelma menjadi batu sandungan bagi kandidat juara, terutama saat bermain di kandang sendiri dengan motivasi berlipat.

Hal inilah yang membuat laga di Solo menjadi ujian tersendiri bagi Persib. Persis, meski terpuruk, dipastikan tampil dengan semangat tinggi untuk keluar dari tekanan, terlebih di hadapan pendukungnya sendiri.

Fokus Persib: Menang, Bukan Terlena

Ketika disinggung soal posisi Persib yang kembali bertengger di puncak klasemen dan peluang besar menuju gelar juara, Dewangga memilih menahan diri. Ia menegaskan bahwa tim tidak ingin terlalu jauh memikirkan klasemen atau hitung-hitungan gelar.

“Yang penting kami setiap pertandingan selalu melihat kemenangan, dan bisa mempertahankan dapat 3 poin sampai akhir musim,” katanya singkat namun tegas.

Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Persib musim ini: satu laga, satu target. Fokus pada proses, bukan euforia.

Ancaman Hattrick Juara dan Motivasi Lawan

Situasi Persib saat ini juga menempatkan mereka sebagai target utama lawan. Selain status pemuncak klasemen, Maung Bandung tengah memburu potensi hattrick gelar Liga Indonesia, sebuah pencapaian prestisius yang tentu ingin digagalkan tim-tim pesaing.

Setiap laga Persib kini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan kesempatan bagi lawan untuk mencuri sorotan dan mencetak kejutan besar.

Dewangga menyadari betul tekanan tersebut. Baginya, menjaga fokus dan kerendahan hati adalah kunci agar Persib tidak tergelincir di momen-momen krusial.

Solo, Ujian Mental Maung Bandung

Bertandang ke Solo bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga soal mentalitas. Persib harus mampu mengendalikan tempo, meredam motivasi tuan rumah, serta memanfaatkan peluang sekecil apa pun.

Peringatan Dewangga menjadi sinyal bahwa di ruang ganti Persib, kewaspadaan tetap dijaga. Tak ada istilah laga mudah, tak ada ruang untuk meremehkan.

Jika Persib ingin terus melaju menuju tangga juara, maka ujian seperti di Solo harus dilewati dengan kepala dingin dan sikap rendah hati—karena di Liga Indonesia, kejutan selalu menunggu tim yang lengah.

Terkini