Pesantren Daarul Hawariyyin Jadi Contoh Model Pertanian Terpadu Berkelanjutan

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:10:18 WIB
Pesantren Daarul Hawariyyin Jadi Contoh Model Pertanian Terpadu Berkelanjutan

JAKARTA - Pondok Pesantren Daarul Hawariyyin di Kabupaten Bogor kini menjadi contoh nyata penerapan konsep pertanian terpadu yang inovatif. 

Sistem “4 in 1” berhasil menggabungkan berbagai aktivitas produktif dalam satu ekosistem berkelanjutan. Konsep ini sekaligus menjawab tantangan kebutuhan pangan, pengelolaan limbah, dan efisiensi biaya operasional pesantren.

Konsep integrasi ini merupakan hasil binaan PFsains 2025 kategori Implementation dari Fakultas Teknik Universitas Pancasila. Sistem “4 in 1” mencakup pertanian hidroponik, peternakan ayam, perikanan, dan pengolahan sampah organik. Hal ini membangun ketahanan pangan sekaligus mengurangi limbah secara signifikan.

Dengan penerapan konsep ini, pesantren mampu menyediakan kebutuhan pangan untuk 25 santri dan 10 asatidz secara mandiri. Selain itu, pengelolaan sampah organik dan kotoran ternak diolah menjadi sumber pakan yang efisien. Sistem ini memberikan solusi berkelanjutan yang hemat biaya dan ramah lingkungan.

Integrasi Sistem yang Mendorong Efisiensi Produksi

Dalam sistem tersebut, limbah organik pesantren serta kotoran ternak dimanfaatkan melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). 

Maggot BSF ini kemudian digunakan sebagai pakan untuk ayam dan ikan lele, menutup siklus produksi secara berkelanjutan. Air kolam ikan didaur ulang untuk kebutuhan hidroponik, memaksimalkan penggunaan sumber daya.

Selain produksi pangan, produk olahan seperti abon ikan lele menjadi nilai tambah ekonomi pesantren. Proses produksi yang efisien ini membantu pesantren menghasilkan pangan yang bergizi dan berkelanjutan. Pendekatan ini juga mengedepankan prinsip ekonomi sirkular dalam aktivitas pertanian.

Penerapan teknologi modern melengkapi sistem ini dengan adanya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1 kWp. PLTS ini mendukung kebutuhan listrik untuk penetasan telur ayam, pompa hidroponik, mesin pencacah sampah, serta rotary dryer untuk maggot BSF. Inovasi ini memperkuat kemandirian energi di pesantren.

Apresiasi dan Harapan dari Stakeholder Terkait

Dewan Pengawas Pertamina Foundation, Narendra Widjajanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap penerapan inovasi ini. Ia berharap implementasi konsep tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pesantren. Tantangan berikutnya adalah mengembangkan model bisnis agar pesantren mendapatkan pendapatan dari sistem yang berjalan.

Narendra menegaskan bahwa inovasi ini idealnya dapat direplikasi ke pesantren lain di seluruh Indonesia. Dengan demikian, kemandirian pangan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dapat meluas secara nasional. Hal ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pesantren yang mandiri dan berdaya saing.

Senada dengan itu, Direktur Keuangan Pertamina Foundation, Tito Rahman Hidayatullah, menilai inovasi ini mampu membangun ekosistem kemandirian yang kokoh. Melalui program PFsains, pihaknya ingin menghadirkan solusi nyata dan berdampak langsung. Ia berharap sistem ini juga menjadi pusat pembelajaran kewirausahaan bagi para santri.

Peran PFsains dalam Mendukung Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Kompetisi PFsains sejak tahun 2020 telah mendukung hilirisasi teknologi melalui pendanaan dan pendampingan berbagai inovasi. 

Hingga kini, program ini telah melibatkan 754 inovator dengan 36 produk riset teknologi dan energi yang siap dikembangkan. Hal ini sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi secara nasional.

Konsep “4 in 1” di pesantren Daarul Hawariyyin merupakan salah satu bukti nyata bagaimana hilirisasi inovasi dapat diterapkan di lapangan. 

Sistem ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan limbah dan energi terbarukan. Dengan dukungan teknologi dan riset, pesantren dapat menjadi pusat kemandirian yang berkelanjutan.

PFsains berperan sebagai jembatan antara inovasi akademik dan implementasi praktis di masyarakat. Pendampingan yang diberikan membantu memastikan solusi inovatif dapat diterapkan dengan baik dan memberikan manfaat langsung. Program ini juga mendukung pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi bagi generasi muda pesantren.

Masa Depan Pertanian Terintegrasi dan Kemandirian Pesantren

Penerapan sistem pertanian terpadu dengan konsep “4 in 1” membuka peluang baru dalam pengelolaan sumber daya pesantren secara efisien. Model ini memberikan contoh nyata kemandirian pangan yang dapat ditiru oleh pesantren lain di berbagai daerah. Integrasi teknologi modern dan prinsip ekonomi sirkular menjadi kunci keberhasilan.

Keberhasilan konsep ini menjadi landasan kuat untuk membangun pesantren yang tidak hanya mandiri secara pangan, tetapi juga berdaya saing secara ekonomi. 

Inovasi ini dapat mendorong pesantren menjadi pusat pembelajaran kewirausahaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pesantren dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan nasional.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan. Konsep ini menjadi solusi inovatif untuk tantangan ketahanan pangan dan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren. Masa depan pertanian terintegrasi di pesantren pun semakin cerah dan penuh harapan.

Konsep “4 in 1” di Pondok Pesantren Daarul Hawariyyin merupakan inovasi yang menjawab tantangan besar pengelolaan pangan, limbah, dan energi. Melalui integrasi pertanian hidroponik, peternakan ayam, perikanan, dan pengolahan sampah, pesantren dapat mandiri dan berkelanjutan. 

Dukungan dari berbagai pihak memastikan inovasi ini tidak hanya menjadi konsep, tetapi juga solusi nyata yang berdampak.

Inovasi ini juga menjadi model inspiratif bagi pesantren dan komunitas lainnya yang ingin membangun kemandirian secara terpadu. 

Dengan pengembangan dan replikasi yang tepat, sistem ini dapat memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi pesantren di seluruh Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pertanian terintegrasi menjadi solusi masa depan yang patut diikuti.

Terkini