JAKARTA - Biji pepaya sering dianggap limbah, padahal menyimpan kandungan yang bisa bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi dengan tepat. Banyak orang belum tahu bahwa penggunaan yang salah bisa membawa efek negatif.
Kandungan Bioaktif dalam Biji Pepaya
Menurut dr. Dion Haryadi dalam sebuah video yang diunggah pada 23 Januari 2026, biji pepaya memiliki enzim papain dan senyawa karpain. Kedua senyawa ini dikenal dapat melawan parasit di usus serta membantu proses detoksifikasi tubuh.
“Biji pepaya punya kandungan bioaktif yang memang punya sifat antimikroba dan antioksidan, tapi semua itu tergantung dosis,” jelas dr. Dion. Artinya, manfaat besar hanya bisa didapat jika biji pepaya dikonsumsi dengan takaran yang benar.
Pentingnya Memperhatikan Batas Konsumsi
Kunci dari manfaat biji pepaya adalah kontrol jumlah konsumsi. Mengonsumsi dalam jumlah kecil atau sesekali masih dianggap aman dan tidak menimbulkan risiko serius.
dr. Dion menekankan bahwa segala sesuatu yang baik bisa berubah menjadi buruk jika berlebihan. “Makan secara moderat harusnya nggak masalah dan bisa bermanfaat, tapi ketika dikonsumsi berlebihan, (biji pepaya) bisa aja memunculkan masalah kesehatan,” tambahnya.
Efek Samping Konsumsi Berlebihan
Mengonsumsi biji pepaya dalam jumlah banyak dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan. Lambung dan usus bisa mengalami iritasi karena ketidakseimbangan zat aktif yang masuk ke tubuh.
Selain itu, studi pada hewan menunjukkan konsumsi tinggi biji pepaya bisa menurunkan kualitas sperma. Meski penelitian serupa belum dilakukan pada manusia, temuan ini menjadi peringatan penting bagi yang gemar mengonsumsinya secara berlebihan.
Risiko pada Sistem Reproduksi
Berikut beberapa risiko konsumsi biji pepaya berlebihan terhadap sistem reproduksi berdasarkan penelitian pada hewan:
Penurunan Kualitas Sperma: Konsumsi tinggi biji pepaya bisa menurunkan kualitas sperma pada hewan jantan.
Potensi Gangguan Reproduksi: Jumlah tinggi biji pepaya berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem reproduksi.
dr. Dion kembali menekankan pentingnya mengonsumsi biji pepaya secara wajar. “Jika pada narasinya biji pepaya ini sesuatu yang sangat bagus dan bermanfaat, dikhawatirkan orang-orang mengonsumsinya secara berlebihan,” ujarnya.
Mengonsumsi biji pepaya dengan porsi tepat dapat membantu tubuh melawan parasit sekaligus memberikan efek antioksidan. Namun, porsi berlebihan bisa memicu gangguan pencernaan maupun potensi masalah reproduksi.
Para ahli menyarankan agar biji pepaya tidak dijadikan camilan harian dalam jumlah besar. Alternatif yang aman adalah menambahkan beberapa biji pepaya ke dalam smoothie atau salad sesekali.
Selain manfaat kesehatan, biji pepaya juga bisa menjadi bahan alami untuk detoksifikasi ringan. Namun ingat, semua efek positif ini bergantung pada cara dan jumlah konsumsi yang tepat.
Penting untuk memahami bahwa bioaktif dalam biji pepaya bersifat kuat. Mengonsumsi terlalu banyak tanpa pengawasan bisa memicu masalah kesehatan yang tidak diinginkan.
Jika ingin mencoba biji pepaya, sebaiknya dimulai dari jumlah kecil terlebih dahulu. Lalu, perhatikan reaksi tubuh sebelum meningkatkan konsumsinya.
Biji pepaya memiliki rasa sedikit pahit, namun manfaatnya cukup beragam bila dikonsumsi dengan moderasi. Mengolahnya dalam bentuk bubuk atau dicampur makanan bisa membuatnya lebih mudah diterima tubuh.
Kesadaran akan batas konsumsi biji pepaya penting agar manfaatnya maksimal tanpa efek samping. Perlu diingat bahwa segala jenis makanan, termasuk yang alami, tetap membutuhkan dosis yang bijak.
dr. Dion menekankan, meski biji pepaya memiliki banyak potensi manfaat, tidak ada yang menggantikan pola hidup sehat. Konsumsi seimbang dan variasi makanan tetap menjadi kunci kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Mengonsumsi biji pepaya secara teratur dengan jumlah wajar dapat mendukung proses detoksifikasi alami tubuh. Tetapi, selalu utamakan porsi moderat agar tidak memicu gangguan pencernaan maupun risiko pada sistem reproduksi.
Dengan memahami kandungan dan batas aman konsumsi biji pepaya, masyarakat bisa memanfaatkan manfaatnya secara optimal. Sementara itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan efek samping pada manusia.
Kesimpulannya, biji pepaya bukan sekadar limbah, tetapi sumber bioaktif yang bermanfaat jika dikonsumsi dengan benar. Porsi yang bijak tetap menjadi faktor penentu antara manfaat dan risiko bagi tubuh.